Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Praktik Prostitusi di RTH Tubagus Angke, Kini Petugas Patroli Setiap Malam

Kompas.com - 06/05/2024, 06:28 WIB
Rizky Syahrial,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang warga bernama Mulyadi (41) menyebutkan, kini petugas Satpol PP dan Dinas Sosial kerap berpatroli di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tubagus Angke, Jakarta Barat.

Menurut dia, patroli dilakukan untuk mencegah praktik prostitusi "bertenda" di sepanjang Jalan Tubagus Angke.

"Tiga malam ini, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi, dan Dinas Sosial suka patroli," ucap Mulyadi saat ditemui di lokasi, Minggu (5/5/2024).

Mulyadi menuturkan, lokasi yang menjadi diduga tempat prostitusi kini sudah steril.

Baca juga: Suasana Berbeda di RTH Tubagus Angke yang Dulunya Tempat Prostitusi, Terang Setelah Pohon Dipangkas

Apalagi, pepohonan di sepanjang jalan sudah dipangkas dan semak-semak turut dibabat.

"Ya sekarang jadi lebih terang dan kelihatan," tutur dia.

Sementara itu, Kapolsek Grogol Petamburan Kompol Muharram Wibisono menjelaskan bahwa patroli digencarkan untuk mencegah tempat prostitusi tak lagi beroperasi di kawasan ini.

"Kami gencarkan patroli gabungan ini dalam dua sesi, yakni pada pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB, dan dilanjutkan pada pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB," ujar Muharram.

Selain itu, polisi juga telah mengamankan beberapa masyarakat yang diduga terlibat dalam prostitusi di lokasi ini.

Baca juga: Jadi Tempat Prostitusi, RTH Tubagus Angke Diusulkan untuk Ditutup Sementara dan Ditata Ulang

"Kami juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Sosial untuk memberikan pembinaan kepada mereka," jelas Muharram.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, banyak pohon-pohon di RTH yang sudah dipangkas.

Hal ini mengoptimalkan penerangan Jalan Tubagus Angke serta RTH yang berada badan jalan sejauh dua kilometer (KM).

Selain itu banyak masyarakat yang lari di trotoar pada sore hari.

Namun, begitu malam hari, banyak pengendara yang berhenti di badan jalan. Terlihat banyak penjual minuman yang menjajakan dagangannya di badan jalan.

Tidak ada sama sekali tampak tenda-tenda mencurigakan yang diduga sebagai tempat prostitusi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Idham Rela Jual Gitar demi Pentas Teater Pertama Komunitas Seni Asuhannya

Idham Rela Jual Gitar demi Pentas Teater Pertama Komunitas Seni Asuhannya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 18 Juni 2024, dan Besok: Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 18 Juni 2024, dan Besok: Siang Ini Berawan

Megapolitan
'Sebenarnya Banyak Bantuan Pemerintah untuk Dukung Komunitas Seni, tetapi...'

"Sebenarnya Banyak Bantuan Pemerintah untuk Dukung Komunitas Seni, tetapi..."

Megapolitan
Cerita Idham dan Komunitas Lentera Kata, Panggilan Jiwa 'Selami' Dunia Seni

Cerita Idham dan Komunitas Lentera Kata, Panggilan Jiwa "Selami" Dunia Seni

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies Membayangkan Rasanya Menjadi Ibrahim Saat Sembelih Sapi Kurban Sendiri | Anies: Lebih Penting 'Ngomongin' Kampung Bayam

[POPULER JABODETABEK] Anies Membayangkan Rasanya Menjadi Ibrahim Saat Sembelih Sapi Kurban Sendiri | Anies: Lebih Penting "Ngomongin" Kampung Bayam

Megapolitan
Asa Pemulung yang Tinggal di Kolong Jembatan, Berharap Uluran Tangan Pemerintah

Asa Pemulung yang Tinggal di Kolong Jembatan, Berharap Uluran Tangan Pemerintah

Megapolitan
Warga Matraman Keluhkan Air Mati Setiap Malam, Berbulan-bulan Tak Ada Perbaikan

Warga Matraman Keluhkan Air Mati Setiap Malam, Berbulan-bulan Tak Ada Perbaikan

Megapolitan
'Ada Pedagang Warkop Kecil di Pinggir Jalan, Bisa Kasih Hewan Kurban ke Sini...'

"Ada Pedagang Warkop Kecil di Pinggir Jalan, Bisa Kasih Hewan Kurban ke Sini..."

Megapolitan
Penghuni Kolong Jembatan Keluhkan Air Sungai Ciliwung Bau Usai Pemotongan Hewan Kurban

Penghuni Kolong Jembatan Keluhkan Air Sungai Ciliwung Bau Usai Pemotongan Hewan Kurban

Megapolitan
Waswasnya Warga yang Tinggal di Kolong Jembatan Jalan Sukabumi pada Musim Hujan...

Waswasnya Warga yang Tinggal di Kolong Jembatan Jalan Sukabumi pada Musim Hujan...

Megapolitan
Jumlah Kambing Kurban di Masjid Sunda Kelapa Menurun, Pengurus: Kualitas yang Utama, Bukan Kuantitas

Jumlah Kambing Kurban di Masjid Sunda Kelapa Menurun, Pengurus: Kualitas yang Utama, Bukan Kuantitas

Megapolitan
Lebaran yang Seperti Hari Biasanya di Kolong Jembatan Jalan Sukabumi

Lebaran yang Seperti Hari Biasanya di Kolong Jembatan Jalan Sukabumi

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Pemalsuan Uang Rp 22 Miliar di Jakarta Barat

Polisi Tangkap 3 Tersangka Pemalsuan Uang Rp 22 Miliar di Jakarta Barat

Megapolitan
Ibu Asal Bekasi yang Cabuli Anaknya Jalani Tes Kesehatan Mental

Ibu Asal Bekasi yang Cabuli Anaknya Jalani Tes Kesehatan Mental

Megapolitan
OTK Konvoi di Kemayoran, Tembak Warga Pakai 'Airsoft Gun'

OTK Konvoi di Kemayoran, Tembak Warga Pakai "Airsoft Gun"

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com