Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bakal Maju di Pilkada DKI Jalur Independen, Tim Pemenangan Noer Fajrieansyah Konsultasi ke KPU

Kompas.com - 06/05/2024, 17:26 WIB
Firda Janati,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim pemenangan kandidat calon gubernur DKI Jakarta Noer Fajrieansyah yang menamakan diri sebagai Temen Bang Fajrie berkonsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, Senin (6/5/2024).

Noer Fajrieansyah sendiri merupakan Komisaris PT Petrokimia Gresik (Persero). Ia berencana maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta jalur independen. 

"Ya kita dari komunitas Temen Bang Fajrie yang coba agenda KPU DKI terkait informasi persyaratan pilkada jalur perseorangan," ucap Rachmat Ariyanto, Koordinator Temen Bang Fajrie, di KPU DKI Jakarta, Senin.

Dari pantauan Kompas.com, Temen Bang Fajrie berkonsultasi dengan Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI Jakarta Dody Wijaya selama kurang lebih dua jam.

Dalam pertemuan tersebut, kata Rachmat, pihaknya berkonsultasi perihal proses pencalonan jalur independen. Pasalnya, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk seseorang dapat mencalonkan diri gubernur jalur perseorangan.

Baca juga: Jika Diduetkan, Anies-Ahok Diprediksi Bakal Menang Pilkada DKI Jakarta 2024

"Ya tadi kami juga berterima kasih sama KPU sudah dijelaskan sejelas-jelasnya, mudah-mudahan yang disampaikan KPU, kami bisa maksimalkan dengan lolosnya Bang Fajrie sebagai calon gubernur," tutur dia.

Rachmat mengatakan, pihaknya saat ini masih melengkapi sejumlah berkas pendaftaran. Menurutnya, ada kendala terkait surat dukungan untuk calon yang belum sesuai dengan formulir yang ditentukan KPU. 

"Surat dukungan kami beda di formnya. Mungkin terkendala di form itu, dari apa yang kami lihatkan surat dukungan belum sesuai dengan KPU. Kendala gitu saja sih sama kejar batas minimal batas surat dukungan," tuturnya.

Selain itu, kata Rachmat, sampai saat ini Noer Fajrieansyah baru mengumpulkan sekitar 100.000 KTP warga DKI Jakarta sebagai syarat dukungan. Masih butuh lebih dari 500.000 KTP warga DKI untuk memenuhi syarat minimal 618.750 dukungan warga Jakarta.

"Ya kalau boleh jujur, kami baru sampai 100.000-an ya. Mudah-mudahan dari KPU yang batas minimal kami bisa kejar," tutur dia.

Sebagai informasi, KPU DKI Jakarta membuka pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur independen Pilkada 2024 mulai 5 Mei 2024.

"Didaftarkan atau mendaftar di KPU provinsi yang dilaksanakan pada tanggal 5 Mei sampai dengan tanggal 19 Agustus 2024," ujar Ketua KPU Wahyu Dinata dalam keterangan resminya, Selasa (19/3/2024).

Bagi bakal calon gubernur atau wakil gubernur independen, terdapat syarat berupa dukungan dari warga di wilayah setempat, yang besarannya 7,5 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) pemilu.

Berdasarkan data KPU DKI Jakarta, jumlah DPT di DKI Jakarta pada Pemilu 2024 mencapai 8,25 juta jiwa.

Dengan demikian, setiap bakal calon gubernur dan wakil gubernur independen, harus mendapatkan dukungan sedikitnya dari 618.750 warga DKI Jakarta.

Baca juga: Soal Maju Pilkada DKI 2024, Anies: Semua Panggilan Tugas Selalu Dipertimbangkan Serius

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 31 Mei 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 31 Mei 2024, dan Besok : Pagi Ini Cerah Berawan

Megapolitan
KASN Telusuri Status Cuti Supian Suri Saat Datang ke Kantor PAN

KASN Telusuri Status Cuti Supian Suri Saat Datang ke Kantor PAN

Megapolitan
Soal Duet Keponakan Prabowo dan Kaesang di Pilkada DKI, PSI: Untuk Meramaikan Suasana Saja

Soal Duet Keponakan Prabowo dan Kaesang di Pilkada DKI, PSI: Untuk Meramaikan Suasana Saja

Megapolitan
Besi Ribar yang Jatuh di Lintasan MRT Masih Dievakuasi

Besi Ribar yang Jatuh di Lintasan MRT Masih Dievakuasi

Megapolitan
BNNP DKI Jakarta Musnahkan 3.449,7 Gram Barang Bukti Narkotika

BNNP DKI Jakarta Musnahkan 3.449,7 Gram Barang Bukti Narkotika

Megapolitan
Polisi: Besi Ribar yang Jatuh Mengenai Gerbong Kereta MRT

Polisi: Besi Ribar yang Jatuh Mengenai Gerbong Kereta MRT

Megapolitan
Menantu di Jakbar Diduga Aniaya Mertuanya karena Permasalahan Pembayaran Gaji ART

Menantu di Jakbar Diduga Aniaya Mertuanya karena Permasalahan Pembayaran Gaji ART

Megapolitan
Bandar Narkoba di Pondok Aren Diduga Masih Dalam Pengaruh Sabu Sebelum Tewas Dalam Toren Air

Bandar Narkoba di Pondok Aren Diduga Masih Dalam Pengaruh Sabu Sebelum Tewas Dalam Toren Air

Megapolitan
Operasional MRT Jakarta Dihentikan Sementara, Penumpang yang Sudah “Tap In” Bisa Minta Pengembalian Dana

Operasional MRT Jakarta Dihentikan Sementara, Penumpang yang Sudah “Tap In” Bisa Minta Pengembalian Dana

Megapolitan
Fasilitas Publik di Jaktim Sudah Baik, tapi Masih Perlu Pembenahan

Fasilitas Publik di Jaktim Sudah Baik, tapi Masih Perlu Pembenahan

Megapolitan
MRT Jakarta Pastikan Tidak Ada Korban Insiden Jatuhnya Besi Ribar ke Jalur Kereta

MRT Jakarta Pastikan Tidak Ada Korban Insiden Jatuhnya Besi Ribar ke Jalur Kereta

Megapolitan
KPU Tidak Persoalkan Pemasangan Spanduk hingga Baliho Bacawalkot Bogor Sebelum Masuk Masa Kampanye

KPU Tidak Persoalkan Pemasangan Spanduk hingga Baliho Bacawalkot Bogor Sebelum Masuk Masa Kampanye

Megapolitan
Kaesang Digadang Jadi Cawagub Jakarta, Pengamat: Sekelas Ketua Umum dan Anak Presiden Minimal Cagub

Kaesang Digadang Jadi Cawagub Jakarta, Pengamat: Sekelas Ketua Umum dan Anak Presiden Minimal Cagub

Megapolitan
Penahanan Ditangguhkan, Eks Warga Kampung Bayam Kena Wajib Lapor

Penahanan Ditangguhkan, Eks Warga Kampung Bayam Kena Wajib Lapor

Megapolitan
Warga Dengar Suara Dentuman dan Percikan Api Saat Besi Crane Timpa Jalur MRT

Warga Dengar Suara Dentuman dan Percikan Api Saat Besi Crane Timpa Jalur MRT

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com