Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perundungan Pelajar SMP di Citayam, Pelaku Jambak dan Pukul Korban Pakai Tangan Kosong

Kompas.com - 18/05/2024, 12:45 WIB
Baharudin Al Farisi,
Jessi Carina

Tim Redaksi

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Pelajar SMP di Bogor mendapatkan kekerasan fisik saat dirundung oleh kelompok pelajar sekolah lain di Citayam. 

“Sesuai ditanya, dia (korban) dijambak, terus, mungkin, dipukul dengan tangan kosong, didorong. Sementara baru itu yang kami peroleh,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana saat dikonfirmasi, Jumat (17/5/2024).

Setelah mendapatkan kekerasan itu, korban langsung menjalani visum. Arya mengatakan saat ini luka-luka pada tubuh korban sudah diobat. 

“Untuk kondisinya sekarang, tidak terlalu parah, karena hanya memar-memar dan ini sudah diobati,” ucap Arya.

Baca juga: Dijebak Bertemu Perundungnya, Siswi SMP di Bogor Awalnya Diajak Ngopi Bareng

Korban bersekolah di SMP Al Basyariah, Jalan Raya Pabuaran, Bojonggede. Sementara pelaku mengemban pendidikan di SMP Wira Buana.

Mereka saling mengenal satu sama lain mengingat keduanya dalam satu ruang lingkup pertemanan.

Pelaku perundungan diduga menjebak korban dengan alasan “ngopi” bareng.

Pelaku juga berdalih ingin berbicara tentang satu hal dengan korban.

“Iya betul, diajak keluar untuk ngopi. Iya (dijebak), korban ini diajak ke satu tempat untuk diajak ngomong, tapi ternyata melakukan kekerasan terhadap korban,” ungkap Arya.

Baca juga: Dirundung karena Rebutan Cowok, Siswi SMP di Bogor Dijebak untuk Bertemu

Saat ditanya apakah perundungan ini telah direncanakan, Arya enggan menyimpulkan. Saat ini, penyidik Sat Reskrim Polres Metro Depok masih melakukan pemeriksaan mendalam.

Menurutnya, ini merupakan permasalahan pelajar yang diselesaikan dengan cara kekerasan. Oleh karena itu, menjadi tindak pidana.

Arya mengatakan, aksi perundungan ini dipicu karena permasalahan asmara.

“Jadi, pelaku menyampaikan, (dia) merasa kesal dengan korban. Tapi, ini masih kita dalami ya. Jadi, kalau pengakuan dari pelaku, korban ini menyatakan kalau si pelaku ini memfitnah, gitu ya,” kata Arya.

“Setelah itu masalahnya tentang laki-laki, begitu ya. Tapi, ini semua masih kita dalami, mana yang benar dan yang salah,” lanjutnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Lansia Sebatang Kara yang Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat Bekerja Sebagai Pengemis

Lansia Sebatang Kara yang Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat Bekerja Sebagai Pengemis

Megapolitan
Korban Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat adalah Lansia Sebatang Kara

Korban Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat adalah Lansia Sebatang Kara

Megapolitan
Ditanya Soal Wacana Duet pada Pilkada Jakarta, Kaesang: Paling Realistis dengan Anies

Ditanya Soal Wacana Duet pada Pilkada Jakarta, Kaesang: Paling Realistis dengan Anies

Megapolitan
Akhir Pelarian Perampok 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2, Ditembak Polisi karena Melawan

Akhir Pelarian Perampok 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2, Ditembak Polisi karena Melawan

Megapolitan
Traumanya Pedagang Es Teh di Bogor, Takut Berjualan Usai Jadi Korban Pria Pamer Alat Kelamin

Traumanya Pedagang Es Teh di Bogor, Takut Berjualan Usai Jadi Korban Pria Pamer Alat Kelamin

Megapolitan
Untuk Kedua Kalinya, Keluarga Akseyna Terima Surat Perkembangan Hasil Penyelidikan dari Polisi

Untuk Kedua Kalinya, Keluarga Akseyna Terima Surat Perkembangan Hasil Penyelidikan dari Polisi

Megapolitan
Berawal dari Mager, Siswa SMA di Jaksel Bikin Lampu Sensor Suara untuk Pameran Karya P5

Berawal dari Mager, Siswa SMA di Jaksel Bikin Lampu Sensor Suara untuk Pameran Karya P5

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penganiaya 4 Warga di Koja Seorang Residivis dan DPO Pembunuhan | Mobil Terguling hingga Ringsek di Jalan Pangeran Antasari

[POPULER JABODETABEK] Penganiaya 4 Warga di Koja Seorang Residivis dan DPO Pembunuhan | Mobil Terguling hingga Ringsek di Jalan Pangeran Antasari

Megapolitan
Perkara Ponsel Hilang, Pemuda Ini Sekap dan Aniaya Kekasih hingga Babak Belur

Perkara Ponsel Hilang, Pemuda Ini Sekap dan Aniaya Kekasih hingga Babak Belur

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 15 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 15 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Hujan Ringan

Megapolitan
Daur Ulang Barang Bekas, Siswa SMA di Jaksel Buat Tempat Sampah Elektrik dan Lampu Sensor Suara

Daur Ulang Barang Bekas, Siswa SMA di Jaksel Buat Tempat Sampah Elektrik dan Lampu Sensor Suara

Megapolitan
'Ngeles' Saat Ditanya Ketertarikan Ikut Pilkada Jakarta, Heru Budi: Saya Tertarik Ngambil Telur Bagus

"Ngeles" Saat Ditanya Ketertarikan Ikut Pilkada Jakarta, Heru Budi: Saya Tertarik Ngambil Telur Bagus

Megapolitan
Ulah Meresahkan Wanita di Depok, Mengaku Malaikat lalu Paksa Warga Beri Uang Sambil Marah-marah

Ulah Meresahkan Wanita di Depok, Mengaku Malaikat lalu Paksa Warga Beri Uang Sambil Marah-marah

Megapolitan
Anies Baswedan Siap Ikut Pilkada Jakarta 2024, PKS Tunggu Keputusan DPP

Anies Baswedan Siap Ikut Pilkada Jakarta 2024, PKS Tunggu Keputusan DPP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Karyawan Toko Terkait Perampokan 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2

Polisi Akan Periksa Karyawan Toko Terkait Perampokan 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com