Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hati-hati Beli Mobil Bekas, Ada yang Dipasang GPS dan Digandakan Kuncinya oleh Penjual untuk Dicuri

Kompas.com - 17/05/2024, 10:20 WIB
Ruby Rachmadina,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat membeli mobil bekas.

Hal itu dikatakan Bismo setelah melihat kejadian pencurian mobil di wilayah Tajur, Kota Bogor, pada April 2024.

“Hati-hati dalam bertransaksi mobil, kita harus yakinkan beli mobil second harus di tempat terpercaya,” ujar Bismo kepada wartawan, Kamis (16/5/2024).

Bismo menyebutkan, kasus pencurian mobil di Tajur bermula ketika korban MHNA membeli mobil bekas dari salah seorang pelaku.

Baca juga: Modus Pencurian Mobil di Bogor: Jual Beli Kendaraan Bekas, Dipasang GPS dan Gandakan Kunci

Sebelum dijual ke korban, mobil tersebut lebih dulu dipasang global positioning system (GPS) atau sistem navigasi oleh pelaku. Pelaku juga menggandakan kunci mobil.

“Pengalaman dari kasus ini ternyata beli mobil second itu ternyata dipasangi GPS dan dicuri kembali oleh pelaku dengan cara sadis,” ujarnya.

Pelaku menjalankan aksinya secara berkelompok. Tak hanya di Bogor, pelaku beraksi di wilayah Tangerang, Lampung, hingga Palembang.

Di samping itu, lanjut Bismo, polisi saat ini masih mendalami jumlah unit mobil yang dijual para pelaku dengan modus yang sama.

Baca juga: Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Kasus Begal Mobil di Tajur Bogor

“Jadi misal kalau dari wilayah lain ingin mencari barang bukti atau laporan polisi serupa bisa berkoordinasi dengan kami karena pelaku tidak hanya beraksi di Bogor,” jelas Bismo.

Sebelumnya, Polresta Bogor Kota menangkap empat dari enam orang pelaku pencurian mobil yang mengakibatkan korban berinisial MHNA terseret hingga 150 meter.

Keempat pelaku ditangkap secara terpisah. Pelaku Ismed (I) ditangkap di Bogor, Andika (A) ditangkap di Kota Palembang, sedangkan Andika Rio (AR) dan Oki (O) ditangkap di Tangerang.

Sementara itu, dua tersangka lainnya yaitu Zaidan (Z) dan Calvin (C)masih buron.

Sebelum aksi pencurian pada 22 April 2024 terjadi, MHNA membeli mobil bekas milik tersangka A. Tersangka I bertindak sebagai perantara dalam jual beli ini.

Baca juga: Pencurian Mobil di Bogor Direncanakan Matang, Pelaku Intai Mobil Korban Selama 2 Bulan

Ternyata mobil tersebut sudah dipasang GPS oleh pelaku untuk dilacak keberadaannya.

Pelaku memantau keberadaan mobil selama dua bulan, saat mobil itu terdeteksi berada di wilayah Gang Babadak, Tajur, Kota Bogor, pelaku A, AR, dan C langsung bergerak menuju lokasi untuk merampas mobil yang telah menjadi milik MHNA.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Megapolitan
Anies Bakal 'Kembalikan Jakarta ke Relnya', Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Anies Bakal "Kembalikan Jakarta ke Relnya", Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Megapolitan
Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Megapolitan
Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Megapolitan
SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

Megapolitan
Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Megapolitan
Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Megapolitan
Keluarga Pengemis Sebatang Kara di Pejaten Barat Lepas Tangan Usai Mendiang Tewas Akibat Kebakaran

Keluarga Pengemis Sebatang Kara di Pejaten Barat Lepas Tangan Usai Mendiang Tewas Akibat Kebakaran

Megapolitan
Kebakaran di Gedung Graha CIMB Niaga, Api Berasal dari Poliklinik di Lantai Basement

Kebakaran di Gedung Graha CIMB Niaga, Api Berasal dari Poliklinik di Lantai Basement

Megapolitan
Melihat Kondisi Hunian Sementara Warga Eks Kampung Bayam yang Disoroti Anies

Melihat Kondisi Hunian Sementara Warga Eks Kampung Bayam yang Disoroti Anies

Megapolitan
Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Besok

Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Besok

Megapolitan
Basement Gedung Graha CIMB Niaga di Jalan Sudirman Kebakaran

Basement Gedung Graha CIMB Niaga di Jalan Sudirman Kebakaran

Megapolitan
Akhir Hayat Lansia Sebatang Kara di Pejaten, Tewas Terbakar di Dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan Air...

Akhir Hayat Lansia Sebatang Kara di Pejaten, Tewas Terbakar di Dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan Air...

Megapolitan
Anies Kembali Ikut Pilkada Jakarta, Warga Kampung Bayam: Buatlah Kami Sejahtera Lagi

Anies Kembali Ikut Pilkada Jakarta, Warga Kampung Bayam: Buatlah Kami Sejahtera Lagi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com