Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Ada yang Janggal dari Berubahnya Pelat Mobil Dinas Polda Jabar Jadi Pelat Putih...

Kompas.com - 08/05/2024, 05:45 WIB
Abdul Haris Maulana

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah mobil Toyota Fortuner berpelat nomor dinas Polri 7-VIII mengalami kecelakaan beruntun di Km 14 Tol Layang Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), Senin (6/5/2024) pagi.

Dalam kecelakaan tersebut, terdapat hal yang menarik perhatian warganet, yakni pelat dinas Polri pada bagian belakang mobil berubah menjadi pelat putih.

Dalam sebuah video rekaman kamera dashboard, mobil Fortuner itu awalnya menggunakan pelat dinas Polri 7-VIII saat menghantam Mitsubishi jenis mikrobus berpelat nomor Z-7039-ND.

Baca juga: Sopir Diduga Mengantuk, Mobil Dinas Polda Jabar Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Tol MBZ

Beberapa waktu setelah kecelakaan dan dalam video rekaman kamera dashboard yang berbeda, pelat dinas pada bagian belakang mobil Fortuner itu telah berubah menjadi pelat putih.

Penjelasan polisi

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota AKBP Yugi Bayu Hendarto memastikan bahwa mobil Fortuner yang terlibat kecelakaan merupakan mobil dinas Polda Jawa Barat (Jabar).

"Iya betul (mobil dinas Polda Jabar)," kata Yugi saat dikonfirmasi, Selasa (7/5/2024).

Terkait pelat yang berubah, Yugi menduga ada petugas berwenang yang mengambil pelat dinas Polri tersebut.

"Pas waktu itu (setelah terjadi kecelakaan), mungkin pelat belakang dibuka dan jadi pelat yang putih. Mungkin ada yang buka pas lagi di lokasi," jelas Yugi.

Baca juga: Penjelasan Polisi Soal Mobil Dinas Polda Jabar yang Kecelakaan di Tol MBZ Berubah Jadi Pelat Putih

Yugi menyampaikan, Satlantas Polres Metro Bekasi Kota bakal bekerja sama dengan Polda Jabar dan Ditlantas Polda Jabar soal kepemilikan pelat putih tersebut.

"Iya (akan berkoordinasi). Tapi kami sudah cek kendaraan itu adalah kendaraan dinas Polri. Intinya seperti itu," tandas Yugi.

Satu mobil dinas boleh punya dua pelat nomor

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal (saat ini Kapolda NTB, pangkat Irjen Pol) mengatakan, mobil dinas pejabat boleh memiliki dua pelat nomor, yakni pelat hitam (kini putih) dan merah.

Meski demikian, lanjut dia, pembuatan pelat nomor hitam atau putih harus didaftarkan terlebih dahulu kepada kepolisian.

"Prinsipnya boleh. Misalnya pelat nomor polisi di mobil saya ada pelat hitamnya juga. Tetapi, kan harus teridentifikasi dan teregistrasi di Polda," kata Iqbal, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/10/2015).

Baca juga: Polisi: Satu Mobil Dinas Boleh Punya Dua Pelat Nomor

Iqbal menyampaikan, hal yang dilarang adalah mengubah warna pelat nomor tanpa melalui izin Polda ataupun Kesekretariatan Dewan.

Pejabat harus mengajukan rekomendasi ke Satuan Intelijen Keamanan. Dari rekomendasi itu, kemudian diajukan ke Direktorat Lalu Lintas untuk proses registrasi dan identifikasi kendaraan.

Halaman:


Terkini Lainnya

Tanggal 28 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 28 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Megapolitan
3.772 Kendaraan Ditilang karena Lawan Arah di 17 Lokasi di Jakarta

3.772 Kendaraan Ditilang karena Lawan Arah di 17 Lokasi di Jakarta

Megapolitan
Polisi Sebut Pengunjung di Tebet Eco Park Tertimpa Dahan Pohon Flamboyan

Polisi Sebut Pengunjung di Tebet Eco Park Tertimpa Dahan Pohon Flamboyan

Megapolitan
Supian Suri Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Bawaslu Teruskan ke KASN

Supian Suri Dilaporkan Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN, Bawaslu Teruskan ke KASN

Megapolitan
Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Supian Suri Dilaporkan ke Bawaslu Depok Terkait Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN

Megapolitan
Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Megapolitan
Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Megapolitan
Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Megapolitan
Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com