Jumat, 29 Agustus 2014

News / Megapolitan

Model Cantik Tewas Dibunuh

Rabu, 11 November 2009 | 19:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembunuhan di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, terjadi untuk ketiga kalinya sepanjang tahun 2009 ini. Setianti Retno Dewi alias Tia (24) yang berprofesi sebagai model ditemukan tewas, Rabu (11/11) sekitar pukul 13.30 tadi, dengan luka pukul di kepala. Lokasinya di unit HE 25 Apartemen Mediterania Garden 2.

Kepala Kepolisian Sektor Metro Tanjung Duren Komisaris Jhony Iskandar yang ditemui di lokasi mengatakan, korban diperkirakan sudah tewas dua hari. Tubuh korban ditemukan terduduk di dekat kloset kamar mandi dengan luka parah di bagian belakang kepala dan pelipis.

Jenazah korban ditemukan dengan pakaian dalam utuh tanpa memakai baju luar. Belum ditemukan adanya kekerasan seksual terhadap Setiyanti yang semasa hidup diketahui kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di kawasan Jurang Mangu, Kota Tangerang Selatan.

Pembantu korban bernama Aam curiga karena korban tidak keluar kamar sejak Senin (9/11). Aam mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban. Memasuki hari Selasa malam mulai tercium bau menyengat dari dalam apartemen yang baru dihuni korban sekitar sembilan hari,

Jhony menjelaskan, sebuah timbangan badan dengan bercak darah ditemukan di lokasi pembunuhan. Diduga kepala Tia dihantam timbangan itu.

Caroline, seorang teman Tia, yang bekerja di tempat hiburan Sun City, mengaku, terakhir kali korban diketahui bertemu dengan seorang pria asal Medan, Sumatera Utara.

Untuk menyelidiki kasus itu, polisi sudah memeriksa tujuh saksi. "Kemungkinan besar, dalam waktu singkat tersangka ditangkap," kata Jhony.

Ketiga

Tewasnya Setianti merupakan kasus ketiga pembunuhan di Apartemen Mediterania Garden sepanjang tahun 2009. Seluruh kasus menimpa perempuan muda dan lajang. Korban pertama adalah Jovita Sugita (32) di Unit 18/AE Tower Azalea, Selasa (9/6). Korban kedua bernama Novita Purnamasari (19), mahasiswi Universitas Trisakti yang menghuni unit 31 SL Tower E.


Editor : msh