Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPK GBK Ungkap Riwayat Kepemilikan Tanah Tempat Berdirinya Hotel Sultan

Kompas.com - 17/05/2024, 21:53 WIB
Baharudin Al Farisi,
Jessi Carina

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) dan Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Kharis Sucipto, menjelaskan asal usul kepemilikan tanah yang kini di atasnya berdiri bangunan bernama The Sultan Hotel & Residence Jakarta.

Penjelasan Kharis ini sekaligus menangkis klaim oleh PT Indobuildco sebagai pengelola The Sultan Hotel & Residence Jakarta.

PT Indobuildco dan pemerintah saat ini tengah bersitegang dan kasus sengketa lahan tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Baca juga: Sidang Konflik Lahan, Hakim Periksa Langsung Objek Perkara di Hotel Sultan

Kharis menegaskan, Hak Pengelolaan (HPL) No.1/Gelora atau Komplek Gelora ini terbit sejak pemerintah melalui Komando Urusan Pembangunan Asian Games (KUPAG) membebaskan tanah untuk penyelenggaraan Asian Games keempat pada 1962.

Pembebasan tanah tersebut juga termasuk bidang tanah tempat The Sultan Hotel & Residence Jakarta saat ini berdiri.

Beberapa tahun setelah penyelenggaraan Asian Games keempat, yakni 31 Oktober 1970, GBK mengajukan permohonan sertifikasi terhadap seluruh tanah-tanah yang dibebaskan, termasuk Hotel Sultan berdiri.

"Pada saat itu PT Indobuildco belum berdiri, jadi sudah diajukan pensertifikatan itu," ujar dia di kantor PPKGBK, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2024).

Baca juga: Kubu Pontjo Sutowo Yakin HGB Hotel Sultan Clear

Usai resmi berdiri, PT Indobuildco pada 7 Januari 1971 mengajukan permohonan kepada Gubernur DKI Jakarta untuk pembangunan hotel.

Setelah hampir satu pekan, tepatnya 12 Januari 1971, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan izin kepada PT Indobuildco untuk membangun hotel.

"Yang dimohonkan dan menggunakan tanah seluas kurang lebih 13 hektar dalam bentuk keputusan gubernur pada saat itu," ujar Kharis.

Dalam surat keputusan gubernur tentang pemberian izin, PT Indobuildco diwajibkan menyumbang conference hall bertaraf internasional kepada pemerintah dan pembayaran royalti.

"Itulah yang merupakan perikatan antara pemerintah dengan PT Indobuildco dalam penggunaan tanah HPL No.1/Gelora. Jadi ada hak kewajiban di sana," ujar dia.

Baca juga: Upaya Pemerintah Rebut Hotel Sultan dari Pontjo Sutowo

Berbekal surat perizinan tersebut, PT Indobuildco mengurus hak atas tanah di atas tanah yang dibebaskan pemerintah dan terbitlah akta notaris SHGB Nomor 20/Gelora atas nama PT Indobuildco.

"Pemberian HGB berdasarkan izin gubernur bukan karena PT Indobuildco membebaskan tanah atau mengganti rugi tanah atau mendapat hibah atau warisan atau perbuatan hukum lain,” tegas Kharis.

“(Tetapi) semata-mata karena izin dari gubernur yang didalam sudah membuat hak dan kewajiban PT Indobuildco dengan jangka waktu 30 tahun," lanjutnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Selasa 25 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Selasa 25 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Berawan

Megapolitan
Soal Kans Sahroni Maju Pilkada Jakarta, Surya Paloh: Cek Dulu, Dia Siap Lahir Batin atau Enggak?

Soal Kans Sahroni Maju Pilkada Jakarta, Surya Paloh: Cek Dulu, Dia Siap Lahir Batin atau Enggak?

Megapolitan
Anak Bunuh Ayah Kandung di Duren Sawit, Sempat Kabur lalu 'Dijebak' Tetangga

Anak Bunuh Ayah Kandung di Duren Sawit, Sempat Kabur lalu "Dijebak" Tetangga

Megapolitan
Ayah di Duren Sawit Tewas di Tangan Putri Kandung, Ditikam Saat Tidur

Ayah di Duren Sawit Tewas di Tangan Putri Kandung, Ditikam Saat Tidur

Megapolitan
Kota Bogor Tuan Rumah Musda ke-17 Hipmi, Pemkot Minta Pengusaha Belanja Produk Lokal

Kota Bogor Tuan Rumah Musda ke-17 Hipmi, Pemkot Minta Pengusaha Belanja Produk Lokal

Megapolitan
Putri Bunuh Ayah Kandung di Duren Sawit, Pelaku Disebut Hidup di Jalan sebagai Pengamen

Putri Bunuh Ayah Kandung di Duren Sawit, Pelaku Disebut Hidup di Jalan sebagai Pengamen

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemilik 'Wedding Organizer' yang Diduga Tipu Calon Pengantin di Bogor

Polisi Tangkap Pemilik "Wedding Organizer" yang Diduga Tipu Calon Pengantin di Bogor

Megapolitan
Usai Bunuh Ayahnya, Putri Pedagang Perabot di Duren Sawit Gondol Motor dan Ponsel Korban

Usai Bunuh Ayahnya, Putri Pedagang Perabot di Duren Sawit Gondol Motor dan Ponsel Korban

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas 3 Jukir Liar yang Getok Tarif Parkir Bus Rp 300.000 di Masjid Istiqlal

Polisi Kantongi Identitas 3 Jukir Liar yang Getok Tarif Parkir Bus Rp 300.000 di Masjid Istiqlal

Megapolitan
Pedagang Perabot Dibunuh Anaknya, Pelaku Emosi karena Tidak Terima Dimarahi

Pedagang Perabot Dibunuh Anaknya, Pelaku Emosi karena Tidak Terima Dimarahi

Megapolitan
Pembunuh Pedagang Perabot Sempat Kembali ke Toko Usai Dengar Kabar Ayahnya Tewas

Pembunuh Pedagang Perabot Sempat Kembali ke Toko Usai Dengar Kabar Ayahnya Tewas

Megapolitan
KPU DKI Bakal Coklit Data Pemilih Penghuni Apartemen untuk Pilkada 2024

KPU DKI Bakal Coklit Data Pemilih Penghuni Apartemen untuk Pilkada 2024

Megapolitan
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran 9 Rumah di Jalan Semeru Jakbar

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran 9 Rumah di Jalan Semeru Jakbar

Megapolitan
Pastikan Kesehatan Pantarlih Pilkada 2024, KPU DKI Kerja Sama dengan Dinas Kesehatan

Pastikan Kesehatan Pantarlih Pilkada 2024, KPU DKI Kerja Sama dengan Dinas Kesehatan

Megapolitan
Usai Dilantik, Pantarlih Bakal Cek Kecocokan Data Pemilih dengan Dokumen Kependudukan

Usai Dilantik, Pantarlih Bakal Cek Kecocokan Data Pemilih dengan Dokumen Kependudukan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com