Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kelabui Polisi, Pria yang Bayar Makan Sesukanya di Warteg Tanah Abang Sempat Cukur Rambut

Kompas.com - 06/05/2024, 16:36 WIB
Firda Rahmawan,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Aditya Simanggara mengatakan bahwa AF (32), pria yang makan dan membayar sesukanya di warung Tegal (warteg) Bahari Tanah Abang, Jakarta Pusat, sempat mencukur rambut untuk mengelabui pihak kepolisian.

AF menyadari bahwa dirinya viral di media sosial lantaran rekaman video CCTV warteg tersebar di dunia maya.

"Setelah pelaku (AF) menyadari bahwa dirinya viral, kemudian pelaku berinisiatif cukur rambut untuk bisa lepas dari penyelidikan kepolisian," ucap Simanggara di lokasi kejadian, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2024).

Namun, upaya AF untuk mengelabui pihak kepolisian gagal. Polsek Metro Tanah Abang berhasil menangkap pelaku di kediamannya di Kebon Pala, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu (5/5/2024).

Dalam video CCTV warteg yang viral, AF tampak berambut ikal dan sedikit panjang. Namun, saat ditangkap pihak kepolisian, AF sudah memangkas rambutnya menjadi lebih pendek.

Baca juga: Kelakuan Pria di Tanah Abang, Kerap Makan di Warteg tapi Bayar Sesukanya Berujung Ditangkap Polisi

"Tim kami berhasil mengidentifikasi pelaku (AF), dan langsung mengamankan yang bersangkutan di kediamannya," kata Simanggara.

Meski sempat ditangkap, AF dibebaskan lantaran pemilik warung mencabut laporannya. Menurut Simanggara, pemilik warung mencabut laporan terhadap AF atas dasar kemanusiaan.

"Atas dasar kemanusiaan, dari pemilik warung mencabut laporan (kepada AF) tersebut dan memilih jalur damai," pungkas Simanggara.

Sebelumnya, polisi menangkap pria berinisial AF (32) gara-gara membayar tak sesuai harga makanan yang disantapnya di warung makan tegal (warteg) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2024). Aksi AF itu terekam dalam video CCTV warteg yang lantas viral di media sosial.

"Tim mengamankan pelaku berinisial AF karena viral tak membayar makan sesuai harga," ucap AKBP Aditya Simanggara dalam keterangannya, Minggu (5/5/2024).

Simanggara mengatakan, masih ada satu terduga pelaku lainnya berinisial R (35). Namun, R melarikan diri saat akan ditangkap.

"Diduga (ada) pelaku lain, pelaku R melarikan diri dengan sepeda motor," jelas dia.

Aksi AF dan R diketahui terjadi pada Jumat (3/5/2024) sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka hanya membayar Rp 10.000 usai makan.

Keduanya pun berjanji ke pemilik warung untuk kembali. AF dan R bahkan meninggalkan identitasnya ke pemilik warung makan.

Namun demikian , keduanya tak kunjung kembali ke warung itu.

"Kedua pelaku langsung meninggalkan warung makan," ucap Simangara.

Baca juga: Makan dan Bayar Sesukanya di Warteg Tanah Abang, Pria Ini Beraksi Lebih dari Sekali

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tanggal 28 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 28 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Megapolitan
3.772 Kendaraan Ditilang karena Lawan Arah di 17 Lokasi di Jakarta

3.772 Kendaraan Ditilang karena Lawan Arah di 17 Lokasi di Jakarta

Megapolitan
Polisi Sebut Pengunjung di Tebet Eco Park Tertimpa Dahan Pohon Flamboyan

Polisi Sebut Pengunjung di Tebet Eco Park Tertimpa Dahan Pohon Flamboyan

Megapolitan
Supian Suri Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Bawaslu Teruskan ke KASN

Supian Suri Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Bawaslu Teruskan ke KASN

Megapolitan
Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Megapolitan
Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Megapolitan
Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Megapolitan
Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Megapolitan
Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com