Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Juru Parkir Liar Minimarket Bakal Ditertibkan, Pengamat: Siapa yang Mengawasi Keamanan Kendaraan?

Kompas.com - 14/05/2024, 13:28 WIB
Abdul Haris Maulana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan angkat bicara mengenai langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang mulai menertibkan juru parkir (jukir) liar di minimarket seluruh wilayah Ibu Kota karena dianggap meresahkan masyarakat.

Jika nantinya tak ada lagi jukir di minimarket karena telah ditertibkan, Tigor mempertanyakan soal sosok yang melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang terparkir, mengingat tingginya kasus pencurian kendaraan.

"Menurut saya gini, misalnya penertiban-penertiban sekarang langsung disuruh (parkir) gratis, siapa yang bisa ngawasin (kendaraan yang terparkir)? Kita realistis aja, siapa yang bisa ngawasin? Dirlantas bilang mau bantu ngawasin itu, parkir di minimarket, saya melihat enggak ada petugas di situ," ungkap Tigor saat ditemui Kompas.com, Senin (13/5/2024).

Baca juga: Tak Setuju Penertiban, Jukir Liar Minimarket: Yang di Bawah Cari Makan Setengah Mati

Menurut Tigor, jukir liar yang ditertibkan sebaiknya perlu dijadikan sebagai juru parkir legal.

Langkah ini dinilainya lebih tepat ketimbang memberikan pekerjaan baru kepada jukir liar yang ditertibkan.

"Ya mereka dikaryakan di situ, jadi jukir yang legal. Jadi dia sah jadi jukir, tapi dia taat pada sistem yang dibangun. Itu yang lebih bagus, apalagi sekarang susah ya nyari kerja," ungkap Tigor.

"Nah yang kurang selama ini, yang belum itu, memberdayakan mereka, orang lokal menjadi pengelola (parkir) juga di sana. Jadi mereka masih bisa hidup di lokasinya sendiri," sambungnya.

Karena itu, Tigor berharap agar Pemprov DKI bisa berpikir realistis soal penertiban jukir liar, tetapi tetap bersikap optimis.

Ia pun mengambil contoh tentang pengelolaan parkir yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: Pegawai Minimarket: Keberadaan Jukir Liar Bisa Meminimalisasi Kehilangan Kendaraan Pelanggan

"Pengelolaan parkir di kota Jogja itu menurut hasil studinya Pustral UGM (Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada) itu melibatkan jukir-jukir liar. Mereka jadi pengawas di lapangan, tapi jangan disuruh ngutip, kalau ngutip repot nanti," kata Tigor.

"Makanya kita juga harus bijak. Kita bangun sistem yang baik, tapi mereka tetap bisa hidup, manajemen parkirnya jalan, bisa (untuk dilakukan)," sambungnya.

Lebih lanjut, Tigor memberi contoh lain untuk solusi masalah parkir di seluruh wilayah Jakarta, yakni menggunakan sistem parkir meter sama seperti yang ada di Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Ia berharap Pemprov DKI dapat menerapkan sistem parkir meter di banyak lokasi.

"Oke dibangun meter parkir, pengawasnya siapa? Ya jukirnya di situ. Itu kan panjang (lahan untuk parkir), butuh banyak (jukir). Satu ruas parkir dibagi berapa bagian, nanti punya si anu, si anu, udah punya mereka," tutur Tigor.

Diberitakan sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menertibkan jukir liar di minimarket.

Baca juga: Jukir Minimarket: Jangan Main Ditertibkan Saja, Dapur Orang Bagaimana?

Nantinya, jukir liar yang ditertibkan bakal diberikan pekerjaan agar bisa memiliki mata pencarian yang lain.

“Ya itu salah satu problem yang harus diatasi. Ya pelan-pelan kita lihat, kita berikan juga, kalau bisa, pekerjaan kepada mereka,” kata Heru saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2024).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Akhirnya Pengelola Lapor Polisi Usai Rusunawa Marunda Tersisa Dinding dan Puing akibat Penjarahan

Akhirnya Pengelola Lapor Polisi Usai Rusunawa Marunda Tersisa Dinding dan Puing akibat Penjarahan

Megapolitan
Kunjungi Indonesia, Paus Fransiskus Ingin Lihat Kerukunan Antar-umat Beragama

Kunjungi Indonesia, Paus Fransiskus Ingin Lihat Kerukunan Antar-umat Beragama

Megapolitan
Uskup Agung Jakarta: Saya Minta yang Lebih Besar dari Sekadar Izin Tambang...

Uskup Agung Jakarta: Saya Minta yang Lebih Besar dari Sekadar Izin Tambang...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 24 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 24 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Ini Cerah Berawan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Megapolitan
Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Megapolitan
Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Megapolitan
Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Megapolitan
Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Megapolitan
Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Megapolitan
Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Megapolitan
Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Megapolitan
Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep 'Winner Takes All' Tidak Dikenal

Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep "Winner Takes All" Tidak Dikenal

Megapolitan
Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com