Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Penyelundupan Narkoba Berubah: Bukan Lagi Barang Siap Pakai, tapi Bahan Baku

Kompas.com - 21/05/2024, 17:54 WIB
Dzaky Nurcahyo,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Interdiksi Narkotika Bea dan Cukai Syarif Hidayat mengatakan, ada perubahan tren penyelundupan narkoba dari luar negeri ke Indonesia.

"Apabila selama ini narkotika masuk sudah berbentuk barang siap pakai dari luar, baik morfin metamfetamin. Saat ini sudah mulai terjadi pergeseran model,” kata dia di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Syarif mengungkapkan, para pengedar narkoba kini sudah merambah ke industri rumahan. Mereka bukan hanya bertindak sebagai pengedar, tetapi juga produsen. 

Para produsen narkotika tersebut umumnya membeli bahan baku dari luar negeri, lantas memproduksi sendiri di Tanah Air. 

“Mereka sudah mulai memasukkan bahan baku pembuatan narkotika ke Indonesia. Jadi mulai ada pergeseran,” tutur dia.

Baca juga: BNN Ungkap Lima Kasus Peredaran Narkoba, Salah Satunya Kampus di Jaktim

Salah satu bahan kimia yang banyak dibeli dari luar negeri adalah prekursor. Prekursor merupakan salah satu bahan pembuatan narkotika.

“Mereka mulai mengimpor prekursor, yang mana prekursor ini sampai tidak diawasi penjualannya karena memang untuk dipergunakan di industri kimia atau farmasi,” ungkap Syarif.

Terkait ini, pihak Bea Cukai mengaku bakal meningkatkan kerja sama dengan pemegang kepentingan terkait, khususnya Polri, untuk mengawasi bahan kimia yang masuk ke Indonesia.

“Kami bekerjasama dengan Polda Metro untuk menganalisis setiap barang yang masuk dari luar negeri, yang diperkirakan adalah narkotika, termasuk alat-alatnya. Jadi nanti kami cek untuk memastikan bahwa barang atau bahan tersebut tak terkait dengan narkotika,” imbuh Syarif. 

Sebelumnya diberitakan, lokasi industri rumahan pembuat narkoba yang terletak di Desa Legok, Kampung Tajur, Citeureup, terbongkar saat anggota Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial MH (43), Rabu (15/5/2024).

MH diciduk setelah polisi mendapatkan laporan bahwa yang bersangkutan hendak mengirimkan pil PCC menggunakan jasa ekspedisi.

“Mulanya kami mendapat laporan perihal adanya seseorang (MH) yang akan mengantarkan narkotika ke jasa ekspedisi yang rukonya terletak di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Kami lalu ikuti yang bersangkutan dari belakang,” ungkap Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Malvino E Yusticia.

Sesampainya di ruko jasa ekspedisi, polisi langsung menangkap MH yang baru turun dari mobil. MH lantas diinterogasi dan diketahui bahwa dirinya memang hendak mengirimkan pil PCC.

Total, ada 15.000 butir pil PCC yang hendak dikirim MH menggunakan jasa ekspedisi.

“Kami lalu menginterogasi MH dan yang bersangkutan mengaku bahwa barang tersebut (pil PCC) didapat dari sebuah rumah yang beralamat di Kampung Tajur, Citeureup,” ucap Malvino.

Petugas dari Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya lalu meminta MH menunjukkan jalan ke pabrik tersebut dan akhirnya terbongkar bahwa ada jutaan pil PCC yang telah diproduksi. Tak hanya pil PCC, ditemukan pula jutaan butir hexymer siap edar.

Baca juga: Pabrik Narkoba di Bogor Terbongkar, Polisi Klaim Selamatkan 830.000 Jiwa

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Transportasi Massal Lawas di Jakarta yang Kini Telah Punah...

Transportasi Massal Lawas di Jakarta yang Kini Telah Punah...

Megapolitan
Ditanya Soal Kandidat Cagub DKI, Heru Budi: Kandidatnya Bagus, Mudah-mudahan Pilihan Rakyat yang Terbaik

Ditanya Soal Kandidat Cagub DKI, Heru Budi: Kandidatnya Bagus, Mudah-mudahan Pilihan Rakyat yang Terbaik

Megapolitan
Absen Perayaan HUT Jakarta di PRJ Saat Ada Anies Baswedan, Heru Budi: Saya Rapat sampai Malam

Absen Perayaan HUT Jakarta di PRJ Saat Ada Anies Baswedan, Heru Budi: Saya Rapat sampai Malam

Megapolitan
Hari Ini HUT Jakarta, Masuk Monas Gratis hingga ke Museum dan Cawan

Hari Ini HUT Jakarta, Masuk Monas Gratis hingga ke Museum dan Cawan

Megapolitan
Heru Budi: Tahun Ini Ultah Terakhir Jakarta dengan Status Ibu Kota

Heru Budi: Tahun Ini Ultah Terakhir Jakarta dengan Status Ibu Kota

Megapolitan
Kaesang Sebut Dirinya dan Anies Berbeda, Anies: Saya Hormati Pandangan Beliau

Kaesang Sebut Dirinya dan Anies Berbeda, Anies: Saya Hormati Pandangan Beliau

Megapolitan
HUT Ke-497 Jakarta, DPRD Singgung Permasalahan yang Belum Terselesaikan

HUT Ke-497 Jakarta, DPRD Singgung Permasalahan yang Belum Terselesaikan

Megapolitan
LRT Jabodebek Gelar 'Photo Challenge' Bareng Ondel-ondel, Pemenang Dapat 'Merchandise'

LRT Jabodebek Gelar "Photo Challenge" Bareng Ondel-ondel, Pemenang Dapat "Merchandise"

Megapolitan
Anies Janji Mengembalikan yang Hilang di Jakarta Era Heru Budi

Anies Janji Mengembalikan yang Hilang di Jakarta Era Heru Budi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 22 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Megapolitan
Tak Pernah Absen dari Jakarta Fair, Satu Keluarga Masuk PRJ Jalur Undangan

Tak Pernah Absen dari Jakarta Fair, Satu Keluarga Masuk PRJ Jalur Undangan

Megapolitan
Sejarah dan Misteri 'Wanita Misterius' di Lidah Api Monas...

Sejarah dan Misteri "Wanita Misterius" di Lidah Api Monas...

Megapolitan
Jakarta Night Carnival, Acara Malam Puncak HUT Ke-497 Jakarta di Monas

Jakarta Night Carnival, Acara Malam Puncak HUT Ke-497 Jakarta di Monas

Megapolitan
Naik MRT Jakarta Cuma Bayar Rp 1, Promo hingga Besok

Naik MRT Jakarta Cuma Bayar Rp 1, Promo hingga Besok

Megapolitan
Heru Budi Jadi Inspektur Upacara HUT Ke-497 Jakarta di Monas

Heru Budi Jadi Inspektur Upacara HUT Ke-497 Jakarta di Monas

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com