Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Flashback" Awal Kasus Pembunuhan Noven di Bogor, Korban Ditusuk Pria yang Diduga karena Dendam

Kompas.com - 22/05/2024, 13:58 WIB
Muhammad Isa Bustomi

Editor

BOGOR, KOMPAS.com - Lima tahun berlalu, kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya atau Noven (18), siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bogor, Jawa Barat, jalan di tempat.

Sejak insiden penusukan yang dialami Noven pada 8 Januari 2019, polisi belum berhasil menangkap pelaku dan mengungkap kasusnya secara tuntas.

Terbaru, polisi mengaku mengalami kendala dalam menyelidiki kasus pembunuhan Noven yang terjadi di Gang Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara mengatakan, jajarannya kesulitan mencari identitas diri pelaku dengan alasan masih di bawah umur.

Baca juga: Sulitnya Ungkap Identitas Penusuk Noven di Bogor, Polisi: Pelaku di Bawah Umur, Belum Rekam E-KTP

“Terduga pelaku dalam kejadian masih di bawah umur belum melakukan rekam digit e-KTP sehingga menambah kendala atau hambatan di rangkaian penyelidikan,” ucap Luthfi saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (22/5/2024).

Penyidik pun baru memeriksa lima orang saksi yang merupakan diduga pelaku pembunuhan pelajar kelas XII di SMK Baranangsiang, Kota Bogor.

Pemeriksaan kelima orang itu lantaran memiliki ciri-ciri mirip dengan pelaku yang sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Kami periksa ada lima kandidat yang sedang kami kerucutkan,” kata Luthfi.

Baca juga: Pembunuhan Noven, Kasus yang Belum Tuntas pada 2019

Kronologi pembunuhan

Kilas balik lima tahun lalu, Noven ditusuk oleh orang tak dikenal berjalan kaki usai mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya sekitar pukul 15.15 WIB.

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com pada 2019, Noven saat itu sedang berjalan menuju ke tempat kos. Korban melewati gang kecil yang merupakan akses jalan tembusan ke indekosnya.

Baca juga: Lima Tahun Berlalu, Polisi Periksa 5 Terduga Pelaku Penusukan Noven Siswi SMK Bogor

Saat itu, korban dihampiri seorang pria. Momen itu pun terekam kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, Noven ditusuk pria itu di bagian dada kiri menggunakan badik. Senjata tajam itu menancap di tubuh korban.

Sedangkan barang bukti lain yakni sarung badik juga ditemukan di lokasi kejadian. Tak ada barang berharga korban yang hilang.

Kasubag Humas Polresta Bogor Kota saat itu AKP Yuni Astuti mengungkapkan, korban ditemukan oleh warga dalam keadaan telungkup bersimbah darah.

Baca juga: Polres Bogor Kota Perkuat Alat Bukti untuk Ungkap Pembunuhan Noven

"Korban masih mengenakan pakaian seragam sekolah," kata Yuni.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tak Mau Sukses Sendiri, Perantau Asal Gunung Kidul Gotong Royong Bangun Fasilitas di Kampung

Tak Mau Sukses Sendiri, Perantau Asal Gunung Kidul Gotong Royong Bangun Fasilitas di Kampung

Megapolitan
Kisah Dian, Seniman Lukis Piring yang Jadi Petugas Kebersihan demi Kumpulkan Modal Sewa Lapak

Kisah Dian, Seniman Lukis Piring yang Jadi Petugas Kebersihan demi Kumpulkan Modal Sewa Lapak

Megapolitan
Sempat Sidak Alun-alun Bogor, Pj Wali Kota Soroti Toilet hingga PKL di Trotoar

Sempat Sidak Alun-alun Bogor, Pj Wali Kota Soroti Toilet hingga PKL di Trotoar

Megapolitan
Kisah Dian Bertahan Jadi Pelukis Piring, Karya Ditawar Murah hingga Lapak Diganggu Preman

Kisah Dian Bertahan Jadi Pelukis Piring, Karya Ditawar Murah hingga Lapak Diganggu Preman

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok hingga Lempar Batu-Helm, Lalin Jalan TB Simatupang Sempat Tersendat

Dua Ormas Bentrok hingga Lempar Batu-Helm, Lalin Jalan TB Simatupang Sempat Tersendat

Megapolitan
Kisah Perantau Bangun Masjid di Kampung Halaman dari Hasil Kerja di Tanah Perantauan

Kisah Perantau Bangun Masjid di Kampung Halaman dari Hasil Kerja di Tanah Perantauan

Megapolitan
Uniknya Seni Lukis Piring di Bekasi, Bermodalkan Piring Melamin dan Pensil Anak SD

Uniknya Seni Lukis Piring di Bekasi, Bermodalkan Piring Melamin dan Pensil Anak SD

Megapolitan
Sapi Kurban Mengamuk Saat Hendak Disembelih di Tangsel, Rusak Tiga Motor Warga

Sapi Kurban Mengamuk Saat Hendak Disembelih di Tangsel, Rusak Tiga Motor Warga

Megapolitan
Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Megapolitan
PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil 'Survei Langitan'

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil "Survei Langitan"

Megapolitan
Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Megapolitan
Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com