Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kala Komnas HAM Turun Tangan di Kasus "Vina Cirebon", Janji Dampingi Keluarga Korban

Kompas.com - 28/05/2024, 06:45 WIB
Shela Octavia,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita alias Vina Cirebon kini turut dipantau oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Pada Senin (27/5/2024), sejumlah anggota tim kuasa hukum keluarga Vina mengunjungi kantor Komnas HAM untuk bertemu dengan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Uli Parulian Sihombing, serta Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM Anis Hidayah.

Dalam pertemuan siang itu, tim kuasa hukum menyampaikan laporan pengaduan mengingat kasus Vina yang sedianya terjadi pada 2016 tersebut belakangan kembali jadi sorotan publik. 

Trauma

Salah satu pengacara keluarga korban, Putri Maya Rumanti, menyampaikan bahwa saat ini pihak keluarga mengalami trauma akibat atensi publik terhadap kasus Vina.

“Ini kan viral terus, beritanya naik-naik terus sehingga banyak pihak yang pro dan kontra. Tentunya, mereka (keluarga) harus punya kekuatan,” ucap Putri saat konferensi pers di kantor Komnas HAM.

Baca juga: Pegi Bantah Jadi Otak Pembunuhan, Kuasa Hukum Keluarga Vina: Itu Hak Dia untuk Berbicara

Akibat pemberitaan yang masif, kata Putri, pihak keluarga terus terngiang-ngiang akan Vina. Mulai dari wajah, kebiasaan, dan penderitaan yang sempat ia rasakan.

“Trauma ya sangat luar biasa. (Keluarga) masih terus mengingat, mengingat kebiasaan Vina, mengingat wajah Vina, mengingat luka dan penyiksaan yang dialami oleh Vina,” lanjut Putri.

Komnas HAM turun tangan

Sementara, usai berbincang dan berdiskusi dengan tim kuasa hukum dan perwakilan keluarga korban, Komnas HAM menyebut bakal mendalami laporan pengaduan yang disampaikan.

Sebelum mengambil tindakan lebih lanjut, Komnas HAM menyatakan, keluarga Vina termasuk kelompok rentan karena terdapat perempuan dan anak. Mereka sudah sepatutnya segera mendapatkan bantuan.

“Kemudian, yang paling concern ke Komnas HAM, terkait perlindungan kelompok rentan perempuan dan anak,” ucap Uli Parulian.

Oleh karenanya, Komnas HAM mendorong agar pihak keluarga segera mendapatkan bantuan trauma healing atau upaya untuk memulihkan mereka dari penderitaan. 

Uli memastikan, Komnas HAM juga akan mengupayakan pemenuhan hak-hak keluarga korban terkait dengan kompensasi dan restitusi.

Lebih lanjut, Komnas HAM juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk memastikan pemulihan keluarga korban berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan, pihaknya berharap keluarga Vina bisa mendapatkan bantuan dari psikolog klinis.

“Dengan viralnya kasus ini, itu berdampak pada psikologi keluarga korban. Ini juga menjadi atensi,” kata Anis.

Halaman:


Terkini Lainnya

Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Suasana Mencekam di Pasar Minggu Sore Ini, Dua Ormas Bentrok Lempar Batu dan Helm

Megapolitan
PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil 'Survei Langitan'

PKB Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024 karena Hasil "Survei Langitan"

Megapolitan
Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Marak Penjarahan Aset di Rusunawa Marunda, Pengelola Ungkap Tak Ada CCTV di Sana

Megapolitan
Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Megapolitan
Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Megapolitan
Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Megapolitan
PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

Megapolitan
Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Megapolitan
Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Megapolitan
Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com