Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Tangkap Pelaku Tabrak Lari di Gambir yang Sebabkan Ibu Hamil Keguguran

Kompas.com - 17/05/2024, 16:52 WIB
Baharudin Al Farisi,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap DH (33), pengemudi Daihatsu Gran Max yang melarikan diri usai menabrak sepeda motor Yamaha Nmax di Jalan Pejambon, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2024).

Akibat kecelakaan tersebut, dua korban, yakni KWT (29) dan NYN (30) menderita luka. NYN bahkan mengalami keguguran. 

“Pengemudi kendaraan Daihatsu Gran Max, DH (33), yang awalnya kabur bisa diamankan untuk dibawa ke Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat,” kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Pusat AKP Setiyono saat dikonfirmasi, Jumat (17/5/2024).

Polisi menangkap pelaku berbekal petunjuk alat bukti berupa pelat nomor G 1148 DG milik Daihatsu Gran Max yang tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Dari proses penelusuran, diketahui bahwa Daihatsu Gran Max tersebut merupakan milik DH yang berdomisili di Brebes, Jawa Tengah. Polisi pun menciduk DH di Brebes. 

Atas kejadian tersebut, polisi menjerat DH dengan Pasal 310 Ayat (3) juncto Pasal 312 juncto Pasal 283 Undang Undang RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Baca juga: Ibu Hamil Jadi Korban Tabrak Lari di Gambir, Kandungannya Keguguran

Diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan Daihatsu Gran Max dengan sepeda motor Yamaha Nmax di Jalan Pejambon, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2024) pukul 05.40 WIB.

Peristiwa bermula saat mobil Gran Max melaju dari arah Lapangan Banteng menuju Stasiun Gambir.

Tepat di depan Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), mobil Gran Max yang dikendarai DH menabrak motor Yamaha Nmax dari sisi belakang.

Adapun sepeda motor tersebut dikendarai oleh KWT (29) yang sedang membonceng ibu hamil sekaligus apoteker berinisial NYN (30). Sesaat setelah menabrak, DH melarikan diri.

Atas kejadian ini, KWT mengalami luka pada bagian kaki dan tangan. Sedangkan, NYN mengalami luka memar pada bagian kepala dan tak sadarkan diri.

Terkini, diketahui bahwa NYN mengalami keguguran kandungan akibat kecelakaan tersebut. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Sempat Sidak Alun-alun Bogor, Pj Wali Kota Soroti Toilet hingga PKL di Trotoar

Sempat Sidak Alun-alun Bogor, Pj Wali Kota Soroti Toilet hingga PKL di Trotoar

Megapolitan
Kisah Dian Bertahan Jadi Pelukis Piring, Karya Ditawar Murah hingga Lapak Diganggu Preman

Kisah Dian Bertahan Jadi Pelukis Piring, Karya Ditawar Murah hingga Lapak Diganggu Preman

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok hingga Lempar Batu-Helm, Lalin Jalan TB Simatupang Sempat Tersendat

Dua Ormas Bentrok hingga Lempar Batu-Helm, Lalin Jalan TB Simatupang Sempat Tersendat

Megapolitan
Kisah Perantau Bangun Masjid di Kampung Halaman dari Hasil Kerja di Tanah Perantauan

Kisah Perantau Bangun Masjid di Kampung Halaman dari Hasil Kerja di Tanah Perantauan

Megapolitan
Uniknya Seni Lukis Piring di Bekasi, Bermodalkan Piring Melamin dan Pensil Anak SD

Uniknya Seni Lukis Piring di Bekasi, Bermodalkan Piring Melamin dan Pensil Anak SD

Megapolitan
Sapi Kurban Mengamuk Saat Hendak Disembelih di Tangsel, Rusak Tiga Motor Warga

Sapi Kurban Mengamuk Saat Hendak Disembelih di Tangsel, Rusak Tiga Motor Warga

Megapolitan
Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Megapolitan
PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil 'Survei Langitan'

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil "Survei Langitan"

Megapolitan
Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Megapolitan
Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Megapolitan
Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com