Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua dari Tiga DPO Kasus Vina Dinyatakan Fiktif, Keluarga Minta Polisi Telusuri Lagi

Kompas.com - 29/05/2024, 18:17 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kakak kandung Vina Arsita Dewi atau Vina Cirebon, Marliana, meminta agar polisi menelusuri lagi dua nama yang dihapus dari daftar pencarian orang (DPO) kasus adiknya dan dianggap fiktif.

"Sangat kaget mendengarnya, kami keluarga meminta kepolisian agar menelusuri lagi, menindaklanjuti lagi, karena kan di pengadilan awal disebutkan tiga (DPO), sekarang disebut satu yang dua tidak ada (fiktif)," kata Marliana sat jumpa pers di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (29/5/2024).

Baca juga: Pegi Jadi Tersangka, Kakak Kandung Vina: Selidiki Dulu Lebih Lanjut!

Hal senada juga disampaikan Hotman Paris selaku kuasa hukum keluarga Vina.

Ia menganggap ada yang janggal dengan keputusan Polda Jabar yang tiba-tiba menghapus dua DPO lainnya dalam waktu penyidikan yang singkat.

Polda Jabar baru kembali menyelidiki kasus ini dalam beberapa pekan terakhir.

Hotman juga menyebut, banyak bukti hukum yang mengatakan bahwa DPO kasus tersebut ada tiga orang.

"Versi satu pada tahun 2016, ada tujuh pelaku (ditahan) dan mengatakan ada tiga DPO. semua diuraikan di sini. Mulai dari jenis motornya, perbuatan apa saja yang mereka lakukan, bagaimana cara memperkosanya," kata Hotman.

Ketujuh tersangka itu mengaku melakukan pembunuhan dan pemerkosaan kepada Vina secara bersama-sama.

Kemudian, pada bukti hukum versi kedua, tertulis ketujuh pelaku mencabut semua berita acara pemeriksaan (BAP) atas saran orang tertentu.

Baca juga: Kala Komnas HAM Turun Tangan di Kasus Vina Cirebon, Janji Dampingi Keluarga Korban

Sementara di bukti hukum versi ketiga, dalam surat dakwaan, jaksa menyebut ada delapan pelaku dan tiga DPO yang ikut dalam kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya, Muhammad Rizky Rudian (Eki).

Bukti hukum ke empat menyatakan hal yang sama, bahwa tuntutan jaksa mengatakan ada delapan pelaku dengan tiga DPO.

"Versi kelima di fakta persidangan, dalam putusannya, ada delapan pelaku dan tiga DPO, bahkan di bagian akhir putusan hakim mengatakan ada tiga DPO, putusan itu sudah final," kata Hotman.

Karena beberapa bukti hukum itu, kuasa hukum dan keluarga Vina merasa belum terima jika Polda Jabar menyebut dua dari tiga buronan kasus ini hanya fiktif.

Hotman dan keluarga Vina lebih menerima apabila Polda Jabar mengatakan secara terang-terangan apabila belum berhasil menangkap kedua DPO.

Baca juga: Temui Komnas HAM, Kuasa Hukum Sebut Keluarga Vina Trauma Berat

"Pernyataan penyidik Polda Jabar yang menyebut dua DPO adalah fiktif terlalu cepat. Kalau belum tertangkap, kami bisa maklumi. Tapi kalau fiktif terlalu cepat," ujar Hotman.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cerita Keluarga Asal Cipanas yang Rela Menginap untuk Merasakan Euforia HUT Jakarta

Cerita Keluarga Asal Cipanas yang Rela Menginap untuk Merasakan Euforia HUT Jakarta

Megapolitan
Ahok: Sekarang Saya Lebih Siap Jadi Gubernur

Ahok: Sekarang Saya Lebih Siap Jadi Gubernur

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Jangan Sampai Gubernur Baru Tak Teruskan Ide Gubernur Lama

Ketua DPRD DKI: Jangan Sampai Gubernur Baru Tak Teruskan Ide Gubernur Lama

Megapolitan
Cerita Ahok Ingin Reklamasi 17 Pulau di Utara Jakarta Agar Pemprov DKI Bisa Raup Pendapatan Rp 127,5 Triliun

Cerita Ahok Ingin Reklamasi 17 Pulau di Utara Jakarta Agar Pemprov DKI Bisa Raup Pendapatan Rp 127,5 Triliun

Megapolitan
Rayakan HUT Jakarta ke-497, TMII Bagi-bagi Roti Buaya ke Pengunjung

Rayakan HUT Jakarta ke-497, TMII Bagi-bagi Roti Buaya ke Pengunjung

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Kemacetan dan Banjir di Jakarta Saat Rapat Paripurna

DPRD DKI Soroti Kemacetan dan Banjir di Jakarta Saat Rapat Paripurna

Megapolitan
Anies dan Ahok Tak Hadiri Rapat Paripurna HUT ke-497 Jakarta

Anies dan Ahok Tak Hadiri Rapat Paripurna HUT ke-497 Jakarta

Megapolitan
Sejarah Pulau Bidadari, Dahulu Tempat Menampung Orang Sakit yang Kini Jadi Destinasi Memesona

Sejarah Pulau Bidadari, Dahulu Tempat Menampung Orang Sakit yang Kini Jadi Destinasi Memesona

Megapolitan
Heru Budi Minta Warga Gunakan Hak Pilihnya pada Pilkada Jakarta 2024

Heru Budi Minta Warga Gunakan Hak Pilihnya pada Pilkada Jakarta 2024

Megapolitan
Daftar 34 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Jakarta International Marathon

Daftar 34 Ruas Jalan yang Ditutup Saat Jakarta International Marathon

Megapolitan
Ahok Ucapkan Selamat Ultah untuk Jakarta, Ungkit Sosok untuk Mengurus Warga

Ahok Ucapkan Selamat Ultah untuk Jakarta, Ungkit Sosok untuk Mengurus Warga

Megapolitan
Tawuran Pecah di Jatinegara Saat Momen HUT Ke-497 Jakarta

Tawuran Pecah di Jatinegara Saat Momen HUT Ke-497 Jakarta

Megapolitan
Transportasi Massal Lawas di Jakarta yang Kini Telah Punah...

Transportasi Massal Lawas di Jakarta yang Kini Telah Punah...

Megapolitan
Ditanya Soal Kandidat Cagub DKI, Heru Budi: Kandidatnya Bagus, Mudah-mudahan Pilihan Rakyat yang Terbaik

Ditanya Soal Kandidat Cagub DKI, Heru Budi: Kandidatnya Bagus, Mudah-mudahan Pilihan Rakyat yang Terbaik

Megapolitan
Absen Perayaan HUT Jakarta di PRJ Saat Ada Anies Baswedan, Heru Budi: Saya Rapat sampai Malam

Absen Perayaan HUT Jakarta di PRJ Saat Ada Anies Baswedan, Heru Budi: Saya Rapat sampai Malam

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com