Jumat, 24 Oktober 2014

News / Megapolitan

Arti Kemeja Kotak-kotak Jokowi

Minggu, 1 April 2012 | 17:36 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak menjadi bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama selalu mengenakan kemeja kotak-kotak untuk mendekati warga konstituennya. Kostum perpaduan warna merah, biru, dan putih ini tidak asal pilih, ada makna tersendiri yang ingin mereka sampaikan kepada masyarakat.

Dalam kunjungannya ke kantor Redaksi Kompas.com, Sabtu (31/3/2012), Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi mengatakan, ia selalu menggulung lengan baju kotak-kotak yang ia kenakan karena ingin menunjukkan bahwa pemimpin harus siap bekerja. Hal ini ditegaskan pula oleh Ahok, sebutan untuk Basuki.

Dalam acara peresmian tempat pendaftaran tim sukses dan relawan Jokowi-Ahok di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (1/4/2012), Ahok mengatakan bahwa pemimpin harus siap turun ke lapangan. Menurut Ahok, Jakarta memerlukan pemimpin yang harus mengenal kondisi warga dari dekat, bukan dari belakang meja di kantor.

"Kami memilih kemeja ini bukan tanpa alasan. Ini ada artinya. Intinya adalah kami akan kerja untuk rakyat dan turun terus ke lapangan. Jakarta butuh cagub-wagub yang tidak hanya duduk di belakang meja," kata Ahok.

"Kami tidak bisa memberikan yang terbaik pada masyarakat jika kami hanya berdiam saja di kantor, harus turun ke lapangan," ujarnya.

Soal tiga warga yang menjadi bagian dalam kostum tersebut, Ahok mengatakan, hal itu memiliki makna bahwa warga Jakarta beraneka ragam, baik dari suku, etnis, maupun agama, dan tetap hidup berdampingan dengan damai.

Seragam kotak-kotak ini akan menjadi sarana untuk pasangan tersebut dalam menghimpun dana kampanye dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. Jokowi-Ahok berencana memproduksi massal kemeja ini untuk dijual kepada warga. Keuntungan hasil penjualan kemeja itu akan digunakan untuk kampanye mereka.


Penulis: Riana Afifah
Editor : Laksono Hari W