Selasa, 22 Juli 2014

News / Megapolitan

Tujuh Pelaku Penyerangan RSPAD Dibawa ke Polda Metro

Senin, 27 Februari 2012 | 13:55 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi Militer Komando Daerah Militer Jayakarta (Pomdam Jaya) turut membantu menangkap tujuh orang yang diduga pelaku penyerangan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto beberapa waktu lalu. Ketujuh orang itu kini di sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

"Kemarin sore diserahkan ke Polda tujuh orang yang diamankan Pomad (Polisi Militer Angkatan Darat)," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Senin (27/2/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Ia mengatakan, ketujuh orang itu kini masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Polisi masih mendalami keterlibatan mereka dalam penyerangan Kamis (23/2/2012) dini hari. Jumlah saksi yang diperiksa hingga kini mencapai 26 orang, terdiri dari 7 orang limpahan Pomda dan 19 orang yang diamankan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat.

"Dari jumlah yang diperiksa itu, baru lima orang yang dipastikan berstatus sebagai tersangka," kata Rikwanto. Jumlah tersangka dipastikan akan bertambah. Pasalnya, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap satu orang yang diduga kuat melakukan penyerangan. Orang itu berinisial RP.

"Satu orang itu diduga kuat sebagai pelaku dan akan segera ditetapkan sebagai tersangka, sekarang masih menjalani pemeriksaan. Satu orang ini diamankan baru tadi malam," tandas Rikwanto.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok orang tiba-tiba saja menyerang sejumlah pelayat di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, pada Kamis (23/2/2012) dini hari. Dua orang tewas dalam peristiwa itu akibat luka bacok, sementara enam orang lainnya mengalami luka.

Polisi sudah mengamankan lima orang tersangka dalam kasus ini yakni Edo Tupessy, Gretes alias Hery, Tony alias Ongen, Rens, dan Abraham. Motif dari penyerangan itu diduga lantaran Edi, adik sepupu Bob Stanley yang meninggal dunia ketika itu, memiliki utang atas transaksi narkoba senilai Rp 280 juta.

Edo sudah melihat ada kelompok Edi di rumah duka itu sehingga memanggil teman-temannya untuk langsung menyerang. Sementara Edi ternyata tidak ada di rumah duka itu.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Heru Margianto