Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Perundungan Siswi SMP di Bogor, Polisi Upayakan Diversi

Kompas.com - 20/05/2024, 20:36 WIB
Dinda Aulia Ramadhanty,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kapolres Metro Depok Kombes (Pol) Arya Perdana mengatakan, pihaknya membuka opsi penyelesaian kasus perundungan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Citayam, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui diversi.

"Diversi itu adalah upaya untuk menyelesaikan permasalahan di luar jalur peradilan," kata Kapolres Metro Depok Kombes (pol) Arya Perdana kepada Kompas.com, Senin (20/5/2024).

Arya mengatakan, diversi mungkin diberlakukan dalam kasus yang pelakunya masih di bawah umur. Ihwal diversi ini termaktub dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.

Namun demikian, Arya bilang, keputusan mengenai penyelesaian kasus ini tetap diserahkan kepada korban, apakah hendak melalui jalur peradilan atau diversi. Syarat penyelesaian melalui diversi, salah satunya, pernyataan dari korban.

"Minggu depan itu kami akan melakukan upaya diversi ini. Tapi itu tetap diserahkan kepada korban," tegas Arya.

Baca juga: Masih di Bawah Umur, Pelaku Perundungan Siswi SMP di Bogor Tak Ditahan

Seandainya pun diversi dilakukan, lanjut Arya, hal itu bukan berarti korban tak bisa menuntut pelaku.

"Jadi tidak serta merta kita melakukan upaya diversi, terus korbannya enggak boleh nuntut, tidak begitu," jelasnya.

Arya melanjutkan, diversi merupakan amanat UU yang wajib diupayakan setiap penegak hukum.

"Penegak hukum wajib, bahkan mereka yang tidak melakukan diversi itu sesuai dengan amanat UU akan terkena ancaman pidana," terang Arya.

Adapun polisi tidak menahan dua pelaku kasus perundungan siswi SMP di Citayam lantaran keduanya masih di bawah umur. Menurut polisi, kedua pelaku masih dilindungi UU Perlindungan Anak.

"Sehingga para pelaku ini tidak bisa ditahan, karena ancaman hukuman maksimalnya cuma 3 tahun 6 bulan," ungkap Arya.

Diberitakan sebelumnya, dua pelajar ditangkap polisi akibat melakukan perundungan terhadap siswi SMP di Citayam, Kabupaten Bogor.

"Untuk kejadian itu kemarin hari Kamis (16/5/2024) di Citayam. Sedangkan untuk pelakunya sendiri itu ada 2 orang dan sudah kita amankan sekarang," kata Arya di Polres Depok, Jumat (17/5/2024).

Kedua pelaku ini sudah dimintai sejumlah keterangan dan masih dalam proses pendalaman.

"Kami sedang melakukan pemeriksaan. Nah itu, memang TKP-nya antara sekolah dengan tempat kejadian itu berbeda. Kalau sekolahnya di Bojonggede, sedangkan tempat perundungannya di Citayam," ungkap Arya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Kisah Dian, Seniman Lukis Piring yang Jadi Petugas Kebersihan demi Kumpulkan Modal Sewa Lapak

Kisah Dian, Seniman Lukis Piring yang Jadi Petugas Kebersihan demi Kumpulkan Modal Sewa Lapak

Megapolitan
Sempat Sidak Alun-alun Bogor, Pj Wali Kota Soroti Toilet hingga PKL di Trotoar

Sempat Sidak Alun-alun Bogor, Pj Wali Kota Soroti Toilet hingga PKL di Trotoar

Megapolitan
Kisah Dian Bertahan Jadi Pelukis Piring, Karya Ditawar Murah hingga Lapak Diganggu Preman

Kisah Dian Bertahan Jadi Pelukis Piring, Karya Ditawar Murah hingga Lapak Diganggu Preman

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok hingga Lempar Batu-Helm, Lalin Jalan TB Simatupang Sempat Tersendat

Dua Ormas Bentrok hingga Lempar Batu-Helm, Lalin Jalan TB Simatupang Sempat Tersendat

Megapolitan
Kisah Perantau Bangun Masjid di Kampung Halaman dari Hasil Kerja di Tanah Perantauan

Kisah Perantau Bangun Masjid di Kampung Halaman dari Hasil Kerja di Tanah Perantauan

Megapolitan
Uniknya Seni Lukis Piring di Bekasi, Bermodalkan Piring Melamin dan Pensil Anak SD

Uniknya Seni Lukis Piring di Bekasi, Bermodalkan Piring Melamin dan Pensil Anak SD

Megapolitan
Sapi Kurban Mengamuk Saat Hendak Disembelih di Tangsel, Rusak Tiga Motor Warga

Sapi Kurban Mengamuk Saat Hendak Disembelih di Tangsel, Rusak Tiga Motor Warga

Megapolitan
Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Megapolitan
PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil 'Survei Langitan'

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil "Survei Langitan"

Megapolitan
Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Megapolitan
Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com