Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Gabung Jaklingko, Para Sopir Angkot di Jakut Desak Heru Budi Tanda Tangani SK

Kompas.com - 21/05/2024, 11:27 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah sopir angkot reguler di Jakarta Utara (Jakut) meminta Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono segera menandatangani SK tentang pengintegrasian angkutan umum di Jakut ke Jaklingko.

"Demonya ya itu, SK sudah turun cuma belum ditanda tangani oleh gubernur. Jadi, minta tanda tangan gubernur, SK turun, baru launching (gabung) Jaklingko," kata Taufik (38), sopir angkot reguler yang diwawancarai Kompas.com di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (20/5/2024).

Dinas Perhubungan (Dishub), menurut Taufik, sudah berjanji untuk mengintegrasikan angkot reguler di Jakut ke Jaklingko sejak 2018. Namun, hingga kini pengintegrasian itu belum juga terealisasi.

Berdasarkan yang para sopir angkot ketahui, SK peresmian Jaklingko rute 114 dari Walang ke Tanjung Priok, dan rute 111 dari Sukapura ke Pulo Gebang sudah ada. Namun, sampai saat ini Heru Budi belum menandatanganinya.

Baca juga: Sejumlah Angkot di Tanjung Priok Diremajakan demi Bisa Gabung Jaklingko

Jika Heru Budi tidak menandatangani SK itu maka pengintegrasian angkot reguler ke Jaklingko belum juga bisa terlaksana.

Oleh sebab itu, Taufik berharap Heru Budi dapat segera menandatanganinya.

"Mudah-mudahan SK Gubernur-nya cepat ditanda tangani saja, biar launching semua, enggak ada demo-demoan lagi," tegas Taufik.

Sementara sopir angkot bernama Amsori (69) mengaku ingin sekali bergabung dengan Jaklingo.

Baca juga: Penumpang Lebih Pilih Naik Jaklingko, Sopir Angkot di Jakut Selalu Nombok Setoran

Pasalnya, saat ini ia sangat kesulitan mendapatkan penumpang dan membuatnya kelimpungan membayar uang sewa angkot.

Namun, di sisi lain ia khawatir apabila usianya yang tak lagi muda tidak memenuhi syarat untuk bergabung ke Jaklingko.

"Kalau saya sendiri, kalau usianya masih bisa saya mau-mau aja. Cuma dengar-dengarnya udah enggak bisa," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Megapolitan
Anies Bakal 'Kembalikan Jakarta ke Relnya', Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Anies Bakal "Kembalikan Jakarta ke Relnya", Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Megapolitan
Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Megapolitan
Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Megapolitan
SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

Megapolitan
Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Megapolitan
Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Megapolitan
Keluarga Pengemis Sebatang Kara di Pejaten Barat Lepas Tangan Usai Mendiang Tewas Akibat Kebakaran

Keluarga Pengemis Sebatang Kara di Pejaten Barat Lepas Tangan Usai Mendiang Tewas Akibat Kebakaran

Megapolitan
Kebakaran di Gedung Graha CIMB Niaga, Api Berasal dari Poliklinik di Lantai Basement

Kebakaran di Gedung Graha CIMB Niaga, Api Berasal dari Poliklinik di Lantai Basement

Megapolitan
Melihat Kondisi Hunian Sementara Warga Eks Kampung Bayam yang Disoroti Anies

Melihat Kondisi Hunian Sementara Warga Eks Kampung Bayam yang Disoroti Anies

Megapolitan
Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Besok

Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Besok

Megapolitan
Basement Gedung Graha CIMB Niaga di Jalan Sudirman Kebakaran

Basement Gedung Graha CIMB Niaga di Jalan Sudirman Kebakaran

Megapolitan
Akhir Hayat Lansia Sebatang Kara di Pejaten, Tewas Terbakar di Dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan Air...

Akhir Hayat Lansia Sebatang Kara di Pejaten, Tewas Terbakar di Dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan Air...

Megapolitan
Anies Kembali Ikut Pilkada Jakarta, Warga Kampung Bayam: Buatlah Kami Sejahtera Lagi

Anies Kembali Ikut Pilkada Jakarta, Warga Kampung Bayam: Buatlah Kami Sejahtera Lagi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com