Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesawat Latih yang Jatuh di BSD Serpong Selesai Dievakuasi

Kompas.com - 19/05/2024, 22:27 WIB
Rizky Syahrial,
Ardito Ramadhan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Evakuasi pesawat latih jenis Tecnam P2006T, yang jatuh di tepi lapangan Sunburst, Jalan BSD Grand Boulevard, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (19/5/2024), telah rampung.

Berdasarkan, pengamatan Kompas.com di lokasi, evakuasi pesawat dilakukan sejak pukul 19.50 WIB.

Dua truk dari Ditlantas Polda Metro Jaya dan sebuah truk tronton warna hijau dikerahkan untuk mengevakuasi bangkai pesawat.

Bangkai pesawat itu diangkat ke dalam truk menggunakan ekskavator yang ada pada truk milik Ditlantas Polda Metro Jaya.

Baca juga: Daftar Korban Pesawat Latih yang Jatuh di BSD Tangerang Selatan

Petugas TNI dan Polri pun membantu pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam proses evakuasi.

Selama proses evakuasi, pung pesawat di bagian sayap dan ekor sempat copot.

Petugas pun dua kali mengangkat puing pesawat yang terpisah, bagian aekor diangkat oleh truk Ditlantas Polda Metro Jaya, sedangkan bagian sayap diangkat oleh truk tronton.

Proses evakuasi selesai pada pukul 21.10 WIB. Kedua truk langsung berjalan membawa puing dikawal tiga mobil patroli dan satu motor patroli.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, puing pesawat akan dibawa ke Lapangan Udara Pondok Cabe.

"Kami bawa ke Pondok Cabe," ucap Soerjanto kepada wartawan di lokasi.

Baca juga: RS Polri Buka Posko untuk Identifikasi Jenazah Korban Pesawat Jatuh di BSD

Soejanto mengatakan, KNKT akan membongkar bangkai pesawat untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

"Termasuk percakapan dengan menara pengawas, itu nanti kami dengar apa yang menjadi percakapannya," tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, sebuah pesawat latih jenis Tecnam P2006T, jatuh di tepi lapangan Sunburst, Jalan BSD Grand Boulevard, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu siang.

Tiga awak pesawat meninggal dunia yakni bernama Pulu Darmawan (pilot), Suanda (co pilot), dan Farid Ahmad (engineer).

Pesawat berkelir putih dengan kode badan PK-IFP itu awalnya tengah menempuh rute Tanjung Lesung-Pondok Cabe.

Sekitar pukul 13.43 WIB, pesawat milik oleh perkumpulan penerbang Indonesia bernama Indonesia Flying Club (IFC) itu hilang kontak lalu jatuh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Warga Matraman Keluhkan Air Mati Setiap Malam, Berbulan-bulan Tak Ada Perbaikan

Warga Matraman Keluhkan Air Mati Setiap Malam, Berbulan-bulan Tak Ada Perbaikan

Megapolitan
'Ada Pedagang Warkop Kecil di Pinggir Jalan, Bisa Kasih Hewan Kurban ke Sini...'

"Ada Pedagang Warkop Kecil di Pinggir Jalan, Bisa Kasih Hewan Kurban ke Sini..."

Megapolitan
Penghuni Kolong Jembatan Keluhkan Air Sungai Ciliwung Bau Usai Pemotongan Hewan Kurban

Penghuni Kolong Jembatan Keluhkan Air Sungai Ciliwung Bau Usai Pemotongan Hewan Kurban

Megapolitan
Waswasnya Warga yang Tinggal di Kolong Jembatan Jalan Sukabumi pada Musim Hujan...

Waswasnya Warga yang Tinggal di Kolong Jembatan Jalan Sukabumi pada Musim Hujan...

Megapolitan
Jumlah Kambing Kurban di Masjid Sunda Kelapa Menurun, Pengurus: Kualitas yang Utama, Bukan Kuantitas

Jumlah Kambing Kurban di Masjid Sunda Kelapa Menurun, Pengurus: Kualitas yang Utama, Bukan Kuantitas

Megapolitan
Lebaran yang Seperti Hari Biasanya di Kolong Jembatan Jalan Sukabumi

Lebaran yang Seperti Hari Biasanya di Kolong Jembatan Jalan Sukabumi

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Pemalsuan Uang Rp 22 Miliar di Jakarta Barat

Polisi Tangkap 3 Tersangka Pemalsuan Uang Rp 22 Miliar di Jakarta Barat

Megapolitan
Ibu Asal Bekasi yang Cabuli Anaknya Jalani Tes Kesehatan Mental

Ibu Asal Bekasi yang Cabuli Anaknya Jalani Tes Kesehatan Mental

Megapolitan
OTK Konvoi di Kemayoran, Tembak Warga Pakai 'Airsoft Gun'

OTK Konvoi di Kemayoran, Tembak Warga Pakai "Airsoft Gun"

Megapolitan
Jumlah Kambing yang Dikurbankan di Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Menurun Drastis

Jumlah Kambing yang Dikurbankan di Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Menurun Drastis

Megapolitan
Masjid Sunda Kelapa Bagikan 4.000 Kantong Daging Kurban, Ada dari Ma'ruf Amin hingga Megawati

Masjid Sunda Kelapa Bagikan 4.000 Kantong Daging Kurban, Ada dari Ma'ruf Amin hingga Megawati

Megapolitan
Anies Baswedan: Lebih Penting 'Ngomongin' Kampung Bayam...

Anies Baswedan: Lebih Penting "Ngomongin" Kampung Bayam...

Megapolitan
Anies Sembelih Sapi Kurban Sendiri: Saya Membayangkan Bagaimana Rasanya Menjadi Ibrahim

Anies Sembelih Sapi Kurban Sendiri: Saya Membayangkan Bagaimana Rasanya Menjadi Ibrahim

Megapolitan
Penjual Hewan Kurban di Bekasi Bikin Promo: Beli Sapi Gratis Domba dan Golok

Penjual Hewan Kurban di Bekasi Bikin Promo: Beli Sapi Gratis Domba dan Golok

Megapolitan
Anies Enggan Tanggapi Calon Kompetitor: Lebih Penting Memikirkan Nasib Warga

Anies Enggan Tanggapi Calon Kompetitor: Lebih Penting Memikirkan Nasib Warga

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com