Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Misteri Mayat Dalam Toren Terungkap: Korban adalah Bandar Narkoba yang Bersembunyi dari Polisi

Kompas.com - 30/05/2024, 06:51 WIB
Baharudin Al Farisi,
Fitria Chusna Farisa

Tim Redaksi

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Misteri penemuan mayat dalam toren air rumah warga RT 03/RW 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, akhirnya terpecahkan.

Mayat itu semula ditemukan di rumah warga bernama Sutrisno pada Senin (27/5/2024). Sutrisno memutuskan membuka toren yang terletak di belakang rumahnya lantaran selama dua hari air di kediamannya berubah menjadi keruh, licin, dan berbau.

Betapa terkejutnya Sutrisno ketika mengetahui ada sosok mayat laki-laki bertato di dalam toren air tersebut.

Usut punya usut, ternyata, mayat itu merupakan Devi Karmawan alias Devoy (27), tetangga Sutrisno yang rumahnya hanya berjarak 100 meter dari tempat tinggalnya. Memang, sejak Sabtu (25/5/2024), Devi diketahui tak pulang ke rumah. 

Hasil otopsi

Sehari setelah ditemukan tewas, pada Selasa (28/5/2024), dilakukan otopsi terhadap jasad Devi di Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Berdasarkan hasil otopsi, ahli tidak menemukan luka-luka yang mengarah pada penganiayaan atau kekerasan di tubuh Devi.

Sampai saat ini, RS Polri belum bisa mengungkapkan penyebab kematian Devi lantaran masih melakukan pemeriksaan penunjang.

Baca juga: Bandar Narkoba di Pondok Aren Bersembunyi Dalam Toren Air karena Takut Ditangkap Polisi

Namun, dapat dipastikan bahwa terdapat tanaman alga di paru-paru korban yang masuk melalui saluran pernapasan.

“Otomatis, orang ini (Devi) masuk ke dalam air (toren) dalam posisi hidup, masih posisi bernapas,” kata Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq di Polsek Pondok Aren, Rabu (29/5/2024).

RS Polri mengungkap, pemeriksaan kadar alkohol pada jasad Devi memperlihatkan hasil negatif. Namun, ditemukan kandungan zat narkotika di dalam tubuh Devi.

“Tapi saat dilakukan screening narkotika dan zat adiktif lainnya, urine mayat tersebut mengandung amphetamine dan positif tetrahydrocannabinol atau THC atau ganja, serta positif methamphetamine,” ungkap Bambang.

Bandar narkoba jaringan lapas

Setelah mengetahui identitas Devi, polisi memastikan korban merupakan target operasi Polsek Pondok Aren terkait kasus narkoba.

“Kalau dari runtutan cerita, DK (Devi Karmawan) adalah BD. Iya, benar (bandar narkoba),” ujar Bambang.

Bambang menegaskan, Devi merupakan bandar jaringan salah satu lapas yang tidak bisa dia sebutkan namanya.

“Iya, dari salah satu lapas, akan kami kembangkan lagi. Ada, lapas. Nanti kalau disebutkan… Janganlah. Iya, (DK) termasuk pengendali dong. Kan dia (DK) yang mengatur. Iya, semua (narkoba dari lapas) diserahkan di dia,” kata Bambang.

Halaman:


Terkini Lainnya

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Gang Venus Tambora Terlalu Padat Penduduk, Pemerintah Diminta Relokasi Warga ke Rusun

Megapolitan
Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Demi Berkurban Sapi, Sugito Pedagang Siomay Menabung Dua Bulan Sebelum Idul Adha

Megapolitan
Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Truk Sampah di Kota Bogor Disebut Tak Dapat Peremajaan Bertahun-tahun, padahal Berusia Tua

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Pengelola Rusunawa Marunda Bakal Pasang Alat Kontrol Patroli untuk Cegah Penjarahan Berulang

Megapolitan
Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Menunggu Berjam-jam di Masjid Istiqlal, Warga Kecewa Tak Ada Pembagian Daging Kurban

Megapolitan
Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Sugito Tak Masalah Dapat Daging Kurban Sedikit: Yang Penting Orang di Lingkungan Kita Bisa Makan

Megapolitan
Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Warga Jakbar Datang ke Masjid Istiqlal Berharap Kebagian Daging Kurban: Di Rumah Cuma Dapat 2 Ons

Megapolitan
PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

PKB Terbitkan SK Usung Supian Suri pada Pilkada Depok 2024

Megapolitan
Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Pisau JF untuk Tusuk Tetangganya yang Ganggu Anjing Semula untuk Ambil Rumput

Megapolitan
Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Diduga Sakit, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Bogor

Megapolitan
Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Pria Tewas Tertabrak KRL di Bogor, Identitas Korban Terungkap dari Buku Tabungan

Megapolitan
Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Keamanan CFD Jakarta akan Diperketat Buntut Penjambretan Viral

Megapolitan
Pedagang Siomay di Kebayoran Berkurban Tiap Tahun, Patungan Rp 3,5 Juta untuk Beli Sapi

Pedagang Siomay di Kebayoran Berkurban Tiap Tahun, Patungan Rp 3,5 Juta untuk Beli Sapi

Megapolitan
Cerita Pedagang Siomay Rangkul Sesama Perantau di Jakarta untuk Berkurban di Kampung Halaman

Cerita Pedagang Siomay Rangkul Sesama Perantau di Jakarta untuk Berkurban di Kampung Halaman

Megapolitan
Sapi Kurban Mengamuk di Pasar Rebo Jaktim, Warga: Kaget Lihat yang Lain Sudah Dipotong

Sapi Kurban Mengamuk di Pasar Rebo Jaktim, Warga: Kaget Lihat yang Lain Sudah Dipotong

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com