Kamis, 24 Juli 2014

News / Megapolitan

Lari 10 Km, Usia Bukan Masalah

Minggu, 3 Oktober 2010 | 10:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Usia rupanya bukan penghalang bagi seseorang untuk melakukan aktivitas berolahraga, apalagi berlari dengan jarak 10 kilometer. Asal ada kemauan diri sendiri untuk bisa hidup sehat, jarak tempuh sejauh itu pun bukan masalah.

Demikian disampaikan Christin (50), peserta lomba lari Jakarta Red Run 10 K yang diadakan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) pada Minggu (3/10/2010) di Silang Monas, Jakarta.

Meski sudah memasuki usia lanjut, Christin masih semangat beradu cepat dengan kompetitornya yang berusia jauh lebih muda. "Ya saya memang dari dulu suka jogging dan masuk klub lari, tapi memang bukan atlet, hanya suka aja. Di klub itu juga untuk anak-anak muda, saya yang tua sendiri," canda Christin.

Christin mengaku sewaktu muda bahkan merupakan spesialis untuk lomba lari maraton sejauh 42 kilometer. Baik setiap lomba lari jarak jauh maupun maraton berbagai event pun tak luput dari partisipasi ibu tiga anak ini. "Saya lari sudah 20 tahun ini. Bagi yang sudah tua sebenarnya olahraga itu penting. Masalahnya itu ada pada kemauan diri. Asal ada kemauan, kita pasti bisa berolahraga yang sehat. Syukur, sampai sekarang saya sehat-sehat saja," ujar Christin.

Pada lomba kali ini, jarak tempuh 10 kilometer dapat dituntaskan Christin dalam waktu 50 menit. Bandingkan dengan peserta lainnya, mereka yang berusia jauh lebih muda memerlukan waktu tempuh 70 menit.

Lalu, apa rahasianya? "Biasa saja. Saya aktivitas sehari-hari paling tiap pagi dan sore saya lari masing-masing 1 dan 2 jam. Sisanya ibu rumah tangga aja. Kalau lari jangan berhenti-berhenti, stabil aja," ungkap Christin.

Ia mengakui, hobinya berlari ini diturunkan dari pihak orangtua yang berlatar belakang militer. Christin pun berpesan kepada siapa saja yang berusia lanjut untuk segera berolahraga dan jangan diam sampai akhirnya terkena penyakit. "Yang penting itu kita beraktivitas. Semua ada pada kemauan kita sendiri. Lari itu juga kompetisi melawan diri sendiri," tandasnya.


Editor : Erlangga Djumena