Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tidak Cukup Dibebastugaskan, Direktur STIP Diminta Bertanggung Jawab secara Hukum

Kompas.com - 13/05/2024, 10:03 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Solidaritas Pelaut Indonesia Pius Laja Pera meminta Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Ahmad Wahid ikut bertanggung jawab secara hukum, tidak cukup dibebastugaskan saja.

"Bukan hanya dicopot (dari jabatannya) seharusnya bertanggung jawab secara hukum," kata Pius saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (12/5/2024).

Kasus tewasnya taruna karena diniaya senior dinilai sebagai kelalaian pihak manajemen kampus.

Menurut Pius, pihak manajemen kampus, terutama Direktur STIP, bisa saja diminta bertanggungjawab secara hukum.

Baca juga: Sudah Ada 4 Tersangka, Proses Penyidikan Kasus Tewasnya Taruna STIP Belum Final

"Kan ada KUHP-nya jika seseorang atau sebuah instasi lalai dalam melaksanakan tugasnya dan menyebabkan kematian, maka bisa dikenakan pasal," sambung Pius.

Pius juga menyarankan agar semua jajaran STIP, mulai dari direktur, pengajar, staf, taruna, dan taruni, ke depannya dibuatkan pakta integritas serta sangsi hukum yang jelas apabila melakukan kekerasan di lingkungan kampus.

"Pakta integritas itu membuat semua merasa bertanggung jawab dan ada efek jeranya," jelasnya.

Instansi pendidikan bagi Pius, harus humanis, serta harus adanya rasa aman dan nyaman sesama taruna dan taruni yang sudah menjadi seperti keluarga.

Baca juga: Keterlibatan 3 Tersangka Baru Kasus Tewasnya Taruna STIP, dari Panggil Korban sampai Kompori Tegar untuk Memukul

Diberitakan sebelumnya, STIP Jakarta berduka atas kasus penganiayaan senior kepada junior hingga tewas.

Putu Satria Ananta Rustika (19) tewas di tangan Tegar Rafi Sanjaya (21) usai dipukul bagian ulu hatinya selama lima kali hingga terkapar dan lemas pada Jumat (3/5/2024).

Tegar juga menarik lidah Putu hingga buat kondisinya semakin buruk dan akhirnya tewas.

Akibat kejadian ini, pihak kampus dianggap lalai dan membuat direktur STIP dibebastugaskan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PKB Usung Dokter Rayendra di Pilkada Bogor 2024, Buka Koalisi dengan Parpol Lain

PKB Usung Dokter Rayendra di Pilkada Bogor 2024, Buka Koalisi dengan Parpol Lain

Megapolitan
Warga Lapor ke MKDKI karena Otak Istri Rusak Usai Melahirkan, RS di Bogor Dianggap Melanggar

Warga Lapor ke MKDKI karena Otak Istri Rusak Usai Melahirkan, RS di Bogor Dianggap Melanggar

Megapolitan
Jakarta Berusia 497 Tahun, Fahira Idris: Perlu Pemimpin yang Efektif Hadapi Tantangan Kota Global

Jakarta Berusia 497 Tahun, Fahira Idris: Perlu Pemimpin yang Efektif Hadapi Tantangan Kota Global

Megapolitan
Cerita Pelukis Jalanan di Blok M, Sepi Pelanggan di Tengah Keramaian

Cerita Pelukis Jalanan di Blok M, Sepi Pelanggan di Tengah Keramaian

Megapolitan
2.435 Personel Satpol PP Dikerahkan di Sepanjang 45 Kilometer Jalur Lari Jakarta Internasional Marathon

2.435 Personel Satpol PP Dikerahkan di Sepanjang 45 Kilometer Jalur Lari Jakarta Internasional Marathon

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penjaga Warkop di Mampang yang Diperas dengan Modus Tukar Uang Receh

Polisi Selidiki Kasus Penjaga Warkop di Mampang yang Diperas dengan Modus Tukar Uang Receh

Megapolitan
Polisi Tunggu Laporan Pengelola Rusunawa Marunda Soal Kasus Penjarahan Aset

Polisi Tunggu Laporan Pengelola Rusunawa Marunda Soal Kasus Penjarahan Aset

Megapolitan
2 Preman Peras Penjaga Warkop di Mampang, Paksa Tukar Uang Receh Jadi Rp 1 Juta

2 Preman Peras Penjaga Warkop di Mampang, Paksa Tukar Uang Receh Jadi Rp 1 Juta

Megapolitan
Polisi Gelar Audiensi Terkait Penjarahan Rusunawa Marunda, Libatkan Pengelola Lama dan Baru

Polisi Gelar Audiensi Terkait Penjarahan Rusunawa Marunda, Libatkan Pengelola Lama dan Baru

Megapolitan
Keroyok Pemuda di Tangsel Akibat Buang Air Kecil Sembarangan, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Keroyok Pemuda di Tangsel Akibat Buang Air Kecil Sembarangan, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Buru Pemasok Sabu untuk Virgoun

Polisi Buru Pemasok Sabu untuk Virgoun

Megapolitan
Tak Mau Vandalisme, Fermul Kini Minta Izin Dulu Sebelum Bikin Grafiti di Fasilitas Publik

Tak Mau Vandalisme, Fermul Kini Minta Izin Dulu Sebelum Bikin Grafiti di Fasilitas Publik

Megapolitan
Pengelola Diminta Kembali Laporkan 7 Eks Pekerja yang Jarah Aset Rusunawa Marunda

Pengelola Diminta Kembali Laporkan 7 Eks Pekerja yang Jarah Aset Rusunawa Marunda

Megapolitan
Polisi Belum Tetapkan Virgoun Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Polisi Belum Tetapkan Virgoun Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
Sederet Masalah Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang: Bangunan Tak Kokoh, Keramik Terangkat, hingga Air Kotor dan Berbau

Sederet Masalah Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang: Bangunan Tak Kokoh, Keramik Terangkat, hingga Air Kotor dan Berbau

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com