Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Sebut Ahmad dan RM Semula Rekan Kerja, Jalin Hubungan Asmara sejak Akhir 2023

Kompas.com - 04/05/2024, 20:00 WIB
Nabilla Ramadhian,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (29), tersangka pembunuhan RM (50), perempuan yang jasadnya dimasukkan dalam koper, merupakan rekan kerja korbannya.

Polisi menyebutkan, Ahmad dan RM bekerja di perusahaan yang sama hingga akhirnya menjalin hubungan asmara. 

"Hubungan personal antara tersangka dengan korban diawali dengan hubungan profesional," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Wira Satya Triputra di Polda Metro Jaya, Jumat (3/5/2024).

Polisi tak menyebutkan perusahaan tempat keduanya bekerja. Namun, dipastikan bahwa Ahmad bekerja di kantor pusat, sementara RM di kantor cabang.

Ahmad diketahui merupakan auditor di kantor pusat yang berlokasi di Tangerang, Banten. Sedangkan korban di bagian keuangan di kantor cabang yang bertempat di Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Fakta-fakta Kasus Pembunuhan Mayat Dalam Koper di Cikarang

Kapolsek Cikarang Barat Kompol Gurnald Patiran menambahkan, hubungan asmara antara keduanya mulai bersemi pada Desember 2023.

"Berkembang pada bulan Desember, keduanya dekat menjalin hubungan," ucap dia di Polda Metro Jaya, Jumat.

Pada 17 Desember 2023, Ahmad bertolak ke Bandung untuk mengaudit kantor RM.

Saat itu, keduanya sudah berhubungan dekat. Bahkan, Ahmad dan RM sempat berhubungan badan untuk pertama kalinya.

Empat bulan berselang tepatnya 24 April 2024, Ahmad kembali bertandang ke Bandung, lagi-lagi untuk mengaudit kantor RM.

Keduanya sempat berbincang di kantor sebelum akhirnya pergi ke hotel bersama. Di hotel tersebut, Ahmad dan RM bersetubuh untuk kedua kalinya. 

"Jadi, tidak hanya pada saat itu (berhubungan badan pada April 2024). Sebelumnya sudah pernah pada Desember 2023," tutur Wira.

Di kamar hotel itu pula, Ahmad akhirnya menghabisi nyawa RM. Sebelum pembunuhan terjadi, RM sempat menanyakan status hubungannya dengan Ahmad dan meminta dinikahi.

Ahmad menolak permintaan itu. Merasa tak terima, RM melontarkan kata-kata yang selanjutnya membuat Ahmad sakit hati. 

Dari situlah, emosi AARN tersulut hingga tega menghabisi nyawa RM. Setelah RM tak bernyawa, AARN sempat keluar hotel untuk mencari koper yang akhirnya digunakan untuk menyembunyikan dan membawa jasad korbannya. 

Baca juga: Polisi Sebut Pembunuh Wanita Dalam Koper Tak Berniat Ambil Uang Kantor yang Dibawa Korban

Halaman:


Terkini Lainnya

Sebelum Hilang Kontak, Pilot Pesawat Jatuh di Tangsel Sempat Hubungi Menara Pengawas

Sebelum Hilang Kontak, Pilot Pesawat Jatuh di Tangsel Sempat Hubungi Menara Pengawas

Megapolitan
KNKT Pastikan Pesawat yang Jatuh di Tangsel Tidak Punya 'Black Box'

KNKT Pastikan Pesawat yang Jatuh di Tangsel Tidak Punya "Black Box"

Megapolitan
Siasat Begal di Jaktim: Berpura-pura Jadi 'Debt Collector' lalu Tuduh Pengendara Motor Berwajah Lugu Telat Bayar Cicilan

Siasat Begal di Jaktim: Berpura-pura Jadi "Debt Collector" lalu Tuduh Pengendara Motor Berwajah Lugu Telat Bayar Cicilan

Megapolitan
Isak Tangis Istri Korban Pesawat Jatuh di BSD Iringi Kepulangan Jenazah

Isak Tangis Istri Korban Pesawat Jatuh di BSD Iringi Kepulangan Jenazah

Megapolitan
Jasad Wanita di Selokan Jalan Juanda Bekasi, Terdapat Benturan pada Jidat

Jasad Wanita di Selokan Jalan Juanda Bekasi, Terdapat Benturan pada Jidat

Megapolitan
Penerbangan Pesawat yang Jatuh di BSD dalam Rangka Survei Landasan Baru di Tanjung Lesung

Penerbangan Pesawat yang Jatuh di BSD dalam Rangka Survei Landasan Baru di Tanjung Lesung

Megapolitan
Pesawat Jatuh di Tangsel, KNKT: Pilot Berkeinginan Mendarat Darurat di Lapangan Sunburst

Pesawat Jatuh di Tangsel, KNKT: Pilot Berkeinginan Mendarat Darurat di Lapangan Sunburst

Megapolitan
KNKT Masih Telusuri Penyebab Pilot Ingin Mendarat Darurat di Lapangan Sunburst BSD

KNKT Masih Telusuri Penyebab Pilot Ingin Mendarat Darurat di Lapangan Sunburst BSD

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Batasi Satu Alamat Rumah Maksimal 3 KK

Pemprov DKI Bakal Batasi Satu Alamat Rumah Maksimal 3 KK

Megapolitan
Suasana Haru Iringi Keberangkatan Jemaah Haji di Kota Bogor

Suasana Haru Iringi Keberangkatan Jemaah Haji di Kota Bogor

Megapolitan
Sudah Dievakuasi, Bangkai Pesawat Jatuh di BSD Dibawa ke Bandara Pondok Cabe

Sudah Dievakuasi, Bangkai Pesawat Jatuh di BSD Dibawa ke Bandara Pondok Cabe

Megapolitan
Tiga Jenazah Korban Pesawat Jatuh Telah Dibawa Pulang Keluarga dari RS Polri

Tiga Jenazah Korban Pesawat Jatuh Telah Dibawa Pulang Keluarga dari RS Polri

Megapolitan
Marak Kasus Curanmor di Tanjung Priok, Polisi Imbau Masyarakat Kunci Ganda Kendaraan

Marak Kasus Curanmor di Tanjung Priok, Polisi Imbau Masyarakat Kunci Ganda Kendaraan

Megapolitan
'Berkah' di Balik Sumpeknya Macet Jakarta, Jambret Pun Terjebak Tak Bisa Kabur

"Berkah" di Balik Sumpeknya Macet Jakarta, Jambret Pun Terjebak Tak Bisa Kabur

Megapolitan
Ibu di Tanjung Priok Dikira Penculik, Ternyata Ingin Cari Anak Kandung yang Lama Terpisah

Ibu di Tanjung Priok Dikira Penculik, Ternyata Ingin Cari Anak Kandung yang Lama Terpisah

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com