Jumat, 31 Oktober 2014

News / Megapolitan

Kekerasan di Jalan

"Koboy Palmerah" Jadi Pembicaraan

Selasa, 1 Mei 2012 | 16:32 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah rekaman video aksi brutalitas yang diduga dilakukan seorang oknum aparat berpakaian sipil ramai menjadi bahan pembicaraan di dunia maya, Selasa (1/5/2012).

Sampai dengan pukul 16.37 ini, video yang diambil dari YouTube dan kemudian diunggah Kompas.com pada pukul 15.29 itu sudah dibaca 17.225 kali dengan jumlah komentar sebanyak 76.

Video itu diunggah oleh seorang pengguna internet dengan nickname "UnpluggedTheTV", tertanggal 30 April 2012, berjudul "Koboy Palmerah".

Dalam tayangan insiden yang diyakini terjadi di dekat halte bus tak jauh dari kantor redaksi Kompas, Palmerah, itu tampak dua orang pria tengah saling bersitegang, sementara arus lalu lintas di sekitarnya berjalan tersendat.

Sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hijau gelap dof militer berpelat nomor 1394-00 dengan lambang institusi militer tampak terparkir di sisi kiri keduanya. Sementara sebuah sepeda motor warna putih jenis Piaggio juga tampak melintang di belakang mobil itu.

Dalam tayangan video juga tampak salah seorang pria, yang membelakangi kamera, mengenakan baju putih lengan panjang dan celana krem, serta berselempang tas kulit warna coklat. Pria berpenampilan necis itu tampak menggenggam sepucuk pistol, sepertinya berbentuk pistol jenis FN, sementara di tangan satu lagi menggenggam benda seperti tongkat pemukul untuk pertahanan diri (baton stick) berwarna hitam.

Sementara pria lawannya tampak mengenakan helm, berbaju kaus olahraga warna biru, dan bercelana pendek terlihat beradu tegang dengan si pria perlente itu.

Perselisihan keduanya berlangsung di tepi jalan ramai dan tampak tidak seimbang lantaran pria necis yang diduga aparat yang mengendarai mobil berpelat nomor institusi militer tadi membawa senjata mematikan.

Sang pria necis tampak berada di atas angin dan berkali-kali memukulkan stik batonnya ke arah pria pengendara Piaggio yang tampak hanya sekali-sekali mencoba menangkis.

Selain memukul dengan brutal, sang pria necis juga dengan arogan mengacung-acungkan pistol FN-nya ke arah wajah sang pria berhelm, sementara di belakangnya tampak banyak pengendara lain lewat saat lalu lintas ketika itu tersendat.

Jika sampai pistol meletus, dikhawatirkan jumlah korban luka atau bahkan tewas bisa berjatuhan mengingat situasi sangat padat dengan warga sipil.

Tayangan rekaman video berisi perilaku memuakkan orang yang diduga aparat bersenjata dan mengendarai mobil dinas berpelat Markas Besar TNI itu dapat dilihat di link berikut.


Penulis: Wisnu Dewabrata
Editor : Marcus Suprihadi