Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ibu Terpidana Pembunuhan Vina Cirebon Ceritakan Anaknya Gagal Nikah dan Harus Jual Rumah

Kompas.com - 11/06/2024, 19:13 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Jessi Carina

Tim Redaksi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Hadi Saputra, satu dari lima terpidana pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, batal menikahi kekasihnya setelah diputus bersalah dan mendekam di balik jeruji besi.

Menurut ibu Hadi, Tumainah, anak itu sejatinya berencana melangsungkan pernikahan dua minggu setelah peristiwa pembunuhan dan juga pemerkosaan itu terjadi.

"Ya anak saya tidak melakukan. Anak saya waktu itu ikut kumpul-kumpul di rumahnya Pak RT. Si Hadi cerita begitu," ujarnya saat jumpa pers di Peradi Tower, Matraman, Jakarta Timur, Senin (10/6/2024).

"Saya yakin dia tidak berbohong. Anak saya saat itu mau nikah, Pak, dua minggu lagi," cerita Tumainah sambil menangis.

Baca juga: Otto Hasibuan: Kalau Tak Ada Saksi Mata, 5 Terpidana Pembunuhan Vina Bisa Tak Bersalah

Tak hanya gagal nikah, Tumainah juga mengungkapkan bahwa ia harus menjual rumah demi mengurus segala keperluan sejak sang anak masuk penjara

"Iya sampai harus jual rumah buat ngurusin ini semua," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, pada 2016, polisi menetapkan 11 tersangka atas kasus pembunuhan yang menewaskan sepasang kekasih, Vina dan Eky.

Delapan pelaku telah diadili, yakni Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, Rivaldi Aditya Wardana, dan Saka Tatal.

Adapun tujuh terdakwa divonis penjara seumur hidup. Sementara satu pelaku dipenjara delapan tahun karena masih di bawah umur saat melakukan kejahatan dan kini sudah bebas.

Baca juga: Hotman Paris Minta Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta yang Netral untuk Usut Kasus Vina Cirebon

Belakangan, polisi merevisi jumlah tersangka itu menjadi 9 orang usai menangkap Pegi alias Perong.

Merasa anak mereka tidak bersalah, para orangtua dari lima terpidana itu meminta bantuan hukum kepada pengacara Otto Hasibuan untuk mendapatkan keadilan.

"Menurut keterangan daripada orangtua lima orang terpidana ini, sesungguhnya mereka tidak pernah melakukan perbuatan yang sudah dijatuhkan oleh mereka," kata Otto.

"Mereka terpaksa mengakui dan berita acaranya karena ada penekanan, penyiksaan terhadap mereka sehingga ada perasaan takut," jelas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Libur Sekolah, 3 Sekawan Asal Pondok Ranggon Main Skuter Listrik di TMII

Libur Sekolah, 3 Sekawan Asal Pondok Ranggon Main Skuter Listrik di TMII

Megapolitan
Sampah Menggunung di TPS Pasar Bogor, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Sampah Menggunung di TPS Pasar Bogor, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Polisi: Pengelola Rusunawa Marunda Belum Pernah Buat Laporan Soal Kasus Penjarahan Aset

Polisi: Pengelola Rusunawa Marunda Belum Pernah Buat Laporan Soal Kasus Penjarahan Aset

Megapolitan
Aset di 500 Unit Rusunawa Marunda Dijarah, Warga Curiga Pengelola Terlibat

Aset di 500 Unit Rusunawa Marunda Dijarah, Warga Curiga Pengelola Terlibat

Megapolitan
139 SD di Kota Bogor Kekurangan Pendaftar PPDB 2024

139 SD di Kota Bogor Kekurangan Pendaftar PPDB 2024

Megapolitan
Rusunawa Marunda Dijarah, Heru Budi: Melanggar Hukum, Harus Ditindak!

Rusunawa Marunda Dijarah, Heru Budi: Melanggar Hukum, Harus Ditindak!

Megapolitan
Mereka yang Berkurban meski Tak Berkecukupan, Ada Pedagang Warung Kopi dan Siomay

Mereka yang Berkurban meski Tak Berkecukupan, Ada Pedagang Warung Kopi dan Siomay

Megapolitan
Porsche Tabrak Belakang Truk di Tol Dalam Kota, Pengemudinya Tewas, Penumpang Syok Berat

Porsche Tabrak Belakang Truk di Tol Dalam Kota, Pengemudinya Tewas, Penumpang Syok Berat

Megapolitan
Bocoran Rencana Puncak HUT Ke-497 DKI Jakarta, Ada Acara Hiburan Rakyat di Monas

Bocoran Rencana Puncak HUT Ke-497 DKI Jakarta, Ada Acara Hiburan Rakyat di Monas

Megapolitan
Dulunya Hobi Coret-coret Tanpa Izin, Seniman Grafiti Ini Nyaris Diciduk Polisi dan Dikejar Satpam

Dulunya Hobi Coret-coret Tanpa Izin, Seniman Grafiti Ini Nyaris Diciduk Polisi dan Dikejar Satpam

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembacok Seorang Pemuda di Matraman, Satu Pelaku Masih Buron

Polisi Tangkap Pembacok Seorang Pemuda di Matraman, Satu Pelaku Masih Buron

Megapolitan
Ketika Maling 'Gentayangan' di Rusunawa Marunda, Nekat Curi Semua Isi Rusun Secara Terang-terangan

Ketika Maling "Gentayangan" di Rusunawa Marunda, Nekat Curi Semua Isi Rusun Secara Terang-terangan

Megapolitan
Perjalanan Fermul Jadi Seniman Grafiti, Dimulai sejak SD hingga Menjadi Youtuber

Perjalanan Fermul Jadi Seniman Grafiti, Dimulai sejak SD hingga Menjadi Youtuber

Megapolitan
Wastro, Pelukis Jalanan di Glodok yang Pernah Jadi Desainer di Galeri Furnitur Da Vinci

Wastro, Pelukis Jalanan di Glodok yang Pernah Jadi Desainer di Galeri Furnitur Da Vinci

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jakarta 19 Juni 2024

Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jakarta 19 Juni 2024

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com