Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tumpukan Sampah Menggunung di Kembangan, Warga Keluhkan Bau Menyengat

Kompas.com - 22/05/2024, 15:23 WIB
Rizky Syahrial,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bau menyengat tercium di sebuah lahan di Jalan H Mansur, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Pasalnya, tumpukan sampah menggunung di lahan tersebut. 

Menurut keterangan warga setempat, lahan dengan luas sekira 500 meter persegi itu memang difungsikan sebagai tempat penampungan sementara (TPS). Sekira 15 meter dari TPS, ada permukiman warga. 

Pengamatan Kompas.com di lokasi, Rabu (22/5/2024), sampah di TPS tersebut mayoritas merupakan limbah rumah tangga. Terlihat beberapa petugas sedang memilah-milah sampah.

Di sebelah gunungan sampah, tampak ada bangunan yang di dalamnya digunakan untuk menempatkan sampah-sampah plastik. Sementara, di atas sampah-sampah tersebut, terbentang terpal berwarna biru.

Area tumpukan sampah ini hanya dibatasi dengan seng berwarna abu di sebelah kanan dan kiri. Meski dipasang pembatas, sebagian sampah plastik berceceran sampai ke area luar seng.

Bau menyengat pun tercium hingga jarak kurang lebih lima meter dari lokasi. Diduga, bau itu berasal dari tumpukan sampah yang basah di area TPS.

Baca juga: Darurat Pengelolaan Sampah, Anggota DPRD DKI Dukung Pemprov Bikin Pulau Sampah di Jakarta

Fandi (30), salah seorang warga setempat, mengatakan, lahan ini memang difungsikan sebagai TPS, sebelum sampah diangkut ke tempat pembuangan akhir. 

Namun, menurut Fandi, jumlah sampah di TPS tersebut akhir-akhir ini meningkat. Oleh karenanya, petugas memasang seng agar sampah tak berceceran.

"Sampah jadi banyak, menggunung gitu. Akhirnya dipakai batas dari seng agar tidak tersebar," ucap Fandi.

Fandi mengatakan, sampah yang menggunung itu pun memunculkan bau yang sangat menyengat dan mengganggu.

"Sangat menyengatlah baunya. Saya pernah lewat sini sampai mengeluarkan air mata," katanya.

Sementara, Boih (44), petugas kebersihan yang ditemui Kompas.com saat sedang memilah sampah di TPS mengamini bahwa sejumlah warga sempat protes lantaran gunungan sampah menimbulkan bau menyengat.

"Warga beberapa hari lalu protes karena bau sampah menyengat," kata dia.

Boih menjelaskan, sampah yang dibuang di TPS ini berasal dari warga tinggal di dekat Jalan H Mansur.

Sampah yang terkumpul selanjutnya akan dipilah oleh petugas, kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. 

Boih mengaku kerap kewalahan lantaran jumlah petugas yang memilah sampah di TPS ini terbatas. Sehingga, pemilahan sampah berlangsung lama.

"Biasanya kami pilah, nanti ada truk yang angkut sampah ini ke Bantar Gebang. Karena petugas sedikit, jadi lama," jelas Boih.

Baca juga: Mau Bikin Pulau Sampah, Heru Budi: Sampah Sudah Enggak Bisa Dikelola di Lahan Daratan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Pemeras Ria Ricis Gunakan Rekening Teman untuk Tampung Uang Hasil Pemerasan

Megapolitan
Anies Bakal 'Kembalikan Jakarta ke Relnya', Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Anies Bakal "Kembalikan Jakarta ke Relnya", Pengamat: Secara Tak Langsung Singgung Heru Budi

Megapolitan
Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Pedagang Kerak Telor di PRJ Mengeluh Sepi Pembeli: Dulu Habis 50 Telor, Kemarin Cuma 10

Megapolitan
Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Keluarga Akseyna Minta Polisi Dalami Penulis Lain dalam Surat Wasiat sesuai Analisis Grafolog

Megapolitan
Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Kasus Akseyna Berlanjut, Keluarga Sebut Ada Informasi yang Belum Diterima Penyidik Baru

Megapolitan
SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

SP2HP Kedua Terbit, Keluarga Akseyna: Selama Ini Sering Naik Turun, Pas Ramai Baru Terlihat Pergerakan

Megapolitan
Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Polisi Terbitkan SP2HP Kedua Terkait Kasus Akseyna, Keluarga Berharap Aparat Jaga Momentum

Megapolitan
Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Tak Bisa Biayai Pemakaman, Keluarga Tak Kunjung Ambil Jenazah Pengemis Korban Kebakaran di Pejaten

Megapolitan
Keluarga Pengemis Sebatang Kara di Pejaten Barat Lepas Tangan Usai Mendiang Tewas Akibat Kebakaran

Keluarga Pengemis Sebatang Kara di Pejaten Barat Lepas Tangan Usai Mendiang Tewas Akibat Kebakaran

Megapolitan
Kebakaran di Gedung Graha CIMB Niaga, Api Berasal dari Poliklinik di Lantai Basement

Kebakaran di Gedung Graha CIMB Niaga, Api Berasal dari Poliklinik di Lantai Basement

Megapolitan
Melihat Kondisi Hunian Sementara Warga Eks Kampung Bayam yang Disoroti Anies

Melihat Kondisi Hunian Sementara Warga Eks Kampung Bayam yang Disoroti Anies

Megapolitan
Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Besok

Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Idul Adha Besok

Megapolitan
Basement Gedung Graha CIMB Niaga di Jalan Sudirman Kebakaran

Basement Gedung Graha CIMB Niaga di Jalan Sudirman Kebakaran

Megapolitan
Akhir Hayat Lansia Sebatang Kara di Pejaten, Tewas Terbakar di Dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan Air...

Akhir Hayat Lansia Sebatang Kara di Pejaten, Tewas Terbakar di Dalam Gubuk Reyot Tanpa Listrik dan Air...

Megapolitan
Anies Kembali Ikut Pilkada Jakarta, Warga Kampung Bayam: Buatlah Kami Sejahtera Lagi

Anies Kembali Ikut Pilkada Jakarta, Warga Kampung Bayam: Buatlah Kami Sejahtera Lagi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com