Selasa, 2 September 2014

News / Megapolitan

Hati-hati Terkecoh Ayam Kampung!

Senin, 31 Mei 2010 | 20:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hati-hati membeli telor atau daging ayam kampung. Baru-baru ini Himpunan Peternak Unggas Lokal, yang merupakan wadah peternak ayam kampung se-Indonesia, menyelenggarakan rapat kerja nasional yang diikuti 135 ketua kelompok peternak unggas dari 24 provinsi.

Salah satu poin penting dalam rakernas yang diselenggarakan pada 24-26 Mei 2010 adalah penegasan status ayam arab (Braekels/gallus turcicus). Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpuli Ade M Zulkarnain, Senin (31/5/2010) di Jakarta, menegaskan bahwa ayam arab yang berasal dari Belgia tidak termasuk kategori ayam lokal atau ayam kampung Indonesia.

"Ayam arab adalah jenis ayam ras yang baru diintroduksi di Indonesia sejak 14 tahun lalu," katanya.

Himpuli juga menyoroti mekanisme pemasaran telor ayam arab yang mereka nilai merupakan bentuk kebohongan publik. Selama ini telah terjadi manipulasi penjualan telor ayam arab menggunakan label ayam kampung.

Begitu pula penjualan produk daging unggas yang menggunakan label ayam kampung, produk ini sebagian besar bukanlah ayam kampung, melainkan ayam pejantan, ayam lingnan (ayam ras China) dan ayam arab.


Editor : made