Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Minta Dishub DKI Pilah-pilah Penertiban, Jukir Minimarket: Kalau Memaksa, Itu Salah

Kompas.com - 14/05/2024, 21:26 WIB
Baharudin Al Farisi,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bram (39), petugas parkir Alfamidi Sawo Manila, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tak asal menertibkan juru parkir (jukir) minimarket.

Dishub DKI diminta untuk memilah-milah juru parkir yang hendak ditertibkan. Jika juru parkir tersebut tak menimbulkan masalah, menurut dia, seharusnya tak perlu dilakukan penertiban.

"Kalau saya pribadi, mohon maaf sebelumnya, ini penertiban dari dishub, ini gara-gara apa dulu? Jukirnya ini bermasalah atau tidak? Jukir itu pemerasan atau tidak?" kata Bram saat ditemui Kompas.com di Alfamidi Sawo Manila, Selasa (14/5/2024).

"Baiknya ya dipilih-pilih, jangan dipukul rata," ujarnya. 

Bram mengaku, ia dan teman-teman petugas parkir lain selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk pengunjung minimarket.

Tidak hanya mengatur kendaraan parkir, Bram menyebut, dirinya juga membantu menyeberangkan sekaligus mengatur lalu lintas saat pelanggan hendak meninggalkan minimarket menggunakan kendaraannya.

Baca juga: Menolak Ditertibkan, Jukir Minimarket: Besok Tinggal Parkir Lagi, Bodo Amat...

“Mohon maaf, saya di lapangan sudah siap mati, masuk rumah sakit, dan masuk penjara. Daripada customer saya ditabrak, mending saya yang ditabrak,” ucap Bram.

Sebagai penanggung jawab petugas parkir Alfamidi Sawo Manila, Bram mengaku kerap meminta teman-temannya sesama petugas parkir untuk murah senyum dan mengutamakan sapa, salam, sopan, dan santun terhadap semua pelanggan.

Harapannya, pelanggan merasa nyaman atas pelayanan ini dan bersedia kembali lagi ke minimarket.

Bram mengatakan, Alfamidi Sawo Manila merupakan satu-satunya tempat ia dan teman-teman mengais rezeki. Oleh karenanya, ia mengaku selalu berusaha bekerja ekstra.

“Datang ke parkiran, ya sapu dulu. Di sini ada tong (karung) sampah, ada sapu, ada pengki. Jadi, di sini ini, mohon maaf, memang saya tugaskan, petugas parkir itu jangan hanya mengharapkan uang. Tapi, ya jaga kebersihan,” ujar Bram.

Bram bercerita, dirinya dan teman-teman pernah membeli kantong plastik besar untuk melindungi helm para pelanggan dari hujan.

“Jadi waktu itu kita beli kantong kresek yang satunya Rp 500, yang gede. Kita enggak melihat nominal Rp 500, tapi bagaimana supaya customer itu puas dengan pelayanan kita,” kata Bram.

“Itu sudah pernah kita lakukan. Tapi customer malah bilang kayak begini, 'Pak, sudah, enggak usah berlebihan',” tambah dia.

Atas permintaan pelanggan itu, Bram dan teman-temannya kini tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk melindungi helm pelanggaan. Sebagai gantinya, ia menaruh helm pelanggan di kaca spion sepeda motor masing-masing untuk meminimalisasi terguyur air hujan.

Halaman:


Terkini Lainnya

Kejari Jaksel Kerahkan 30 Jaksa Untuk Susun Dakwaan 10 Tersangka Kasus Korupsi Timah

Kejari Jaksel Kerahkan 30 Jaksa Untuk Susun Dakwaan 10 Tersangka Kasus Korupsi Timah

Megapolitan
PPDB SD Hanya Dibuka Jalur Zonasi, Disdik: Kalau Satu RT, Otomatis Diterima

PPDB SD Hanya Dibuka Jalur Zonasi, Disdik: Kalau Satu RT, Otomatis Diterima

Megapolitan
Wanita di Tangsel Babak Belur Dianiaya Pacar karena Kesal Ponselnya Hilang

Wanita di Tangsel Babak Belur Dianiaya Pacar karena Kesal Ponselnya Hilang

Megapolitan
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan di Aliran Sungai Ciliwung, Awalnya Dikira Kucing

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan di Aliran Sungai Ciliwung, Awalnya Dikira Kucing

Megapolitan
Menyambangi Gang Venus Tambora, Permukiman Padat yang Minim Sinar Matahari

Menyambangi Gang Venus Tambora, Permukiman Padat yang Minim Sinar Matahari

Megapolitan
Supian Suri Ungkap Alasan Ajak Intan Fauzi Duet pada Pilkada Depok 2024

Supian Suri Ungkap Alasan Ajak Intan Fauzi Duet pada Pilkada Depok 2024

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Siswi SMP di Bekasi

Kronologi Pengeroyokan Siswi SMP di Bekasi

Megapolitan
Saksi: Sekuriti GBK yang Cekcok dengan Fotografer Sudah Dipindah Tugas

Saksi: Sekuriti GBK yang Cekcok dengan Fotografer Sudah Dipindah Tugas

Megapolitan
Pelaku 'Live' Instagram Saat Keroyok Siswi SMP di Bekasi

Pelaku "Live" Instagram Saat Keroyok Siswi SMP di Bekasi

Megapolitan
Anies Baswedan Terima Dukungan PKB untuk Maju Pilkada Jakarta 2024

Anies Baswedan Terima Dukungan PKB untuk Maju Pilkada Jakarta 2024

Megapolitan
Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Bekasi Berjumlah 4 Orang, Beda Sekolah dengan Korban

Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Bekasi Berjumlah 4 Orang, Beda Sekolah dengan Korban

Megapolitan
'Jangan-jangan Polisi Atau Jaksa Tebang Pilih Tidak Menahan Firli Bahuri'

"Jangan-jangan Polisi Atau Jaksa Tebang Pilih Tidak Menahan Firli Bahuri"

Megapolitan
Ajak Intan Fauzi Maju Bareng di Pilkada Depok, Supian Suri Klaim Tinggal Tunggu Restu Zulhas

Ajak Intan Fauzi Maju Bareng di Pilkada Depok, Supian Suri Klaim Tinggal Tunggu Restu Zulhas

Megapolitan
Lelang Rubicon Mario Dandy Dimenangi PT Adiguna Bumi Petrol, Laku Rp 725 Juta

Lelang Rubicon Mario Dandy Dimenangi PT Adiguna Bumi Petrol, Laku Rp 725 Juta

Megapolitan
Sekuriti GBK Cekcok dengan Fotografer, Saksi: Sudah Sering Ribut

Sekuriti GBK Cekcok dengan Fotografer, Saksi: Sudah Sering Ribut

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com