Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pencuri Motor yang Sempat Diamuk Massa di Tebet Meninggal Dunia Usai Dirawat di RS

Kompas.com - 18/05/2024, 22:14 WIB
Dzaky Nurcahyo,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Yanto (50), pencuri motor yang sempat diamuk serta ditelanjangi massa di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dinyatakan meninggal dunia.

"Pelaku (pencurian motor) sudah meninggal dunia," kata Kapolsek Tebet Kompol Murodih saat dikonfirmasi, Sabtu (18/5/2024).

Murodih mengatakan, Yanto menghembuskan napas terakhirnya pada 16 Mei 2024.

Ia meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di salah satu rumah sakit.

“Meninggal dunia pukul 16.00 WIB,” tutur dia.

Baca juga: Pencuri Motor yang Dihakimi Warga Pasar Minggu Ternyata Residivis, Pernah Dipenjara 3,5 Tahun

Kendati begitu, Murodih tak mengungkapkan penyebab spesifik terkait kematian Yanto.

Ia hanya mengatakan bahwa pelaku meninggal dunia karena luka yang dideritanya.

“(Meninggal dunia) akibat luka yang diderita pelaku,” imbuh dia.

Sebagai informasi, Yanto babak belur dihajar massa karena ketahuan mencuri motor di Jalan Lapangan Ros IV, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (5/5/2024).

Pelaku diketahui melancarkan aksinya di salah satu rumah warga sekitar pukul 04.30 WIB.

Ia mengambil motor yang terparkir di jalan gang dan sedang ditinggal pemiliknya ke masjid.

Baca juga: Pencuri Motor di Bekasi Bawa Pistol, Lepaskan Tembakan 3 Kali

Nahas, saat berupaya kabur usai melancarkan aksinya, Yanto terciduk oleh warga. Ia kemudian menjadi bulan-bulanan warga.

Tak berhenti sampai di sana, warga turut menelanjangi Yanto dan menyisakan pakaian dalamnya saja.

Polisi kemudian melarikan Yanto ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Yanto lalu dirawat di ruang intensive care unit (ICU) akibat luka parah yang diderita di bagian kepala.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang Sembunyi di Kelapa Gading Selama 1 Tahun

DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang Sembunyi di Kelapa Gading Selama 1 Tahun

Megapolitan
Penganiaya 4 Warga Koja Ternyata DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang

Penganiaya 4 Warga Koja Ternyata DPO Kasus Pembunuhan Sekuriti di Lippo Cikarang

Megapolitan
Melawan Saat Ditangkap, Penganiaya 4 Warga di Koja Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Penganiaya 4 Warga di Koja Ditembak Polisi

Megapolitan
Pria Penganiaya 4 Warga di Koja Sering Mengamuk Setiap Kali Tersinggung

Pria Penganiaya 4 Warga di Koja Sering Mengamuk Setiap Kali Tersinggung

Megapolitan
Survei Indikator: Tingginya Elektabilitas Dedie Rachim di Pilkada Bogor Dipengaruhi Sosok Bima Arya

Survei Indikator: Tingginya Elektabilitas Dedie Rachim di Pilkada Bogor Dipengaruhi Sosok Bima Arya

Megapolitan
Heru Budi Sebut Tema PRJ 2024 Menekankan Jakarta sebagai Katalisator Ekonomi

Heru Budi Sebut Tema PRJ 2024 Menekankan Jakarta sebagai Katalisator Ekonomi

Megapolitan
Sederet Kejanggalan Penyidikan Kasus 'Vina Cirebon', Salah Satunya Hanya Berfokus pada Pegi

Sederet Kejanggalan Penyidikan Kasus "Vina Cirebon", Salah Satunya Hanya Berfokus pada Pegi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 13 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Nanti Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 13 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Nanti Berawan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Hotman Paris Sebut Kasus 'Vina Cirebon' Tak Akan Dapat Keadilan Hukum meski Pegi Bersalah | Firli Bahuri Tak Kunjung Ditahan

[POPULER JABODETABEK] Hotman Paris Sebut Kasus "Vina Cirebon" Tak Akan Dapat Keadilan Hukum meski Pegi Bersalah | Firli Bahuri Tak Kunjung Ditahan

Megapolitan
Meski Lebih Keras, Perlakuan ke Anjing K9 Bisa Disamakan dengan Anjing Rumahan

Meski Lebih Keras, Perlakuan ke Anjing K9 Bisa Disamakan dengan Anjing Rumahan

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor Kompak Bungkam Saat Ditanya Harga Sewa Lapak di PRJ

Pedagang Kerak Telor Kompak Bungkam Saat Ditanya Harga Sewa Lapak di PRJ

Megapolitan
Satpol PP Jakbar Bakal Bina Pedagang Makanan yang Pakai Bahan Kimia dan Tidak Steril

Satpol PP Jakbar Bakal Bina Pedagang Makanan yang Pakai Bahan Kimia dan Tidak Steril

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor Naikkan Sedikit Harga Dagangan Selama Jualan di PRJ

Pedagang Kerak Telor Naikkan Sedikit Harga Dagangan Selama Jualan di PRJ

Megapolitan
Polisi Pastikan Tak Ada Intervensi Dalam Penyidikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri

Polisi Pastikan Tak Ada Intervensi Dalam Penyidikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri

Megapolitan
Siswi SMP Jakarta yang Olok-olok Palestina Akan Dibina dan Diberikan Wawasan Kebangsaan

Siswi SMP Jakarta yang Olok-olok Palestina Akan Dibina dan Diberikan Wawasan Kebangsaan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com