Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Perundung Siswi SMP di Bogor Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

Kompas.com - 18/05/2024, 11:54 WIB
Dinda Aulia Ramadhanty,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Sebanyak dua pelajar yang ditangkap polisi akibat merundung siswi SMP di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terancam dikeluarkan dari sekolah.

"Sangat berat untuk sanksinya. Karena kami lagi untuk menjunjung prestasi, ternyata memang ada masalah seperti ini. Maka, sanksinya (bisa) sangat berat dari kepala sekolah SMP jika terbukti jelas," kata Perwakilan Pengurus Yayasan SMP Wira Buana Ahmad Ruli Irawan kepada Kompas.com, Jumat (17/5/2024).

Baca juga: Dirundung karena Rebutan Cowok, Siswi SMP di Bogor Dijebak untuk Bertemu

Dua pelaku yang merupakan pelajar di SMP Wira Buana disebutkan berinisial A dan W.

Keduanya masih duduk di kelas 7 dan saat hari kejadian, sekolah sedang libur.

"Kebetulan libur sih sebenarnya yang kemarin (saat kejadian). Makanya kami dapat informasi itu kaget, tapi ya namanya anak suka di luar dugaan," ungkap Ahmad.

Pihak sekolah dan yayasan belum mengetahui jelas keterlibatan dan peran yang dipegang kedua muridnya saat aksi perundungan.

"Itu masih dalam pembicaraan dan pembahasan. Artihya, kami juga belum dapat sejelas detailnya, tadi kami ngobrol-ngobrol masih belum dimediasi siapakah ini yang berbuat ini, siapakah itu, itu belum," jelas Ahmad.

Kedua pelaku sudah dibawa oleh anggota Polres Metro Depok untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Polisi Amankan Dua Pelaku Perundungan Siswi SMP di Citayam

Secara terpisah, Kapolres Metro Depok Kombes Arya Perdana menyampaikan, perselisihan itu disebabkan masalah seorang cowok.

"Jadi kalau pengakuan dari pelaku korban ini menyatakan kalau si pelaku ini memfitnah gitu ya setelah itu masalahnya tentang laki-laki begitu ya, tapi ini semua masih kami dalami mana yang benar," tutur Arya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang menampilkan aksi bullying antarsiswi di Citayam, Kabupaten Bogor, ramai di media sosial (medsos).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Al-Basyariah, Uus Shaharoh, mengonfirmasi peristiwa yang melibatkan siswinya.

“Yang benar adalah SMP Al-Basyariah itu yang menjadi korban. Yang jadi korban itu satu orang berinisial K (kelas 7),” terang Uus.

 Baca juga: Bullying Siswi SMP di Bogor Diduga karena Rebutan Cowok

Peristiwa perundungan diperkirakan terjadi pada Kamis (16/5/2024) sekitar pukul 16.00 WIB di Bulak Jagal, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Kejadian kemarin itu di luar dugaan kami. Jadi, kemarin tepatnya jam 16.00 tepatnya di Bulak Jagal itu ada kejadian yang melibatkan daripada siswa kita,” tutur Uus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sempat Sidak Alun-alun Bogor, Pj Wali Kota Soroti Toilet hingga PKL di Trotoar

Sempat Sidak Alun-alun Bogor, Pj Wali Kota Soroti Toilet hingga PKL di Trotoar

Megapolitan
Kisah Dian Bertahan Jadi Pelukis Piring, Karya Ditawar Murah hingga Lapak Diganggu Preman

Kisah Dian Bertahan Jadi Pelukis Piring, Karya Ditawar Murah hingga Lapak Diganggu Preman

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok hingga Lempar Batu-Helm, Lalin Jalan TB Simatupang Sempat Tersendat

Dua Ormas Bentrok hingga Lempar Batu-Helm, Lalin Jalan TB Simatupang Sempat Tersendat

Megapolitan
Kisah Perantau Bangun Masjid di Kampung Halaman dari Hasil Kerja di Tanah Perantauan

Kisah Perantau Bangun Masjid di Kampung Halaman dari Hasil Kerja di Tanah Perantauan

Megapolitan
Uniknya Seni Lukis Piring di Bekasi, Bermodalkan Piring Melamin dan Pensil Anak SD

Uniknya Seni Lukis Piring di Bekasi, Bermodalkan Piring Melamin dan Pensil Anak SD

Megapolitan
Sapi Kurban Mengamuk Saat Hendak Disembelih di Tangsel, Rusak Tiga Motor Warga

Sapi Kurban Mengamuk Saat Hendak Disembelih di Tangsel, Rusak Tiga Motor Warga

Megapolitan
Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Megapolitan
PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil 'Survei Langitan'

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil "Survei Langitan"

Megapolitan
Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Megapolitan
Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Megapolitan
Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com