Selasa, 2 September 2014

News / Megapolitan

Seorang Warga Tertimbun Tanah

Polisi Cisoka Amankan Bos Galian Pasir

Kamis, 15 Juli 2010 | 15:34 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Petugas Polsek Metro Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, mengamankan pengusaha galian pasir, Ysm (50), setelah seorang warga setempat, Mastar (40), meninggal dunia akibat tertimbun tanah yang longsor.

"Kami mengamankan pemilik galian itu untuk diminta pertanggungjawaban karena ada warga yang meninggal di tempat usaha tersebut," kata Kapolsek Metro Cisoka AKP Panut, saat dihubungi, Kamis (15/7/2010).

Dia mengatakan, untuk sementara Ysm masih diminta keterangan sebagai saksi dan beberapa warga lainnya yang mengetahui peristiwa tertimbun penduduk setempat.

Pernyataan tersebut terkait tewasnya Mastar (40), warga Kampung Cilukun RT 04/06 Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Senin (12/7/2010), akibat tertimbun tanah ketika tengah bekerja.

Mayat korban baru ditemukan pada Selasa (13/7/2010) dini hari setelah petugas menggunakan alat berat untuk mengeruk timbunan tanah. Sebelumnya, upaya warga dengan menggunakan peralatan seadanya gagal.

Walau begitu, katanya, petugas masih melakukan penyelidikan terhadap tewasnya warga tersebut saat bekerja menggali tanah.

Kabag Operasional dan Perlindungan Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Tangerang Kadmita mengatakan, pihaknya menyita alat berat, mesin diesel, dan peralatan penyedot untuk diamankan di Kantor Satpol PP.

Pada lokasi galian pasir di Cisoka telah menyebabkan lima warga setempat meninggal sejak beberapa bulan terakhir akibat kecelakaan kerja.

Upaya yang dilakukan Pemkab Tangerang untuk menutup usaha tersebut sering kandas meski kadang dilakukan secara paksa, bila ditutup maka beberapa hari kemudian dibuka kembali oleh warga setempat dengan alasan mencari uang untuk kebutuhan ekonomi keluarga.

Bahkan, pihaknya sering mengimbau melalui aparat kecamatan setempat agar galian pasir itu ditutup saja karena merusak lingkungan dan dapat mendatangkan bencana akibat tebing galian sering longsor.


Editor : Hertanto Soebijoto
Sumber: