Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerkosa Remaja di Tangsel Sudah Mundur dari Staf Kelurahan sejak 2021

Kompas.com - 21/05/2024, 15:21 WIB
Baharudin Al Farisi,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

 

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - H, pemerkosa remaja di Tangerang Selatan, sudah mundur dari staf Kelurahan Pondok Kacang Barat sejak 2021.

“Sudah, sebelum kasus (dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Selatan) juga sudah mundur. Iya (sejak 2021),” kata Camat Pondok Aren, Hendra, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/5/2024).

Hendra menuturkan, H bukanlah pegawai negeri sipil (PNS) di Kelurahan Pondok Kacang Barat.

Baca juga: Polisi Sebut Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Mandek 2 Tahun karena Kondisi Korban Belum Stabil

“Ya staf honorer, bukan PNS. TKS, tenaga kerja sukarela,” ungkap Hendra.

Dia mengungkapkan, alasan H mengundurkan diri karena sudah mendapatkan sanksi sosial sejak kasus tersebut tercium oleh lingkungan sekitar .

“Ya, orang dia sudah kena sanksi sosial. Mau kerja juga sudah enggak nyamanlah pasti. Orang sudah kasus kayak begitu,” tutur Hendra.

Selain staf kelurahan, H juga diketahui bergabung dalam anggota komite sekolah dan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) salah satu rumah ibadah.

“Intinya, (mengundurkan diri sebagai staf kelurahan) sebelum ada pelaporan di Polres Tangerang Selatan itu. Dia kan memang anggota komite sekolah, DKM kalau enggak salah, DKM Masjid. Mungkin dia sudah merasa salah, malu, mundur semua dah itu dia. Pas awal dia berbuat kali,” ujar Hendra.

Terlepas dari hal tersebut, Hendra mengetahui bahwa H mempunyai hubungan keluarga dengan korban, MA (17). Hal Itu juga dibenarkan oleh ibunda MA, IS.

“Ncang-nya suami saya punya istri. Istrinya punya paman, (pamannya itu) bapaknya si Holid. Iya betul (keluarga jauh),” ungkap IS saat dihubungi Kompas.com, Selasa.

Adapun ayah MA, AS (47), mendatangi Polres Tangerang Selatan terkait kasus pemerkosaan anaknya pada Selasa (3/10/2022).

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor TBL/B/1860/X/2022/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa peristiwa pemerkosaan H terhadap MA pada 4 Desember 2021.

Baca juga: Penanganan Kasus Pemerkosaan Remaja di Tangsel Lambat, Pelaku Dikhawatirkan Ulangi Perbuatan

Keluarga korban baru mengetahui MA hamil usai korban mengalami pendarahan dan akhirnya keguguran.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Tangerang Selatan AKP Agil menjelaskan, alasan polisi belum menangkap pelaku kasus pemerkosaan MA usai dua tahun kejadian.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Megapolitan
Anies Bakal 'Kembalikan Jakarta ke Relnya', Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Anies Bakal "Kembalikan Jakarta ke Relnya", Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Megapolitan
Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Megapolitan
Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Megapolitan
SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

Megapolitan
Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Megapolitan
Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Megapolitan
Keluarga Pengemis Sebatang Kara di Pejaten Barat Lepas Tangan Usai Mendiang Tewas Akibat Kebakaran

Keluarga Pengemis Sebatang Kara di Pejaten Barat Lepas Tangan Usai Mendiang Tewas Akibat Kebakaran

Megapolitan
Kebakaran di Gedung Graha CIMB Niaga, Api Berasal dari Poliklinik di Lantai Basement

Kebakaran di Gedung Graha CIMB Niaga, Api Berasal dari Poliklinik di Lantai Basement

Megapolitan
Melihat Kondisi Hunian Sementara Warga Eks Kampung Bayam yang Disoroti Anies

Melihat Kondisi Hunian Sementara Warga Eks Kampung Bayam yang Disoroti Anies

Megapolitan
Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Besok

Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Besok

Megapolitan
Basement Gedung Graha CIMB Niaga di Jalan Sudirman Kebakaran

Basement Gedung Graha CIMB Niaga di Jalan Sudirman Kebakaran

Megapolitan
Akhir Hayat Lansia Sebatang Kara di Pejaten, Tewas Terbakar di Dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan Air...

Akhir Hayat Lansia Sebatang Kara di Pejaten, Tewas Terbakar di Dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan Air...

Megapolitan
Anies Kembali Ikut Pilkada Jakarta, Warga Kampung Bayam: Buatlah Kami Sejahtera Lagi

Anies Kembali Ikut Pilkada Jakarta, Warga Kampung Bayam: Buatlah Kami Sejahtera Lagi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com