Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenazah Korban Pesawat Jatuh Telah Diambil dari RS Polri, Kini Dibawa Keluarga Menuju Rumah Duka

Kompas.com - 20/05/2024, 14:46 WIB
Muhammad Isa Bustomi

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga jenazah korban jatuhnya pesawat latih Tecnam P2006T yang sebelumnya diidentifikasi di Rumah Sakit Polri telah diambil keluarga masing-masing pada Senin (20/5/2024).

Ketiga jenazah korban bernama Pulung Darmawan, Suanda, dan Farid Ahmad telah diserahkan keluarga dengan waktu berbeda-beda.

"Kami serahkan pada keluarga," ujar Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Pol Hariyanto, di lokasi.

Ketiga jenazah korban dibawa setelah proses pemeriksaan dan identifikasi selesai dilakukan oleh tim forensik Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Semuanya sudah tuntas," kata Hariyanto.

Baca juga: Jenazah Korban Pesawat Jatuh di Tangsel Utuh, RS Polri: Kematian Disebabkan Benturan

Jenazah korban tak utuh

Hariyanto sebelumnya mengatakan, ketiga jenazah saat diterima RS Polri tak mengalami luka bakar, namun kondisi saat itu mengalami luka akibat benturan yang keras.

"Tak ada luka bakar, hanya ada luka benturan yang sangat keras. Jadi bisa dibayangkan jatuh dan terbentur,” kata Hariyanto.

Hariyanto menambahkan, kondisi dari ketiga jenazah dalam keadaan tidak utuh. Namun tidak dijelaskan bagian tubuh mana saja yang hilang.

Baca juga: RS Polri Buka Posko untuk Identifikasi Jenazah Korban Pesawat Jatuh di BSD

“Kondisi jenazah tidak utuh, tidak ada luka bakar,” ucap Hariyanto.

Dari ketiga korban, jenazah Mayor Suanda sebagai kopilot pesawat latih itu lebih dahulu dibawa pulang keluarga sekitar pukul 04.00 WIB. Jenazah Mayor Purnawirawan TNI itu dibawa ke rumah duka di Cirebon, Jawa Barat.

Jenazah kedua yakni Pulu Darmawan, sebagai pilot pesawat latih dibawa pada Senin, sekitar pukul 09.19 WIB. Jenazah dibawa keluarga ke Semarang, Jawa Tengah.

Sedangkan yang terakhir jenazah atas nama Farid Ahmad, sebagai engineer pesawat diambil keluarga pukul 09.31 WIB, untuk dipulangkan ke Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat Latih di BSD Dievakuasi ke RS Polri

Isak tangis keluarga korban pun menyelimuti RS Polri saat proses pemulangan jenazah sejak Senin pagi itu.

Istri korban Farid yang mengenakan pakaian serba hitam berurai air mata ketika mengambil jenazah dan peti dimasukkan ke dalam mobil ambulans.

(Reporter : Ryan Sara Pratiwi, Ruby Rachmadina | Editor : Amabaranie Nadia Kemala Movanita, Jessi Carina)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dua Ormas Bentrok hingga Lempar Batu-Helm, Lalin Jalan TB Simatupang Sempat Tersendat

Dua Ormas Bentrok hingga Lempar Batu-Helm, Lalin Jalan TB Simatupang Sempat Tersendat

Megapolitan
Kisah Perantau Bangun Masjid di Kampung Halaman dari Hasil Kerja di Tanah Perantauan

Kisah Perantau Bangun Masjid di Kampung Halaman dari Hasil Kerja di Tanah Perantauan

Megapolitan
Uniknya Seni Lukis Piring di Bekasi, Bermodalkan Piring Melamin dan Pensil Anak SD

Uniknya Seni Lukis Piring di Bekasi, Bermodalkan Piring Melamin dan Pensil Anak SD

Megapolitan
Sapi Kurban Mengamuk Saat Hendak Disembelih di Tangsel, Rusak Tiga Motor Warga

Sapi Kurban Mengamuk Saat Hendak Disembelih di Tangsel, Rusak Tiga Motor Warga

Megapolitan
Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Megapolitan
PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil 'Survei Langitan'

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil "Survei Langitan"

Megapolitan
Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Megapolitan
Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Megapolitan
Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Megapolitan
Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Megapolitan
PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com