Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usahanya Ditutup Paksa, Pemilik Restoran di Kebon Jeruk Bakal Minta Mediasi ke Pemilik Lahan

Kompas.com - 21/05/2024, 15:20 WIB
Rizky Syahrial,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Vivi, pemilik sebuah restoran di Jalan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang usahanya ditutup paksa oleh pemilik lahan mengaku bakal mengajukan mediasi. Vivi mengatakan, ia bakal mengupayakan supaya usahanya itu tak ditutup.

"Saya rencananya sih mau mediasi. Apabila pemilik terbuka, bagaimana mencari jalan tengah yang terbaik," kata Vivi saat dihubungi, Selasa (21/5/2024).

Menurut Vivi, ada permasalahan kontrak antara ia dan pemilik lahan. Vivi mengaku sudah mengajukan perpanjangan kontrak sewa lahan. 

Namun, pemilik lahan tak mau Vivi memperpanjang kontrak sewa. Bahkan uang sewa yang dibayarkan Vivi ditolak.

Jika upaya mediasi tak berhasil, kata Vivi, dirinya mempertimbangkan opsi meja hijau. 

"Kalau tidak bisa mediasi, ya melalui jalur hukum. Jalur pengadilan," jelasnya.

Baca juga: Jukir Liar Muncul Lagi Usai Ditertibkan, Pengamat: Itu Lahan Basah dan Ladang Cuan bagi Kelompok Tertentu

Sebelum ditutup paksa, Vivia mengatakan, restoran yang ia kelola dijaga oleh sejumlah warga. Tujuannya, supaya restoran tersebut tak beroperasi.

"Pokoknya tamu saya diusir, enggak boleh ada di sini. Kami tidak bisa operasional," papar Vivi.

Penjelasan pemilik lahan

Dikonfirmasi terpisah, pemilik lahan bernama Asmat mengakui bahwa dirinya tak memberikan izin perpanjangan restoran milik Vivi. 

Ia menuturkan, izin sewa lahan tersebut berakhir pada penghujung 2023. Asmat pun mengaku sudah memberikan toleransi waktu sehingga restoran milik Vivi tetap bisa beroperasi hingga 8 Mei 2024.

"Jadi bukan ada blokade, karena sudah melampaui batas waktu yang kami berikan. Kan berakhir penggunaan tempat sampai Mei 2024," kata Asmat.

"Saya kasih toleransi sampai tanggal 8 Mei 2024 untuk pengosongan tempat. Tapi beroperasi terus," tambah dia.

Asmat pun mengaku mendapat laporan dari warga setempat yang merasa terganggu karena restoran milik Vivi kerap kali berisik.

Banyak anak muda yang kerap nongkrong sampai larut malam di restoran tersebut. Di tambah lagi, ada live music di restoran setiap malam minggu. 

"Itu warga yang blokade (usir tamu resto)," tutur Asmat.

Menanggapi rencana mediasi yang disinggung Vivi, Asmat mengaku tak bersedia dan lebih memilih jalur hukum.

"Iya saya tidak bersedia, karena masalah ini sudah saya serahkan ke kuasa hukum saya," katanya. 

Adapun pengamatan Kompas.com di lokasi, Senin (20/5/2024), tak terlihat ada aktivitas di dalam restoran milik Vivi.

Lampu di dalam restoran terlihat mati. Sementara itu, pagar restoran yang berkelir kuning juga tertutup rapat dan digembok.

Baca juga: 4 Faktor Pemicu Dana Desa Jadi Lahan Basah Korupsi

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Ulah Meresahkan Wanita di Depok, Mengaku Malaikat lalu Paksa Warga Beri Uang Sambil Marah-marah

Ulah Meresahkan Wanita di Depok, Mengaku Malaikat lalu Paksa Warga Beri Uang Sambil Marah-marah

Megapolitan
Anies Baswedan Siap Ikut Pilkada Jakarta 2024, PKS Tunggu Keputusan DPP

Anies Baswedan Siap Ikut Pilkada Jakarta 2024, PKS Tunggu Keputusan DPP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Karyawan Toko Terkait Perampokan 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2

Polisi Akan Periksa Karyawan Toko Terkait Perampokan 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2

Megapolitan
Formula E Jakarta Ditunda Tahun Depan, Heru Budi: Nanti Tanya Gubernur yang Baru

Formula E Jakarta Ditunda Tahun Depan, Heru Budi: Nanti Tanya Gubernur yang Baru

Megapolitan
'Malaikat' Mampir 7 Kali ke Rumahnya, Warga: Dikasih Rp 50.000 Minta Rp 200.000, Enggak Puas

"Malaikat" Mampir 7 Kali ke Rumahnya, Warga: Dikasih Rp 50.000 Minta Rp 200.000, Enggak Puas

Megapolitan
Tiket Ancol Gratis Spesial HUT DKI Setelah Pukul 17.00 WIB, Ini Syarat dan Ketentuannya

Tiket Ancol Gratis Spesial HUT DKI Setelah Pukul 17.00 WIB, Ini Syarat dan Ketentuannya

Megapolitan
Dudung Abdurachman Tegaskan Tak Maju Pilkada Jakarta 2024

Dudung Abdurachman Tegaskan Tak Maju Pilkada Jakarta 2024

Megapolitan
Polisi Usut Dugaan Sekuriti dan Karyawan Terlibat Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2

Polisi Usut Dugaan Sekuriti dan Karyawan Terlibat Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2

Megapolitan
Pemerintah Segera Bentuk Satgas Judi Online, Fahira Idris Berikan Beberapa Catatan

Pemerintah Segera Bentuk Satgas Judi Online, Fahira Idris Berikan Beberapa Catatan

Megapolitan
Aset Rusunawa Marunda Dijarah Maling, Heru Budi: Kami Tangkap Pelakunya

Aset Rusunawa Marunda Dijarah Maling, Heru Budi: Kami Tangkap Pelakunya

Megapolitan
Anies Mau Kembalikan Jakarta ke Relnya, Gerindra: Dulu Gubernurnya Siapa?

Anies Mau Kembalikan Jakarta ke Relnya, Gerindra: Dulu Gubernurnya Siapa?

Megapolitan
Politikus Gerindra Sebut Ada yang 'Meriang' dan Buru-buru Deklarasi Usai Partainya Cek Ombak Pilkada Jakarta

Politikus Gerindra Sebut Ada yang "Meriang" dan Buru-buru Deklarasi Usai Partainya Cek Ombak Pilkada Jakarta

Megapolitan
Geliat di Kampung Konfeksi Tambora, Industri Tak Kecil di Dalam Gang Kecil...

Geliat di Kampung Konfeksi Tambora, Industri Tak Kecil di Dalam Gang Kecil...

Megapolitan
Pilu Wanita di Tangsel, Dipukuli Pacar hingga Babak Belur dan Disekap gara-gara Hilangkan Ponsel

Pilu Wanita di Tangsel, Dipukuli Pacar hingga Babak Belur dan Disekap gara-gara Hilangkan Ponsel

Megapolitan
Ruang Sauna di Jakarta Barat Diduga Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Ruang Sauna di Jakarta Barat Diduga Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com