Jumat, 25 Juli 2014

News / Megapolitan

Kasus Geng Motor

TNI Bantah Ada Aksi Balas Dendam

Selasa, 10 April 2012 | 17:59 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya menduga kasus pembantaian di Sunter, Jakarta Utara dan Kemayoran, Jakarta Pusat terkait dengan peristiwa tewasnya seorang anggota TNI AL bernama Arifin. Aksi balas dendam akibat kematian Arifin diduga memicu terjadinya pembantaian di dua lokasi itu. Namun, hal ini dibantah Kepala Pusat Penerangan TNI AL, Laksamana Untung Suropati, Selasa (10/4/2012), saat dihubungi wartawan.

"Kalau mungkin berurutan mungkin iya betul, tapi kalau dibilang lanjutan tidak tepat juga. Kalau lanjutan kan habis kejadian meninggal, hari itu juga dilakukan, tetapi ini kan tidak," ujar Untung.

Dia juga membantah jika disebut anggota TNI AL terlibat dalam aksi pembantaian itu. Menurut Untung, jika ada ciri-ciri pelaku yang mirip dengan anggota TNI tidak bisa jadikan patokan bahwa dia adalah anggota TNI.

"Kami merasa dituduh karena terkesan ini ada aksi balas dendam karena Arifin meninggal. Kesannya kalau rambut cepak, badan tegap, itu adalah TNI, kan tidak seperti itu," kata Untung.

Kendati demikian, Untung mengaku siap berkoordinasi dengan penyidik kepolisian untuk mencari pelaku pembunuhan Arifin. "Kalau dari pihak Polri sebagai penyidik memerlukan keterangan untuk memperkuat proses lebih lanjut, kami siap membantu," kata Untung.

Hingga kini, Untung mengaku belum ada anggota TNI AL yang diperiksa sebagai saksi. "Belum, kami malah sebagai korban," katanya.

Sebelumnya, ada dua aksi penyerangan yang diduga dilakukan geng motor. Pertama pada tanggal 7 April 2012, aksi penyerangan oleh puluhan pemuda yang mengendarai sepeda motor terjadi di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam peristiwa itu satu orang tewas, yakni Soleh. Sementara dua rekannya mengalami luka berat.

Pembantaian kemudian berlanjut pada tanggal 8 April 2012 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam peristiwa ini, empat orang mengalami luka bacok setelah diserang kelompok pesepeda motor yang mencoreng pipinya dengan cat warna putih.

Dari hasil penelusuran kepolisian, dua kasus itu berawal dari peristiwa tanggal 31 Maret 2012 di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Dalam peristiwa itu, satu orang tewas yakni KLS Arifin, anggota Armabar TNI AL. Polisi berkeyakinan bahwa ketiga kasus itu berkaitan lantaran ciri-ciri pelaku yang mirip karena sama-sama menggunakan cat di bagian pipi. Kesamaan lainnya pelaku di tiga kejadian ini selalu beraksi pada pukul 02.00-03.00.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Hertanto Soebijoto