Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wanita Hamil Tewas di Kelapa Gading, Korban Sempat Bersetubuh Sebelum Ditinggal Kekasihnya

Kompas.com - 17/05/2024, 11:16 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Fakta baru kembali terungkap, wanita hamil yang ditemukan tewas di Kelapa Gading, Jakarta Utara, berinisial RN (35) pada Sabtu (20/4/2024), ternyata sempat bersetubuh dengan kekasihnya, Agusmita (27), sebelum ditinggal pergi.

"Padahal sebelum dia (tersangka) pergi, sempat bersetubuh sama korban," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Hady Siagian saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (16/5/2024).

Sejauh ini, Hady menduga pendarahan yang dialami RN disebabkan karena bekas aborsi yang belum sembuh namun sudah bersetubuh lagi.

Untuk menentukan penyebab pasti kematian RN sampai saat ini pisi masih menunggu hasil otopsi.

Baca juga: Wanita Hamil yang Tewas di Kelapa Gading Sedang Mengandung Empat Bulan

"Iya (sempat bersetubuh), makanya kita mau membuka hasil otopsi itu penyebab kematiannya apa? Apa kehabisan darah, apa infeksi, atau ada kekerasan benda tumpul seperti itu," sambung Hady.

Kabarnya, hasil otopsi RN secara keseluruhan akan keluar di minggu ini.

Walaupun hasil otopsi belum keluar, Hady menyatakan proses penyidikan tetap berjalan.

Pasalnya, polisi masih menyelidiki apakah kematian RN terjadi secara murni atau disengaja.

Lebih lanjut, Hady juga berjanji segera mengungkap penyebab kematian RN apabila hasil otopsi sudah keluar.

"Kita akan terbuka seluas-luasnya kepada masyarakat," kata dia.

Baca juga: Penyesalan Kekasih Wanita Hamil yang Tewas di Kelapa Gading, Minta Maaf Tinggalkan Korban Saat Tengah Pendarahan

Sebagai informasi, RN ditemukan tak bernyawa tanpa busana lengkap di salah satu kamar di ruko tempat ia bekerja yang berada di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Awalnya, RN diduga dibunuh oleh Agusmita yang merupakan kekasihnya sendiri.

Namun, ternyata dugaan sementara penyebab meninggalnya RN karena mengalami pendarahan.

Berdasarkan pemeriksaan, RN dan Agusmita memang sudah sepakat melakukan aborsi janin yang dikandung karena malu dengan keluarga.

Agusmita memberikan uang sebesar Rp 300.000 untuk RN menggugurkan kenadungannya.

Karena tindak aborsi itu, Agusmita ditetapkan menjadi tersangka kematian RN meski tidak membunuhnya dengan senjata tajam (sajam).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil 'Survei Langitan'

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil "Survei Langitan"

Megapolitan
Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Megapolitan
Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Megapolitan
Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Megapolitan
Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Megapolitan
PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

Megapolitan
Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Megapolitan
Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Megapolitan
Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Megapolitan
Pedagang Siomay di Kebayoran Berkurban Tiap Tahun, Patungan Rp 3,5 Juta untuk Beli Sapi

Pedagang Siomay di Kebayoran Berkurban Tiap Tahun, Patungan Rp 3,5 Juta untuk Beli Sapi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com