Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Epy Kusnandar Direhabilitasi sedangkan Yogi Gamblez Ditahan, Ini Alasan Polisi

Kompas.com - 17/05/2024, 20:07 WIB
Rizky Syahrial,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi memberikan asesmen rehabilitasi narkotika terhadap aktor Epy Kusnandar usai menetapkan pemeran sinetron "Preman Pensiun" itu sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika.

Hal itu berdasarkan surat telegram Kabareskrim Polri Nomor 145 Tahun 2021 terkait implementasi peraturan polisi nomor tahun 2021 tentang penanganan tindak pidana narkotika.

"Nantinya akan kami lakukan proses rehabilitasi terhadap EK (Epy Kusnandar) melalui keadilan restoratif atau restorative justice," ucap Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi dalam konferensi pers, Jumat (17/5/2024).

Menurut Syahduddi, Epy baru pertama kali mengonsumsi ganja. Selain itu, tidak ditemukan pula barang bukti kepemilikan ganja oleh Epy.

Baca juga: Depresi, Epy Kusnandar Tak Dihadirkan dalam Konferensi Pers Kasus Narkobanya

Syahduddi menuturkan, keputusan mengenai asesmen rehabilitasi terhadap Epy telah melalui koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

"Jadi keputusan rehabilitasi ini bukan semata-mata subjektifitas penyidik saja," jelas dia.

Selain itu, kata Syahduddi, pihaknya tak melakukan penahan lantaran mempertimbangkan kondisi kesehatan Epy yang diduga mengalami depresi akibat kasus ini.

Atas kondisi tersebut, Epy kini dirawat di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Fatmawati, Jakarta Selatan.

"Sudah dua hari yang bersangkutan dirawat," kata Syahduddi.

Berbeda dengan Epy, polisi langsung menahan satu aktor lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, Yogi Gamblez. 

Saat mengamankan Yogi, polisi mendapat temuan barang bukti berupa daun ganja kering seberat 4,18 gram dan biji ganja seberat 8,16 gram.

"4,18 gram ganja ditemukan di botol mayonais dalam kulkas, serta ditemukan juga biji ganja seberat 8,16 gram dari bungkus rokok berwarna biru," ucap Syahduddi.

Berdasar hasil tes kesehatan Yogi juga menunjukan kalau ia tidak alami penyakit.

Berbeda pula dengan Epy yang diduga mengalami depresi, menurut polisi, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa Yogi dalam keadaan sehat.

Baca juga: Epy Kusnandar Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penyalahgunaan Narkoba, Kini Direhabilitasi

Dalam kasus ini, Yogi dijerat Pasal 111 ayat 1 Junto pasal 127 ayat 1 huruf A UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Kepemilikan Narkotika. Yogi terancam hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Sedangkan Epy dijerat dengan Pasal 127 ayat (1) huruf A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika golongan 1 bagi dirinya sendiri. Menurut aturan, ia wajib direhabilitasi atau pidana penjara maksimal empat tahun.

Diberitakan sebelumnya, Epy dan Yogi ditangkap polisi terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis ganja di sekitar apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2024).

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Indrawienny Panjiyoga menuturkan, keduanya dalam kondisi sadar saat ditangkap.

"Keduanya sadar, tapi kami masih harus melakukan pemeriksaan yang lebih dalam," ujar Panjiyoga.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Ulah Meresahkan Wanita di Depok, Mengaku Malaikat lalu Paksa Warga Beri Uang Sambil Marah-marah

Ulah Meresahkan Wanita di Depok, Mengaku Malaikat lalu Paksa Warga Beri Uang Sambil Marah-marah

Megapolitan
Anies Baswedan Siap Ikut Pilkada Jakarta 2024, PKS Tunggu Keputusan DPP

Anies Baswedan Siap Ikut Pilkada Jakarta 2024, PKS Tunggu Keputusan DPP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Karyawan Toko Terkait Perampokan 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2

Polisi Akan Periksa Karyawan Toko Terkait Perampokan 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2

Megapolitan
Formula E Jakarta Ditunda Tahun Depan, Heru Budi: Nanti Tanya Gubernur yang Baru

Formula E Jakarta Ditunda Tahun Depan, Heru Budi: Nanti Tanya Gubernur yang Baru

Megapolitan
'Malaikat' Mampir 7 Kali ke Rumahnya, Warga: Dikasih Rp 50.000 Minta Rp 200.000, Enggak Puas

"Malaikat" Mampir 7 Kali ke Rumahnya, Warga: Dikasih Rp 50.000 Minta Rp 200.000, Enggak Puas

Megapolitan
Tiket Ancol Gratis Spesial HUT DKI Setelah Pukul 17.00 WIB, Ini Syarat dan Ketentuannya

Tiket Ancol Gratis Spesial HUT DKI Setelah Pukul 17.00 WIB, Ini Syarat dan Ketentuannya

Megapolitan
Dudung Abdurachman Tegaskan Tak Maju Pilkada Jakarta 2024

Dudung Abdurachman Tegaskan Tak Maju Pilkada Jakarta 2024

Megapolitan
Polisi Usut Dugaan Sekuriti dan Karyawan Terlibat Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2

Polisi Usut Dugaan Sekuriti dan Karyawan Terlibat Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2

Megapolitan
Pemerintah Segera Bentuk Satgas Judi Online, Fahira Idris Berikan Beberapa Catatan

Pemerintah Segera Bentuk Satgas Judi Online, Fahira Idris Berikan Beberapa Catatan

Megapolitan
Aset Rusunawa Marunda Dijarah Maling, Heru Budi: Kami Tangkap Pelakunya

Aset Rusunawa Marunda Dijarah Maling, Heru Budi: Kami Tangkap Pelakunya

Megapolitan
Anies Mau Kembalikan Jakarta ke Relnya, Gerindra: Dulu Gubernurnya Siapa?

Anies Mau Kembalikan Jakarta ke Relnya, Gerindra: Dulu Gubernurnya Siapa?

Megapolitan
Politikus Gerindra Sebut Ada yang 'Meriang' dan Buru-buru Deklarasi Usai Partainya Cek Ombak Pilkada Jakarta

Politikus Gerindra Sebut Ada yang "Meriang" dan Buru-buru Deklarasi Usai Partainya Cek Ombak Pilkada Jakarta

Megapolitan
Geliat di Kampung Konfeksi Tambora, Industri Tak Kecil di Dalam Gang Kecil...

Geliat di Kampung Konfeksi Tambora, Industri Tak Kecil di Dalam Gang Kecil...

Megapolitan
Pilu Wanita di Tangsel, Dipukuli Pacar hingga Babak Belur dan Disekap gara-gara Hilangkan Ponsel

Pilu Wanita di Tangsel, Dipukuli Pacar hingga Babak Belur dan Disekap gara-gara Hilangkan Ponsel

Megapolitan
Ruang Sauna di Jakarta Barat Diduga Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Ruang Sauna di Jakarta Barat Diduga Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com