Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sudah 2 Hari Macet Total di Tanjung Priok, Kapal dan Antrean Kontainer Diduga Jadi Biang Kerok

Kompas.com - 15/05/2024, 14:53 WIB
Muhammad Isa Bustomi

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan lalu lintas yang terjadi di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak Selasa (14/5/2024) hingga Rabu siang ini belum juga selesai.

Kini, sudah dua hari arus lalu lintas kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, macet panjang.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Edy Purwanto menjelaskan, kemacetan diduga disebabkan adanya kapal yang baru bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca juga: Pelabuhan Tanjung Priok Macet Total Hari Ini, Pengendara: Bikin Stres

"Ada lima kapal barang yang baru bersandar,Sehingga banyak truk trailer mengantre untuk mengambil barang ke kapal tersebut," ujar Edy saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (15/5/2024).

Penyebab lain dari kemacetan diduga karena pintu masuk otomatis Jakarta International Container Terminal (JICT) di Pelabuhan Tanjung Priok sempat rusak.

Meski saat ini sudah diperbaiki, kerusakan itu membuat kendaraan yang ingin masuk ke kawasan Tanjung Priok harus dilayani secara manual hingga menyebabkan antrean panjang.

"Sekitar setengah jam yang lalu sudah berhasil tertangani," kata Edy.

Baca juga: Antrean Truk Kerap Bikin Macet, Pihak Pelabuhan Tanjung Priok Diminta Cari Solusi

Meski polisi telah turun tangan dan mengatur lalu lintas, kemacetan masih terjadi di sekitar kawasan Tanjung Priok dan beberapa ruas jalan lain.

Hingga kini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Utara masih melakukan berbagai upaya untuk mengurai kemacetan di persimpangan Pelabuhan Tanjung Priok dan beberapa titik lainnya.

Pengendara cari jalur alternatif

Polisi mengimbau masyarakat yang hendak melintas di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang tidak ada keperluan untuk tidak lewat jalan sekitar Pelabuhan Tanjung Priok dan mencari jalan alternatif," kata Edy.

Baca juga: Macet Total di Pelabuhan Tanjung Priok-Cilincing, Sopir JakLingko Habiskan 3 Jam Sekali Narik

Ada sejumlah titik jalan yang mengalami kemacetan total yakni Jalan Yos Sudarso menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok, lalu Pelabuhan Tanjung Priok ke Jalan Raya Cilincing dan sebaliknya.

Polisi menyatakan, semakin sedikit pengendara yang melintas di jalan sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, maka kemacetan sedang ditangani dapat segera teratasi.

Pelabuhan didesak cari solusi

Pihak Pelabuhan Tanjung Priok diminta untuk segera bekerja sama dengan perusahaan yang menjalankan bisnis di kawasan itu.

Baca juga: Pengemudi Ojol: Banyak Penumpang Batalkan Pesanan karena Macet di Tanjung Priok

Edy mengatakan, kemacetan di sekitar Tanjung Priok disebabkan antrean kendaraan yang hendak masuk ke pelabuhan.

"Jadi, penyebab utamanya adalah kendaraan masuk ke pelabuhan. Penyelesaian masalah ini dengan cara duduk bersama para stakeholder terkait, seperti Pelindo (BUMN PT Pelabuhan Indonesia)," kata Edy.

Menurut Edy, pihak pelabuhan juga mestinya mengatur arus lalu lintas kontainer di dalam pelabuhan agar tidak menumpuk dan menyebabkan kemacetan sampai ke jalan raya.

"Di dalam, upaya pelabuhan itu seperti apa dalam mengatasi penumpukan kontainer agar tidak berimbas ke luar," ucap Edy.

 

(Reporter : Shinta Ayu Dewi | Editor | Irfan Maullana, Fitria Chusna Farisa)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Pengamat : Ahok Punya Kelebihan Buat Maju Pilkada DKI 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pohon Tumbang Timpa Seorang Pengunjung Tebet Eco Park, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Kecelakaan Tewaskan Pengendara Motor di Basura Jaktim, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

3 ASN Pemkot Ternate Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Narkoba di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Kronologi Mobil Tabrakan dengan Pikap dan Motor di Depok, Pengemudi Hilang Kendali

Megapolitan
Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Tembak Kaki Pembunuh Imam Mushala, Polisi: Ada Indikasi Melarikan Diri

Megapolitan
Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Toyota Yaris Tabrak Mobil Pikap dan Motor di Depok, 5 Orang Luka-luka

Megapolitan
Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Demi Kelabui Polisi, Galang Cukur Kumis dan Potong Rambut Usai Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk

Megapolitan
Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Ditusuk Sedalam 19 Cm, Imam Mushala di Kebon Jeruk Meninggal Saat Dirawat di RS

Megapolitan
Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Dharma Pongrekun Ikut Pilkada DKI Jalur Independen, Pengamat : Harus Dapat Simpati Warga Buat Menang

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Tewasnya Rojali, Korban Penganiayaan di Bogor

Megapolitan
Supaya Nyaman, Pekerja Harap Debu Tebal di Terminal Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok Segera Dibersihkan

Supaya Nyaman, Pekerja Harap Debu Tebal di Terminal Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok Segera Dibersihkan

Megapolitan
Peremas Payudara Beraksi di Bojonggede, Korbannya Ibu yang Sedang Gandeng Anak

Peremas Payudara Beraksi di Bojonggede, Korbannya Ibu yang Sedang Gandeng Anak

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak Kereta di Bogor Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga

Pria Tewas Tertabrak Kereta di Bogor Sempat Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga

Megapolitan
Sebelum Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk, Galang Beli Pisau Lipat dan Bolak-balik Cek TKP

Sebelum Bunuh Imam Mushala di Kebon Jeruk, Galang Beli Pisau Lipat dan Bolak-balik Cek TKP

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com