Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tiap Hari, Jukir Liar Minimarket di Koja Mengaku Harus Setor ke RW

Kompas.com - 20/05/2024, 15:32 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mian (70), seorang juru parkir liar di salah satu minimarket di Koja, Jakarta Utara, mengaku harus menyetorkan sebagian pendapatannya ke RW setempat.

"Kadang dapat Rp 50.000 sampai Rp 60.000, setor Rp 30.000 ama RW yang punya wilayah," kata Mian saat diwawancarai oleh Kompas.com, Senin (20/5/2024).

Baca juga: Muncul Lagi meski Sudah Ditertibkan, Jukir Liar di Koja: Makan Gimana kalau Dilarang?

Mian dan jukir liar lainnya sudah sejak lama menyetorkan sebagian pendapatannya itu ke RW setempat.

Uang hasil setoran para jukir liar dimasukkan ke uang kas RW. Uang itu digunakan untuk kegiatan warga, misalnya rapat atau karang taruna.

Meski harus setoran, Mian tak berkeberatan karena bersyukur tetap diizinkan mencari nafkah untuk keluarganya di depan minimarket itu.

Pendapatan Mian menjadi jukir liar juga tak sebesar yang dibayangkan. Ia jarang mendapat uang mencapai Rp 100.000 setelah seharian menjaga parkir.

Hal itu karena Mian tak mau memaksa para pengunjung minimarket untuk membayar parkir.

Selain itu, Mian juga tak pernah meminta para pengunjung membayar parkir dengan nominal yang sudah ditentukan.

Baca juga: Tak Gentarnya Jukir Liar di Minimarket, Masih Nekat Beroperasi meski Baru Ditertibkan

Mian selalu menerima berapa pun uang receh yang diberikan para pengunjung kepada dirinya.

"Jarang dapat Rp 100.000, kita namanya enggak memastikan (tarif), ada yang memberi Rp 1.000, Rp 2.000, ada yang Rp 700, enggak dipastilah," terang Mian.

Meski pendapatannya tak terlalu besar, Mian sudah menggantungkan hidupnya sebagai penjaga parkir selama 10 tahun.

Ia juga harus menjadi tulang punggung untuk istri dan kedua anaknya di rumah.

Hal itu yang membuat Mian tetap menjaga parkir meski sudah dilarang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil 'Survei Langitan'

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil "Survei Langitan"

Megapolitan
Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Megapolitan
Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Megapolitan
Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Megapolitan
Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Megapolitan
PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

Megapolitan
Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Megapolitan
Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Megapolitan
Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Megapolitan
Pedagang Siomay di Kebayoran Berkurban Tiap Tahun, Patungan Rp 3,5 Juta untuk Beli Sapi

Pedagang Siomay di Kebayoran Berkurban Tiap Tahun, Patungan Rp 3,5 Juta untuk Beli Sapi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com