Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa di Tangsel Saat Sedang Ibadah

Kompas.com - 06/05/2024, 15:41 WIB
Nabilla Ramadhian,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Tangerang Selatan menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan warga terhadap sejumlah mahasiswa sebuah universitas ketika sedang beribadah di Tangerang Selatan, Minggu (5/5/2024).

"Masih diselidiki fakta-fakta di TKP," kata Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alvino Cahyadi saat dihubungi, Senin (6/5/2024).

Alvino mengonfirmasi bahwa Polres Tangerang Selatan telah menerima laporan terkait insiden ini. Peristiwa yang dilaporkan ke pihak kepolisian berupa dugaan tindak pidana pengeroyokan dan/atau penganiayaan.

"Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan/atau Pasal 351 KUHP," papar Alvino.

Alvino pun meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan polisi terkait peristiwa tersebut.

Baca juga: 20 Anggota TNI Jadi Tersangka Pengeroyokan Warga di Depan Polres Jakpus

Sebelumnya diberitakan, peristiwa pengeroyokan tersebut mengakibatkan sejumlah mahasiswa mengalami luka dan trauma.

Dikutip dari akun TikTok @kakaoleng951, Senin (6/5/2024), pengeroyokan terjadi ketika para mahasiswa beribadah di salah satu rumah warga di Tangerang Selatan.

Dalam video yang diunggah, dinarasikan bahwa pengeroyokan bermula dari provokasi yang digaungkan oleh Ketua RT setempat.

"Terjadi provokasi terhadap mahasiswa-mahasiswi yang sedang melakukan ibadah. Lalu, terjadilah pemukulan bahkan pembacokan, yang hari ini kami laporkan," kata seorang pria yang menyebut dirinya berasal dari sebuah komunitas.

Pria itu melanjutkan, provokasi terhadap sejumlah mahasiswa itu berujung pada penganiayaan. Bahkan, ada korban luka ringan dan luka berat.

"Korban satu lagi sampai saat ini belum bisa dihubungi karena trauma. Beliau dari Jonggol, laki-laki, ingin membantu adik-adik cewek ini memisahkan karena ini dikeroyok oleh orang-orang setempat. Namun, dia jadi korban juga," papar pria itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Sempat Tersendat akibat Tumpahan Oli, Lalu Lintas Jalan Raya Bogor Kembali Lancar

Sempat Tersendat akibat Tumpahan Oli, Lalu Lintas Jalan Raya Bogor Kembali Lancar

Megapolitan
Ibu di Jaktim Rekam Putrinya Saat Disetubuhi Pacar, lalu Suruh Aborsi Ketika Hamil

Ibu di Jaktim Rekam Putrinya Saat Disetubuhi Pacar, lalu Suruh Aborsi Ketika Hamil

Megapolitan
Komnas PA Bakal Beri Pendampingan Siswa SMP di Jaksel yang Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah

Komnas PA Bakal Beri Pendampingan Siswa SMP di Jaksel yang Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah

Megapolitan
Penanganan Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Lambat, Pelaku Dikhawatirkan Ulangi Perbuatan

Penanganan Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Lambat, Pelaku Dikhawatirkan Ulangi Perbuatan

Megapolitan
Pendaftaran PPDB Jakarta Dibuka 10 Juni, Ini Jumlah Daya Tampung Siswa Baru SD hingga SMA

Pendaftaran PPDB Jakarta Dibuka 10 Juni, Ini Jumlah Daya Tampung Siswa Baru SD hingga SMA

Megapolitan
Kasus Perundungan Siswi SMP di Bogor, Polisi Upayakan Diversi

Kasus Perundungan Siswi SMP di Bogor, Polisi Upayakan Diversi

Megapolitan
Disdik DKI Akui Kuota Sekolah Negeri di Jakarta Masih Terbatas, Janji Bangun Sekolah Baru

Disdik DKI Akui Kuota Sekolah Negeri di Jakarta Masih Terbatas, Janji Bangun Sekolah Baru

Megapolitan
Polisi Gadungan yang Palak Warga di Jaktim dan Jaksel Positif Sabu

Polisi Gadungan yang Palak Warga di Jaktim dan Jaksel Positif Sabu

Megapolitan
Kondisi Siswa SMP di Jaksel yang Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah Sudah Bisa Berkomunikasi

Kondisi Siswa SMP di Jaksel yang Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah Sudah Bisa Berkomunikasi

Megapolitan
Polisi Gadungan di Jaktim Palak Pedagang dan Warga Selama 4 Tahun, Raup Rp 3 Juta per Bulan

Polisi Gadungan di Jaktim Palak Pedagang dan Warga Selama 4 Tahun, Raup Rp 3 Juta per Bulan

Megapolitan
Pelajar dari Keluarga Tak Mampu Bisa Masuk Sekolah Swasta Gratis Lewat PPDB Bersama

Pelajar dari Keluarga Tak Mampu Bisa Masuk Sekolah Swasta Gratis Lewat PPDB Bersama

Megapolitan
Dua Wilayah di Kota Bogor Jadi 'Pilot Project' Kawasan Tanpa Kabel Udara

Dua Wilayah di Kota Bogor Jadi "Pilot Project" Kawasan Tanpa Kabel Udara

Megapolitan
Keluarga Korban Begal Bermodus 'Debt Collector' Minta Hasil Otopsi Segera Keluar

Keluarga Korban Begal Bermodus "Debt Collector" Minta Hasil Otopsi Segera Keluar

Megapolitan
Masih di Bawah Umur, Pelaku Perundungan Siswi SMP di Bogor Tak Ditahan

Masih di Bawah Umur, Pelaku Perundungan Siswi SMP di Bogor Tak Ditahan

Megapolitan
Polisi Gadungan di Jaktim Tipu Keluarga Istri Kedua Supaya Bisa Menikah

Polisi Gadungan di Jaktim Tipu Keluarga Istri Kedua Supaya Bisa Menikah

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com