Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maling Motor Bersenpi di Bekasi Residivis, 4 Kali Curi Motor di Pondok Gede

Kompas.com - 21/05/2024, 12:42 WIB
Firda Janati,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - S, maling motor bersenjata api rakitan yang tertangkap di Bekasi merupakan residivis kasus serupa beberapa tahun lalu.

Kapolsek Pondok Gede Kompol Dwi Haribowo menuturkan, S pernah mendekam di penjara karena mencuri motor di Lampung.

"Pelaku residivis, dia pernah melakukan yang sama di Lampung pada tahun 2016, dihukum hanya 14 bulan," ujar Dwi dalam keterangannya, Selasa (21/5/2024).

Baca juga: Polisi Tangkap Maling Motor Bersenpi Rakitan di Bekasi, 1 Orang Buron

Setelah keluar penjara, S tak bisa lepas dari kebiasaannya mencuri motor. Ia telah beberapa kali mencuri kendaraan warga di Pondok Gede, Kota Bekasi.

"Untuk tersangka ini empat kali (beraksi) di wilayah Pondok Gede, dia tidak punya pekerjaan alias pengangguran," ucap Dwi.

Setiap kali beraksi, S selalu membekali diri dengan senjata api rakitan jenis revolver.

Namun, sebelumnya S selalu lolos. Ia baru ditangkap polisi setelah dikepung warga pada Sabtu (18/5/2024).

"Dia selalu dibekali itu (senjata api). Satu pucuk senjata rakitan jenis revolver dengan dua butir peluru 9 mm," ujar Dwi.

Motor-motor yang dicuri S dijual ke wilayah Gunung Putri, Bogor.

Baca juga: Pencuri Motor di Bekasi Bawa Pistol, Lepaskan Tembakan 3 Kali

Diberitakan sebelumnya, S berusaha mencuri motor warga yang diparkirkan di depan toko agen sembako Jalan Kemang sari RT 01/011 Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtu.

S beraksi bersama rekannya yang masih buron berinisial A. Namun, aksi keduanya gagal setelah tepergok pemilik toko.

"Dikejar sama pemilik toko, pada saat dikejar itu, pelaku sempat meletuskan tembakan ke arah atas, ke udara, sebanyak dua kali," papar Dwi.

Sampai di Jalan H Giring, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, pelaku menabrak sepeda motor dan kemudian terjatuh.

Pada saat dikepung massa, S mengacungkan senjata api ke arah warga. S pun kabur ke arah gang buntu.

Sementara A melarikan diri ke arah yang berbeda dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Megapolitan
Anies Bakal 'Kembalikan Jakarta ke Relnya', Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Anies Bakal "Kembalikan Jakarta ke Relnya", Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Megapolitan
Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Megapolitan
Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Megapolitan
SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

Megapolitan
Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Megapolitan
Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Megapolitan
Keluarga Pengemis Sebatang Kara di Pejaten Barat Lepas Tangan Usai Mendiang Tewas Akibat Kebakaran

Keluarga Pengemis Sebatang Kara di Pejaten Barat Lepas Tangan Usai Mendiang Tewas Akibat Kebakaran

Megapolitan
Kebakaran di Gedung Graha CIMB Niaga, Api Berasal dari Poliklinik di Lantai Basement

Kebakaran di Gedung Graha CIMB Niaga, Api Berasal dari Poliklinik di Lantai Basement

Megapolitan
Melihat Kondisi Hunian Sementara Warga Eks Kampung Bayam yang Disoroti Anies

Melihat Kondisi Hunian Sementara Warga Eks Kampung Bayam yang Disoroti Anies

Megapolitan
Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Besok

Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Besok

Megapolitan
Basement Gedung Graha CIMB Niaga di Jalan Sudirman Kebakaran

Basement Gedung Graha CIMB Niaga di Jalan Sudirman Kebakaran

Megapolitan
Akhir Hayat Lansia Sebatang Kara di Pejaten, Tewas Terbakar di Dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan Air...

Akhir Hayat Lansia Sebatang Kara di Pejaten, Tewas Terbakar di Dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan Air...

Megapolitan
Anies Kembali Ikut Pilkada Jakarta, Warga Kampung Bayam: Buatlah Kami Sejahtera Lagi

Anies Kembali Ikut Pilkada Jakarta, Warga Kampung Bayam: Buatlah Kami Sejahtera Lagi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com