Kamis, 31 Juli 2014

News / Megapolitan

Kriminalitas

Kasus Ampera, Blowfish, dan Basri Sangaji Dibuka Kembali

Rabu, 22 Februari 2012 | 16:11 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Toni Harmanto mengatakan, saat ini penyidik sudah mulai bergerak menelusuri keterkaitan John Kei (JK) dalam kasus-kasus terdahulu anak buahnya. Tiga kasus yang menjadi perhatian adalah kasus pembunuhan tokoh Maluku, Basri Sangaji, pada tahun 2004; kasus bentrokan di klub Blowfish tahun 2010; dan kasus bentrokan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2010.

"Sudah mulai kami dalami keterikatan JK dengan kasus-kasus anak buahnya, mulai dari Blowfish, Sangaji, dan Ampera," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Toni Harmanto, Rabu (22/2/2012) di Mapolda Metro Jaya.

Dia melanjutkan, saat ini reserse kriminal tiap kepolisian resor sedang mengumpulkan data kasus-kasus tersebut. "Besok kumpul dengan wilayah kasus-kasus mana yang libatkan anak buahnya, dan dilihat terkait atau tidak," ujar Toni.

Kepolisian Daerah Metro Jaya sebelumnya sudah melansir 12 kasus kejahatan yang melibatkan Kelompok Kei. Namun, di luar 12 kasus itu, John Kei yang menjadi pimpinan Angkatan Muda Kei (Amkei) juga diduga terlibat dalam kasus bentrokan di diskotek Stadium tahun 2004; kasus pembunuhan tokoh Maluku, Basri Sangaji, pada tahun yang sama; kasus bentrokan di klub Blowfish tahun 2010; dan kasus bentrokan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2010.

Pada tanggal 2 Maret 2004, massa Basri Sangaji dan John Kei bentrok di diskotek Stadium, Taman Sari, Jakarta Barat. Dua penjaga keamanan dari massa Basri tewas. Tanggal 12 Oktober 2004, Basri Sangaji, yang kerap menjadi rival John Kei, ditemukan tewas di kamar 301 Hotel Kebayoran Inn, Jakarta Selatan, dengan dua peluru bersarang di dadanya.

Pada tanggal 4 April 2010, massa John Kei bentrok di klub Blowfish dengan massa Thalib Makarim yang berasal dari Flores, Ende. Dua anak buah dari massa Kei tewas. Kedua massa kembali bentrok tanggal 29 September 2010 di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menewaskan dua anggota kelompok Thalib Makarim. Beberapa anggota kelompok Kei juga mengalami luka parah dalam insiden berdarah itu. Tito Kei, adik John Kei, bahkan tertembak di bagian dada dan mengalami luka tusuk, tetapi selamat.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Hertanto Soebijoto