Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Datangi Sekolah, Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Ciater: Saya Masih Lemas...

Kompas.com - 11/05/2024, 23:09 WIB
Wahyu Adityo Prodjo,
Icha Rastika

Tim Redaksi

DEPOK, KOMPAS.com - Sejumlah keluarga korban kecelakaan maut bus wisata di wilayah Ciater, Subang, Jawa Barat mendatangi SMK Lingga Kencana di Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat pada Sabtu (11/5/2024) malam.

Pantauan Kompas.com, para keluarga siswa tampak ada di dalam area sekolah.

Salah satu ibu yang jadi orangtua korban kecelakaan bus wisata tak bisa banyak berkomentar pasca-kecelakaan maut tersebut.

“Maaf ya Mas. Saya masih lemas,” ujar perempuan berkerudung saat Kompas.com meminta izin untuk wawancara.

Baca juga: Polisi Depok Jemput Warganya yang Jadi Korban Kecelakaan Bus di Ciater

Ia hanya bisa tertunduk lemas sembari memegangi handphone. Ia tampak bingung dan hanya bisa meratapi musibah tersebut.

Seorang keluarga Dewa Pandu Dinata, korban kecelakaan maut bus wisata SMK Lingga Kencana, Yuli (26) mengaku datang ke sekolah untuk mendapatkan informasi resmi terkait musibah kecelakaan.

Ia berangkat dari rumahnya di wilayan Tangerang Kota, Banten bersama suaminya.

“Saya datang untuk cari informasi resmi dari pihak sekolah. Awalnya saya tahu berita kecelakaan di media sosial dan televisi, makanya saya langsung ke sekolah,” ujar Yuli kepada Kompas.com di lokasi.

Ia berharap, pihak SMK Lingga Kencana bisa segera mengeluarkan daftar resmi korban-korban kecelakaan maut di Subang, Jawa Barat tersebut.

Yuli menyebutkan, banyak orangtua siswa yang khawatir karena peristiwa maut tersebut.

Baca juga: 6 Ambulans dari Bandung Barat Diterjunkan Bantu Evakuasi Kecelakaan Bus di Ciater Subang

Bus rombongan SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, mengalami kecelakaan di Ciater, Subang, Sabtu (11/5/2024) pukul 18.48 WIB.

Kasat Lantas Polres Subang AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan, bus itu mulanya melaju dari arah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Sewaktu melintas di tempat kejadian perkara (TKP), bus tersebut oleng ke kanan, lantas menabrak mobil Daihatsu Feroza.

Bus kemudian terguling ke kanan, lalu menabrak Yamaha Mio dari jalur berlawanan dan sepeda motor yang berhenti di bahu jalan.


Dirut RSUD Subang Ahmad Nasuhi menyebutkan, sembilan orang tewas dalam kecelakaan maut tersebut.

"Berdasarkan informasi dari Dinkes Kabupaten Subang, 9 jenazah akan dibawa ke RSUD Subang," ungkapnya. Ahmad menjelaskan, korban luka ringan dilarikan ke puskesmas yang terdekat dari TKP.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Bus di Subang, 9 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Sementara itu, korban luka berat dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RS PTPN VII, RS Hamori, dan RSUD Subang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Dianggap Menganggu Warga, Restoran di Kebon Jeruk Ditutup Paksa Pemilik Lahan

Dianggap Menganggu Warga, Restoran di Kebon Jeruk Ditutup Paksa Pemilik Lahan

Megapolitan
Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Asal Bogor Diimbau Waspada dan Jaga Kesehatan

Cuaca Panas Ekstrem di Arab Saudi, Jemaah Haji Asal Bogor Diimbau Waspada dan Jaga Kesehatan

Megapolitan
Tiap Hari, Jukir Liar Minimarket di Koja Mengaku Harus Setor ke RW

Tiap Hari, Jukir Liar Minimarket di Koja Mengaku Harus Setor ke RW

Megapolitan
Aturan Walkot Depok, Dishub Wajib Rilis Surat Kelayakan Kendaraan 'Study Tour'

Aturan Walkot Depok, Dishub Wajib Rilis Surat Kelayakan Kendaraan "Study Tour"

Megapolitan
Penyelenggara 'Study Tour' di Depok Diimbau Ajukan Permohonan 'Ramp Check' Kendaraan ke Dishub

Penyelenggara "Study Tour" di Depok Diimbau Ajukan Permohonan "Ramp Check" Kendaraan ke Dishub

Megapolitan
KNKT Telusuri Lisensi Pilot Pesawat Tecnam P2006T yang Jatuh di Tangsel

KNKT Telusuri Lisensi Pilot Pesawat Tecnam P2006T yang Jatuh di Tangsel

Megapolitan
KNKT Sebut Pesawat Jatuh di Tangsel Statusnya Bukan Pesawat Latih, tapi Milik Perseorangan

KNKT Sebut Pesawat Jatuh di Tangsel Statusnya Bukan Pesawat Latih, tapi Milik Perseorangan

Megapolitan
Jenazah Korban Pesawat Jatuh Telah Diambil dari RS Polri, Kini Dibawa Keluarga Menuju Rumah Duka

Jenazah Korban Pesawat Jatuh Telah Diambil dari RS Polri, Kini Dibawa Keluarga Menuju Rumah Duka

Megapolitan
948 Calon Jemaah Haji Asal Kota Bogor Diberangkatkan pada Musim Haji 2024

948 Calon Jemaah Haji Asal Kota Bogor Diberangkatkan pada Musim Haji 2024

Megapolitan
Casis Bintara yang Dibegal di Kebon Jeruk Dapat Hadiah Motor Baru

Casis Bintara yang Dibegal di Kebon Jeruk Dapat Hadiah Motor Baru

Megapolitan
Jenazah Korban Pesawat Jatuh di Tangsel Utuh, RS Polri: Kematian Disebabkan Benturan

Jenazah Korban Pesawat Jatuh di Tangsel Utuh, RS Polri: Kematian Disebabkan Benturan

Megapolitan
Jasad Wanita di Selokan Bekasi, Polisi Masih Dalami Dugaan Korban Hamil

Jasad Wanita di Selokan Bekasi, Polisi Masih Dalami Dugaan Korban Hamil

Megapolitan
Muncul Lagi meski Sudah Ditertibkan, Jukir Liar di Koja: Makan 'Gimana' kalau Dilarang?

Muncul Lagi meski Sudah Ditertibkan, Jukir Liar di Koja: Makan "Gimana" kalau Dilarang?

Megapolitan
Sebelum Hilang Kontak, Pilot Pesawat Jatuh di Tangsel Sempat Hubungi Menara Pengawas

Sebelum Hilang Kontak, Pilot Pesawat Jatuh di Tangsel Sempat Hubungi Menara Pengawas

Megapolitan
KNKT Pastikan Pesawat yang Jatuh di Tangsel Tidak Punya 'Black Box'

KNKT Pastikan Pesawat yang Jatuh di Tangsel Tidak Punya "Black Box"

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com