Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemprov DKI Diminta Prioritaskan Warga Jakarta dalam Rekrutmen PJLP dan Tenaga Ahli

Kompas.com - 15/05/2024, 21:35 WIB
Firda Janati,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Munir Arsyad meminta Pemprov DKI untuk memprioritaskan warga Jakarta dalam rekrutmen pekerja penyediaan jasa lainnya perorangan (PJLP) dan tenaga ahli. 

Munir mengatakan, sejak awal ada PJLP dan TA di Pemprov DKI Jakarta, banyak dari mereka yang tidak ber-KTP dan tinggal di Jakarta.

"Hal ini tentu tidak sejalan dengan upaya mengurangi pengangguran di Jakarta itu sendiri. Saya yakin warga Jakarta punya skill mumpuni juga, kalau warga luar daerah yang diprioritaskan saya curiga ada unsur KKN," ujar Munir saat dikonfirmasi, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Anggota DPRD DKI Minta Pemprov Kaji Izin Usaha Minimarket di Jakarta untuk Lindungi UMKM

Munir menjelaskan, dari hasil monitoring di lapangan, masih ada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang direkrut dari luar wilayah kelurahan.

Karena itu, anggota DPRD dari Partai Gerindra tersebut berharap Pemprov DKI dapat mempertimbangkan permintaannya.

"Di kelurahan tersebut masih banyak dan mau berkerja sebagai PPSU. Saya berharap ini bisa menjadi perhatian dan evaluasi ke depan," ucapnya.

Munir menilai, kondisi serupa juga terjadi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta yang belum terlalu memprioritaskan warga Jakarta atau domisili terdekat dari tempat kerja.

Baca juga: Anggota DPRD DKI Minta Pemprov Kaji Izin Usaha Minimarket di Jakarta untuk Lindungi UMKM

"Saya minta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi bisa melakukan pendataan dengan baik," tuturnya.

Munir lalu menyinggung adanya biaya dari APBD yang dikeluarkan untuk pelatihan kerja, tetapi kesempatan tidak diberikan kepada warga Jakarta.

Pelatihan kerja, lanjut Munir, juga harus memprioritaskan warga terdekat dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) dan menyesuaikan dengan aspirasi pelatihan kerja yang dibutuhkan.

"Jangan kita menghamburkan APBD untuk pelatihan kerja, tapi saat ada kesempatan kerja justru bukan warga Jakarta yang menjadi fokus utama," ungkapnya.

Munir melanjutkan, perlunya pendataan ulang yang bisa dilakukan sejalan dengan kebijakan penertiban Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas di Kali Sodong, Efendy Video Call Keluarga dengan Wajah Lebam

Dengan itu, akan terdeteksi profil pelamar sehingga bisa dipastikan yang bersangkutan merupakan warga Jakarta atau bukan.

"Harus tepat sasaran agar output dan outcome-nya bisa maksimal," tandas Munir.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Megapolitan
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Jakarta Imbas Luapan Kali Ciliwung

Banjir Rendam Sejumlah Titik di Jakarta Imbas Luapan Kali Ciliwung

Megapolitan
1 dari 2 Tersangka Penipuan Jual Beli Mobil Bekas Taksi 'Deka Reset' Ditangkap

1 dari 2 Tersangka Penipuan Jual Beli Mobil Bekas Taksi "Deka Reset" Ditangkap

Megapolitan
'Mayor' Terpilih Jadi Maskot Pilkada DKI Jakarta 2024

"Mayor" Terpilih Jadi Maskot Pilkada DKI Jakarta 2024

Megapolitan
Rute Transjakarta BW9 Kota Tua-PIK

Rute Transjakarta BW9 Kota Tua-PIK

Megapolitan
Gerombolan Kambing Lepas dan Bikin Macet JLNT Casablanca Jaksel

Gerombolan Kambing Lepas dan Bikin Macet JLNT Casablanca Jaksel

Megapolitan
Harum Idul Adha Mulai Tercium, Banyak Warga Datangi Lapak Hewan Kurban di Depok

Harum Idul Adha Mulai Tercium, Banyak Warga Datangi Lapak Hewan Kurban di Depok

Megapolitan
Seorang Satpam Apartemen di Bekasi Dianiaya Orang Tak Dikenal

Seorang Satpam Apartemen di Bekasi Dianiaya Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Banjir Akibat Luapan Kali Ciliwung, 17 Keluarga Mengungsi di Masjid dan Kantor Kelurahan

Banjir Akibat Luapan Kali Ciliwung, 17 Keluarga Mengungsi di Masjid dan Kantor Kelurahan

Megapolitan
39 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir Sore Ini, Imbas Luapan Kali Ciliwung

39 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir Sore Ini, Imbas Luapan Kali Ciliwung

Megapolitan
Ditemukan Kecurangan Pengisian Elpiji 3 Kg di Jabodetabek, Kerugiannya Rp 1,7 M

Ditemukan Kecurangan Pengisian Elpiji 3 Kg di Jabodetabek, Kerugiannya Rp 1,7 M

Megapolitan
Korban Penipuan 'Deka Reset' 45 Orang, Kerugian Capai Rp 3 Miliar

Korban Penipuan "Deka Reset" 45 Orang, Kerugian Capai Rp 3 Miliar

Megapolitan
3.772 Kendaraan di DKI Ditilang karena Lawan Arah, Pengamat : Terkesan Ada Pembiaran

3.772 Kendaraan di DKI Ditilang karena Lawan Arah, Pengamat : Terkesan Ada Pembiaran

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Kecelakaan Beruntun di Jalan Kartini Depok

Polisi Tangkap Pelaku Kecelakaan Beruntun di Jalan Kartini Depok

Megapolitan
Marketing Deka Reset Ditangkap, Pemilik Masih Buron dan Disebut Berpindah-pindah Tempat

Marketing Deka Reset Ditangkap, Pemilik Masih Buron dan Disebut Berpindah-pindah Tempat

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com