Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Fransiskus Asal Flores, Rela Cuti Kuliah demi Jadi Taruna STIP

Kompas.com - 17/05/2024, 07:46 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Fransiskus (21), salah satu calon taruna (catar) Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta tahun 2024, merasa kecewa dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi karena menunda penerimaan mahasiswa baru kampus tersebut.

"Saya kecewa, datang dari sana (Flores) jauh-jauh ke sini (Jakarta) untuk memperjuangkan cita-cita saya. Saya tadinya kuliah, tapi mendengar adanya pemberitaan tes STIP, saya ingin sekali menjadi seorang taruna," ucap Fransiskus ketika diwawancarai oleh Kompas.com di Markas Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran, Koja, Jakarta Utara, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Sebelum Penerimaan Dimoratorium, Catar STIP Sudah Bayar Rp 2 Juta untuk Seleksi Masuk

Demi bisa mengikuti proses seleksi calon taruna baru STIP di Jakarta, Fransiskus mengambil cuti kuliah sejak Februari 2024.

Pasalnya, ada empat tahapan tes yang harus dilalui apabila ingin menjadi taruna STIP, yaitu tes akademik, fisik, psikotes, dan wawancara.

"Saat tes akademik saya mengikuti dengan baik. Namun, ditundanya penerimaan catar ini membuat saya sangat kecewa," sambung dia.

Selain belajar secara akademik, Fransiskus juga melakukan persiapan fisik lebih dari satu tahun.

Ia rutin melakukan berbagai jenis olahraga, yaitu lari, renang, dan push up.

Meski di ambang ketidakpastian, Fransiskus tetap ingin memperjuangkan cita-citanya agar bisa menjadi catar STIP.

Baca juga: Seleksi Mahasiswa Baru STIP Ditunda, Calon Taruna: Jangan Sampai Pak Menteri Hancurkan Mimpi Kami

"Saya pengin (kuliah) di STIP ini, karena saya tahu kualitasnya terbaik," tegas Fransiskus.

Diberitakan sebelumnya, penundaan penerimaan mahasiswa baru STIP merupakan imbas kasus tewasnya Putu Satria Ananta Rustika (19) taruna tingkat satu yang dianiaya oleh seniornya, Tegar Rafi Sanjaya (21), Jumat (3/5/2024).

Disusul dengan surat pernyataan yang dikeluarkan STIP tentang penundaan seleksi catar tahun akademik 2024.

Dikeluarkannya surat pernyataan itu membuat para catar dan orangtuanya merasa terkejut karena tes tahap pertama di bidang akademik sudah berlangsung.

Para orangtua juga sudah mengeluarkan biaya sebesar Rp 2 juta untuk pendaftaran dan tes anaknya.

Para catar dan orangtuanya berharap Menhub bisa mempertimbangkan kembali penundaan penerimaan catar STIP tahun ini agar proses seleksi bisa kembali dilaksanakan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Saksi: Sekuriti GBK yang Cekcok dengan Fotografer Sudah Dipindah Tugas

Saksi: Sekuriti GBK yang Cekcok dengan Fotografer Sudah Dipindah Tugas

Megapolitan
Pelaku 'Live' Instagram Saat Keroyok Siswi SMP di Bekasi

Pelaku "Live" Instagram Saat Keroyok Siswi SMP di Bekasi

Megapolitan
Anies Baswedan Terima Dukungan PKB untuk Maju Pilkada Jakarta 2024

Anies Baswedan Terima Dukungan PKB untuk Maju Pilkada Jakarta 2024

Megapolitan
Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Bekasi Berjumlah 4 Orang, Beda Sekolah dengan Korban

Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Bekasi Berjumlah 4 Orang, Beda Sekolah dengan Korban

Megapolitan
'Jangan-jangan Polisi Atau Jaksa Tebang Pilih Tidak Menahan Firli Bahuri'

"Jangan-jangan Polisi Atau Jaksa Tebang Pilih Tidak Menahan Firli Bahuri"

Megapolitan
Ajak Intan Fauzi Maju Bareng di Pilkada Depok, Supian Suri Klaim Tinggal Tunggu Restu Zulhas

Ajak Intan Fauzi Maju Bareng di Pilkada Depok, Supian Suri Klaim Tinggal Tunggu Restu Zulhas

Megapolitan
Lelang Rubicon Mario Dandy Dimenangi PT Adiguna Bumi Petrol, Laku Rp 725 Juta

Lelang Rubicon Mario Dandy Dimenangi PT Adiguna Bumi Petrol, Laku Rp 725 Juta

Megapolitan
Sekuriti GBK Cekcok dengan Fotografer, Saksi: Sudah Sering Ribut

Sekuriti GBK Cekcok dengan Fotografer, Saksi: Sudah Sering Ribut

Megapolitan
Kejagung Limpahkan 10 Tersangka Korupsi Timah ke Kejari Jaksel

Kejagung Limpahkan 10 Tersangka Korupsi Timah ke Kejari Jaksel

Megapolitan
Siswi SMP di Bekasi Jadi Korban Pengeroyokan, Orangtua Lapor Polisi

Siswi SMP di Bekasi Jadi Korban Pengeroyokan, Orangtua Lapor Polisi

Megapolitan
HUT Ke-497 Jakarta, Perayaan Besar Menuju Kota Global 

HUT Ke-497 Jakarta, Perayaan Besar Menuju Kota Global 

Megapolitan
Seorang Pria Diduga Pamerkan Alat Kelaminnya ke Pedagang Es Teh di Bogor

Seorang Pria Diduga Pamerkan Alat Kelaminnya ke Pedagang Es Teh di Bogor

Megapolitan
Tangis dan Sesal Siswi SMP Jakarta yang Olok-olok Palestina di Resto Cepat Saji...

Tangis dan Sesal Siswi SMP Jakarta yang Olok-olok Palestina di Resto Cepat Saji...

Megapolitan
Tak Kuat Saat Menanjak, Truk Trailer Menimpa Mobil hingga Ringsek di Penjaringan

Tak Kuat Saat Menanjak, Truk Trailer Menimpa Mobil hingga Ringsek di Penjaringan

Megapolitan
Petugas Sekuriti GBK Diduga Cekcok dengan Fotografer

Petugas Sekuriti GBK Diduga Cekcok dengan Fotografer

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com