Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tahun Diberi Harapan Palsu, Sopir Angkot di Jakut Minta Segera Diajak Gabung ke Jaklingko

Kompas.com - 20/05/2024, 18:37 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah sopir angukutan kota (angkot) di Jakarta Utara meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) DKI segera menepati janjinya untuk mengintegrasikan angkutan umum reguler ke Jaklingko.

"Dari 2018 sampai sekarang belum juga launching," kata Taufik (38) salah satu sopir angkot kepada Kompas.com di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (20/5/2024).

Sejak 2018 itu, para sopir angkot dijanjikan akan direkrut menjadi sopir Jaklingko untuk melayani empat rute di wilayah Jakarta Utara.

Baca juga: Keluh Sopir Angkot di Jakarta: Cari Setoran Saja Terkadang Harus Utang

Keempat rute itu adalah, JAK 111 dari Sukapura ke Pulo Gebang, JAK 114 dari Walang ke Tanjung Priok, JAK 116 dari Pemadam ke Terminal Tanjung Priok, dan JAK 119 dari Muara Baru ke Pantai Indah Kapuk (PIK).

Karena janji itu pula, banyak pemilik angkot yang memperbaharui kendaraannya agar bisa bergabung dengan Jaklingko.

"Udah diajuin (menjadi Jaklingko), mobil sudah dibaruin semua, tapi ditunda-tunda terus," kata sopir angkot lain bernama Sumadi.

Bahkan, banyak pemilik angkot yang sudah memodifikasi kendaraannya menyerupai desain Jaklingko agar bisa segera bergabung.

Namun, hingga saat ini Dishub DKI belum mampu merealisasikan janjinya tersebut. Alhasil, banyak pemilik angkot yang merugi karena mobil yang sudah dimodifikasi tak kunjung bisa dioperasikan.

"Dari dinas perhubungan trayeknya sudah ada. Tapi, belum terlaksana dari Transjakartanya. Ada (pemilik) yang mobilnya sudah diremajakan (diperbarui), karena dijanjikan mau launching kan, jadi mobil itu pada enggak jalan di garasi aja," kata Sopir angkot lain yang tak mau disebutkan namanya.

Untuk melakukan modifikasi atau peremajaan kendaraan, banyak pemilik angkot yang meminjam dana dari bank.

Baca juga: Sopir Angkot Tipar Cakung Mengaku Belum Diajak Mediasi soal Transjakarta Rute Pulogadung-Kantor Wali Kota Jakut

Namun, karena mobil yang sudah diremajakan belum juga dapat beroperasi, maka pemilik angkot mengalami kerugian.

Di sisi lain, mereka tetap harus membayar cicilan bank untuk meremajakan angkotnya itu.

Hal itu lah yang mendorong ratusan sopir angkot reguler Jakarta Utara melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2024).

"Demonya ya (nuntut) itu, SK sudah turun cuma belum ditanda tangani oleh gubernur. Jadi, minta tanda tangan gubernur, SK turun, baru launching (gabung) Jaklingko," sambung Taufik.

Selama Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono belum menandatangani SK itu, maka sopir angkot reguler di Jakarta Utara tak bisa bergabung dengan Jaklingko.

Di sisi lain, para sopir angkot reguler kesulitan mendapat penumpang dan membayar setoran sewa mobil karena banyak penumpang yang lebih memilih naik Jaklingko secara gratis.

Baca juga: Sopir Angkot: Sejak Zaman Jokowi, Kalau Istri Enggak Bantu Kerja, Hidup Sengsara

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

Ridwan Kamil Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

Megapolitan
Anies Deklarasi Maju Pilkada DKI, Pengamat: Dia Yakin karena Elektabilitasnya Tinggi

Anies Deklarasi Maju Pilkada DKI, Pengamat: Dia Yakin karena Elektabilitasnya Tinggi

Megapolitan
Pencuri Modus Geser Tas Beraksi di Mal Jaksel, Pelaku Mondar-mandir di Dekat Korban

Pencuri Modus Geser Tas Beraksi di Mal Jaksel, Pelaku Mondar-mandir di Dekat Korban

Megapolitan
Lansia Sebatang Kara yang Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat Bekerja Sebagai Pengemis

Lansia Sebatang Kara yang Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat Bekerja Sebagai Pengemis

Megapolitan
Korban Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat adalah Lansia Sebatang Kara

Korban Tewas dalam Kebakaran di Pejaten Barat adalah Lansia Sebatang Kara

Megapolitan
Ditanya Soal Wacana Duet pada Pilkada Jakarta, Kaesang: Paling Realistis dengan Anies

Ditanya Soal Wacana Duet pada Pilkada Jakarta, Kaesang: Paling Realistis dengan Anies

Megapolitan
Akhir Pelarian Perampok 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2, Ditembak Polisi karena Melawan

Akhir Pelarian Perampok 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2, Ditembak Polisi karena Melawan

Megapolitan
Traumanya Pedagang Es Teh di Bogor, Takut Berjualan Usai Jadi Korban Pria Pamer Alat Kelamin

Traumanya Pedagang Es Teh di Bogor, Takut Berjualan Usai Jadi Korban Pria Pamer Alat Kelamin

Megapolitan
Untuk Kedua Kalinya, Keluarga Akseyna Terima Surat Perkembangan Hasil Penyelidikan dari Polisi

Untuk Kedua Kalinya, Keluarga Akseyna Terima Surat Perkembangan Hasil Penyelidikan dari Polisi

Megapolitan
Berawal dari Mager, Siswa SMA di Jaksel Bikin Lampu Sensor Suara untuk Pameran Karya P5

Berawal dari Mager, Siswa SMA di Jaksel Bikin Lampu Sensor Suara untuk Pameran Karya P5

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penganiaya 4 Warga di Koja Seorang Residivis dan DPO Pembunuhan | Mobil Terguling hingga Ringsek di Jalan Pangeran Antasari

[POPULER JABODETABEK] Penganiaya 4 Warga di Koja Seorang Residivis dan DPO Pembunuhan | Mobil Terguling hingga Ringsek di Jalan Pangeran Antasari

Megapolitan
Perkara Ponsel Hilang, Pemuda Ini Sekap dan Aniaya Kekasih hingga Babak Belur

Perkara Ponsel Hilang, Pemuda Ini Sekap dan Aniaya Kekasih hingga Babak Belur

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 15 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 15 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam ini Hujan Ringan

Megapolitan
Daur Ulang Barang Bekas, Siswa SMA di Jaksel Buat Tempat Sampah Elektrik dan Lampu Sensor Suara

Daur Ulang Barang Bekas, Siswa SMA di Jaksel Buat Tempat Sampah Elektrik dan Lampu Sensor Suara

Megapolitan
'Ngeles' Saat Ditanya Ketertarikan Ikut Pilkada Jakarta, Heru Budi: Saya Tertarik Ngambil Telur Bagus

"Ngeles" Saat Ditanya Ketertarikan Ikut Pilkada Jakarta, Heru Budi: Saya Tertarik Ngambil Telur Bagus

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com