Senin, 24 November 2014

News / Megapolitan

Pasca-Adu Tegang, Suasana Ciracas Kondusif

Rabu, 12 September 2012 | 01:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketegangan di antara dua organisasi massa, Forum Betawi Rempug (FBR) dan Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB), mereda. Suasana Jalan Supriyadi dan Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, tempat ketegangan itu semula berlangsung, mulai kondusif.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, aparat Sabhara dan Reserse Mobil Polrestro Jakarta Timur (Resmob Polrestro Jakarta Timur) bersenjata lengkap mulai meninggalkan lokasi pengamanan semula, menuju Mapolsektro Ciracas. Sekitar 25 petugas yang semuanya menggunakan motor tersebut mulai bergerak sekitar pukul 00.00 WIB.

Jalan Supriyadi dari Pasar Rebo yang mengarah ke Kampung Rambutan terpantau sudah bisa dilewati. Salah satu kelompok masa yang sempat memblokir jalan tersebut telah kembali ke tempatnya. Meski demikian, beberapa petugas kepolisian masih tampak berjaga-jaga di sepanjang jalan tersebut.

Meski tergolong mereda, beberapa kelompok warga tampak berada di gang-gang permukiman sepanjang Jalan Supriyadi dan Jalan Raya Bogor. Namun, tak jelas, kelompok warga tersebut merupakan anggota salah satu organisasi massa (ormas) atau bukan. Namun, mereka tampak turut berjaga-jaga.

Sebelumnya diberitakan, kedua ormas tersebut bersitegang. Berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas.com di lapangan, insiden bermula saat kelompok BPPKB ingin mendirikan posko di Jalan Supriyadi. Karena daerah tersebut diketahui masuk dalam wilayah kekuasaan FBR, maka pihak BPPKB telah meminta izin kepada FBR. Keduanya pun diketahui menyepakati hal itu.

Namun, Selasa siang, kelompok FBR dilaporkan menyerang salah satu anggota BPPKB yang berada dalam posko. Anggota BPPKB yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut sempat melapor ke Polsektro Ciracas atas tuduhan penganiayaan. Ketegangan pun kembali berlanjut di Jalan Supriyadi, tepatnya di depan kios buah. Beruntung, tak sampai terlibat adu jotos, kedua kelompok yang telah mempersenjatai diri dengan batu, golok, kayu, dan benda keras lainnya menarik diri.

Massa FBR berada di Gang Waru, Ciracas, sementara BPPKP di Pasar Induk, Kramat Jati. Salah satu kelompok massa sempat memblokir Jalan Supriyadi yang mengarah ke Kampung Rambutan. Aksi itu menyebabkan kendaraan bermotor memutar balik. Hingga kini, belum diketahui apakah insiden tersebut mengakibatkan korban jiwa atau tidak. Pasalnya, tidak ada satu pun pihak kepolisian yang bersedia memberikan keterangan atas insiden tersebut.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Hertanto Soebijoto