Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari Kecurigaan, Faizal Sempat Simpan Golok untuk Bunuh Pamannya di Atas Tumpukan Tabung Gas

Kompas.com - 14/05/2024, 21:58 WIB
Nabilla Ramadhian,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Faizal Arifin (23), tersangka kasus pembunuhan pamannya, AH (32), menghabisi nyawa korban menggunakan golok yang ia curi dari tukang kelapa di Kampung Dukuh, Ciputat, Tangerang Selatan.

Sebelum digunakan untuk membunuh, golok itu sengaja ditaruh di atas tumpukan tabung gas tiga kilogram. Faizal "menyembunyikan" golok tersebut supaya tak dicurigai sang paman.

"Pelaku satu menyimpan golok tersebut di tumpukan tabung gas dengan tujuan agar tidak diketahui maksud dan tujuan pelaku oleh korban," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Faizal sedianya merupakan keponakan AH yang dipekerjakan untuk menjaga warung Madura 24 jam milik korban sejak Januari 2024.

Menurut pengakuan Faizal, sang paman sering menegur dirinya karena dianggap bermalas-malasan menjaga warung. Faizal juga mengaku sering dipaksa untuk terus menerus menjaga warung, terutama saat waktu istirahat.

Baca juga: Tukang Soto Terlibat Pembunuhan Pria Dalam Sarung di Pamulang karena Tak Boleh Utang Rokok

Selain karena sakit hati, Faizal tega membunuh pamannya setelah diprovokasi Naedi (26), karyawan rumah makan soto Lamongan di dekat warung milik AH. 

Menurut polisi, Naedi mendorong Faizal untuk membacok pamannya menggunakan golok milik penjual kelapa di sebelah kiri warung AH.

"Pelaku dua (Faizal) menyampaikan secara lisan kepada pelaku satu (Naedi), 'jika kamu merasa tidak senang dengan perlakuan kakak sepupu kamu, kamu cari kerjaan di tempat lain saja. Dan terhadap kakak sepupumu, kamu bacok saja dan itu ada golok di warung penjual kelapa'," kata Titus.

Atas provokasi itu, pada Jumat (10/5/2024) siang, Faizal mengunjungi lapak tukang kelapa yang dimaksud Naedi. Namun, ia tak menemukan keberadaan golok tersebut.

Tak menyerah, Faizal kembali lagi ke warung kelapa itu sekitar 15 menit kemudian.

"Sebilah golok (ditemukan) di bawah meja yang ada barang dagangan berupa es kelapa," tutur Titus.

Usai mencuri golok dan meletakannya di atas tumpukan tabung gas, pada Jumat sore, Faizal melancarkan aksi kejinya. Golok itu dilayangkan beberapa kali ke tubuh AH hingga korban tewas.

Faizal lantas membungkus jasad AH menggunakan sarung serta karung goni dengan bantuan Naedi. Keduanya membuang jasad AH di Jalan Komplek Makadam, Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan.

Selang satu hari atau Sabtu (11/5/2024), jasad AH ditemukan oleh warga setempat.

Atas perbuatannya, Faizal dan Naedi dijerat dengan Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP, dan atau Pasal 181 KUHP tentang menyembunyikan kematian, dan atau Pasal 221 KUHP tentang menghalang-halangi proses penyidikan. Keduanya terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Kakak Tiri di Medan Serahkan Diri ke Polresta Bogor

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Heru Budi Minta Warga Gunakan Hak Pilihnya di Pilkada Jakarta 2024

Heru Budi Minta Warga Gunakan Hak Pilihnya di Pilkada Jakarta 2024

Megapolitan
Daftar 34 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Jakarta International Marathon

Daftar 34 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Jakarta International Marathon

Megapolitan
Ahok Ucapkan Selamat Ultah untuk Jakarta, Ungkit Sosok untuk Mengurus Warga

Ahok Ucapkan Selamat Ultah untuk Jakarta, Ungkit Sosok untuk Mengurus Warga

Megapolitan
Tawuran Pecah di Jatinegara Saat Momen HUT Jakarta ke-497

Tawuran Pecah di Jatinegara Saat Momen HUT Jakarta ke-497

Megapolitan
Transportasi Massal Lawas di Jakarta yang Kini Telah Punah...

Transportasi Massal Lawas di Jakarta yang Kini Telah Punah...

Megapolitan
Ditanya Soal Kandidat Cagub DKI, Heru Budi: Kandidatnya Bagus, Mudah-mudahan Pilihan Rakyat yang Terbaik

Ditanya Soal Kandidat Cagub DKI, Heru Budi: Kandidatnya Bagus, Mudah-mudahan Pilihan Rakyat yang Terbaik

Megapolitan
Absen Perayaan HUT Jakarta di PRJ Saat Ada Anies Baswedan, Heru Budi: Saya Rapat sampai Malam

Absen Perayaan HUT Jakarta di PRJ Saat Ada Anies Baswedan, Heru Budi: Saya Rapat sampai Malam

Megapolitan
Hari Ini HUT Jakarta, Masuk Monas Gratis hingga ke Museum dan Cawan

Hari Ini HUT Jakarta, Masuk Monas Gratis hingga ke Museum dan Cawan

Megapolitan
Heru Budi: Tahun Ini Ultah Terakhir Jakarta dengan Status Ibu Kota

Heru Budi: Tahun Ini Ultah Terakhir Jakarta dengan Status Ibu Kota

Megapolitan
Kaesang Sebut Dirinya dan Anies Berbeda, Anies: Saya Hormati Pandangan Beliau

Kaesang Sebut Dirinya dan Anies Berbeda, Anies: Saya Hormati Pandangan Beliau

Megapolitan
HUT Ke-497 Jakarta, DPRD Singgung Permasalahan yang Belum Terselesaikan

HUT Ke-497 Jakarta, DPRD Singgung Permasalahan yang Belum Terselesaikan

Megapolitan
LRT Jabodebek Gelar 'Photo Challenge' Bareng Ondel-ondel, Pemenang Dapat 'Merchandise'

LRT Jabodebek Gelar "Photo Challenge" Bareng Ondel-ondel, Pemenang Dapat "Merchandise"

Megapolitan
Anies Janji Mengembalikan yang Hilang di Jakarta Era Heru Budi

Anies Janji Mengembalikan yang Hilang di Jakarta Era Heru Budi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Megapolitan
Tak Pernah Absen dari Jakarta Fair, Satu Keluarga Masuk PRJ Jalur Undangan

Tak Pernah Absen dari Jakarta Fair, Satu Keluarga Masuk PRJ Jalur Undangan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com