Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mayat Laki-laki Ditemukan Tergeletak di Separator Jalan di Koja

Kompas.com - 16/05/2024, 15:45 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mayat laki-laki ditemukan tergeletak di separator jalan yang ada di Jalan Raya Sulawesi, Koja, Jakarta Utara, pada Rabu (15/5/2024).

"Benar pada waktu dan tempat tersebut telah ditemukan seorang mayat berjenis kelamin laki-laki," kata Kasat Reskrim Polsek Koja AKP Alex Chandra saat dikonfirmasi oleh Kompas.com, Kamis (16/5/2024).

Mayat laki-laki itu bernama Andi Rahmat Rival (54) yang tinggal di Jalan Salak, Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta Utara.

Baca juga: Sempat Dirazia, Jukir Liar di Minimarket Bungur Raya Kembali Beroperasi

Awalnya, Andi ditemukan meninggal dunia oleh salah seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Utara bermama Dwi Puji (35) yang saat itu tengah bertugas.

"Awalnya, saksi (Dwi) diberitahu oleh warga bahwa di separator Jalan Raya Sulawesi ditemukan adanya seorang laki-laki dalam keadaan tergeletak," sambung Alex.

Usai mendapat laporan, Dwi langsung melakukan pengecekan, ternyata benar ditemukan seorang laki-laki dalam keadaan sudah meninggal dunia pada pukul 05.00 WIB.

Sekitar pukul 06.33 WIB, Dwi langsung menghubungi Polsek Koja terkait penemuan mayat itu.

Jajaran polisi Polsek Koja langsung melakukan pengecekan ke TKP secara langsung.

Baca juga: Lansia Tewas Ditusuk Orang Tak Dikenal di Kebon Jeruk, Polisi Selidiki Identitas Pelaku

"Setelah dilakukan pemeriksaan awal, di sekujur tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada bagian badan," jelas Alex.

Berdasarkan hasil CCTV yang diterima oleh Alex, Andi terlihat sedang berjalan di separator itu dan tiba-tiba terjatuh sampai akhirnya meninggal dunia.

Polisi langsung menghubungi pihak keluarga Andi yang kebetulan kediamannya tidak terlalu jauh dari TKP.

Jenazah Andi dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

"Masih di RSCM, dari pihak keluarga menolak untuk diotopsi karena meyakini meninggal karena sakit," tutup Alex.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PKS Usulkan Anies Jadi Cagub Jakarta, Pengamat: Sosoknya Melekat dengan PKS

PKS Usulkan Anies Jadi Cagub Jakarta, Pengamat: Sosoknya Melekat dengan PKS

Megapolitan
Cegah Kecurangan Saat PPDB, Pemkot Bogor Bentuk Tim Khusus

Cegah Kecurangan Saat PPDB, Pemkot Bogor Bentuk Tim Khusus

Megapolitan
12 Jukir Liar Terjaring Razia, Ada yang Kabur ke Panti Asuhan

12 Jukir Liar Terjaring Razia, Ada yang Kabur ke Panti Asuhan

Megapolitan
DPRD Kota Bogor Buka Posko Pengaduan PPDB 2024, Warga Bisa Lapor jika Temukan Kecurangan

DPRD Kota Bogor Buka Posko Pengaduan PPDB 2024, Warga Bisa Lapor jika Temukan Kecurangan

Megapolitan
Jadwal PPDB Kota Bogor 2024 untuk Tingkat SD dan SMP

Jadwal PPDB Kota Bogor 2024 untuk Tingkat SD dan SMP

Megapolitan
ART Diduga Lompat dari Rumah Majikan di Tangerang, Pergelangan Kaki Patah dan Badan Sulit Gerak

ART Diduga Lompat dari Rumah Majikan di Tangerang, Pergelangan Kaki Patah dan Badan Sulit Gerak

Megapolitan
Video Viral ART di Tangerang Lompat dari Lantai Atas Rumah Majikan, Polisi Selidiki

Video Viral ART di Tangerang Lompat dari Lantai Atas Rumah Majikan, Polisi Selidiki

Megapolitan
Maling Mengendap-endap Curi Motor di Toko Laundry Depok, Aksinya Terekam CCTV

Maling Mengendap-endap Curi Motor di Toko Laundry Depok, Aksinya Terekam CCTV

Megapolitan
Pria Paruh Baya Cabuli 11 Bocah di Bogor, KPAI Soroti Soal Predikat Kota Layak Anak

Pria Paruh Baya Cabuli 11 Bocah di Bogor, KPAI Soroti Soal Predikat Kota Layak Anak

Megapolitan
Mitigasi Bencana, Pemprov DKI Perbanyak RTH dan Transportasi Ramah Lingkungan

Mitigasi Bencana, Pemprov DKI Perbanyak RTH dan Transportasi Ramah Lingkungan

Megapolitan
Hotman Paris Sebut Teman Vina yang Diduga Kesurupan Tak Boleh Jadi Saksi

Hotman Paris Sebut Teman Vina yang Diduga Kesurupan Tak Boleh Jadi Saksi

Megapolitan
PDI-P Bogor Tunggu Hasil Survei Internal untuk Usung Calon Wali Kota di Pilkada 2024

PDI-P Bogor Tunggu Hasil Survei Internal untuk Usung Calon Wali Kota di Pilkada 2024

Megapolitan
PKS Diperkirakan Bakal Buat Syarat Khusus jika Putuskan Usung Anies pada Pilkada Jakarta

PKS Diperkirakan Bakal Buat Syarat Khusus jika Putuskan Usung Anies pada Pilkada Jakarta

Megapolitan
Hotman Paris: Kami Ragu Pegi Pembunuh Vina, tapi Tak Bilang 100 Persen Bukan Pelaku

Hotman Paris: Kami Ragu Pegi Pembunuh Vina, tapi Tak Bilang 100 Persen Bukan Pelaku

Megapolitan
Warga Kampung Bayam Mediasi dengan Jakpro di Kantor Komnas HAM Hari ini

Warga Kampung Bayam Mediasi dengan Jakpro di Kantor Komnas HAM Hari ini

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com