Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sempat Ditutup Pengelola Mal, Jalan Tembus Menuju Pasar Jambu Dua Dibuka Pemkot Bogor

Kompas.com - 20/05/2024, 17:07 WIB
Ruby Rachmadina,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, membuka kembali akses jalan menuju Pasar Jambu Dua Bogor yang sempat ditutup oleh pihak pengelola mal Plaza Jambu Dua. Sebelumnya, akses jalan tersebut ditutup oleh pengelola mal sejak awal Mei 2024.

“Pada hari ini kami dari Pemkot Bogor melakukan pembukaan akses jalan yang ditutup oleh PT Graha Agung Wibawa (GAW) selaku pengelola Plaza Jambu Dua, sehingga terganggu kepentingan warga di sekitar sini,” ucap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bogor Agustian Syach kepada wartawan, Senin (20/5/2024).

Akses jalan dengan luas kurang lebih 10.018 meter persegi itu merupakan lahan milik Plaza Jambu Dua yang letaknya bersebelahan dengan Pasar Jambu Dua.

Pemkot Bogor membuka kembali akses dari arah Jalan Ciremai Ujung menuju Pasar Jambu Dua lantaran banyak warga mengeluhkan penutupan jalan tersebut.

Sebab, akibat penutupan itu, warga yang hendak berbelanja ke pasar harus memutar dari Jalan Ciremei ke Jalan Ahmad Yani.

Sementara, pembukaan kembali akses jalan ini merujuk pada site plan atau denah lokasi Plaza Jambu Dua tahun 2019, di mana lahan tersebut masih difungsikan sebagai jalan untuk warga.

Baca juga: 948 Calon Jemaah Haji Asal Kota Bogor Diberangkatkan pada Musim Haji 2024

Agustian menyebut, PT GAW telah mengajukan permohonan site plan baru ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor. Namun permohonan site plan itu belum disetujui hingga 30 April 2024.

Dalam memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani Wali Kota Bogor periode 2014-2024 Bima Arya, lahan tersebut boleh digunakan warga sampai 30 April 2024.

Atas dasar MOU itulah, pihak pengelola Plaza Jambu Dua memutuskan menutup akses jalan tersebut per 1 Mei 2024.

Namun, menurut Agustian, seharusnya pengelola Plaza Jambu Dua tidak menutup akses jalan menuju pasar. Sebab, site plan baru yang diajukan belum disetujui, sehingga seharusnya masih merujuk pada site plan lama.

“Dalam site plan, jalan tapak yang dimiliki PT GAW menerangkan bahwa jalan ini difungsikan sebagai jalan dan secara eksisting sudah berfungsi sekian belas tahun ke belakang,” jelasnya.

Kendati demikian, Agustian mempersilahkan PT GAW kembali mengajukan izin dan site plan baru.

Bersamaan dengan itu, Pemkot Bogor juga menyiapkan opsi supaya warga tetap bisa menggunakan jalan tersebut. Misalnya, dengan membeli lahan tersebut dari pihak pengelola Plaza Jambu Dua.

“Pemkot pun sedang menyiapkan opsi alternatif jalan untuk warga di sini. Tapi kita meminta sebelum itu dipenuhi, Plaza Jambu Dua juga tidak kangsung melalukan penutupan secara sepihak. Sehingga berdampak pada aktivitas yang ada di areal sini,” ucap Agustian.

Dikatakan Agustian, pihak pengelola Plaza Jambu Dua bakal dinyatakan melakukan pelanggaran jika kembali menutup jalan tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya

Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Megapolitan
PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil 'Survei Langitan'

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil "Survei Langitan"

Megapolitan
Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Megapolitan
Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Megapolitan
Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Megapolitan
Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Megapolitan
PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

Megapolitan
Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Megapolitan
Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Megapolitan
Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com